Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
istikharah faras


__ADS_3

Cinta yang Engkau hadirkan dalam hatiku membuat ku tak sanggup untuk kehilangan dirinya.


____


Faras ingin khusuk dalam melakukan shalat istikharah ia akhirnya memilih shalat di ruangan kerjanya. Lebih bisa fokus tanpa memikirkan kedua istri nya, lagi-lagi harus memilih dengan pilihan yang sulit baginya. Hingga sekarang Faras pun sangat mencintai Najwa, meskipun sudah ada Zahra yang juga harus ia cintai namun cintanya kepada Najwa tetap sama. Faras bangun lalu ia keluar kamar dan masuk ke ruangan kerjanya. ia lakukan shalat taubat, tahajjud, di tutup nya dengan witir.


" ya Allah ampuni hamba mu yang lemah ini, tak sanggup lagi hamba harus memilih antara keduanya. pilihkan yang menurut Engkau baik ya Allah, baik untuk ku juga Najwa istriku. Cinta yang Engkau hadirkan dalam hatiku membuat ku tak sanggup untuk kehilangan dirinya. Meskipun kini ada Zahra tetap saja ya Allah cintaku untuk Najwa lebih besar karena ia adalah cinta pertama ku. Mungkin itu tak adil bagi kedua istri ku, aku akan tetap berusaha untuk adil sebisa diriku. Lindungi kedua istriku bahagiakan mereka, sembuhkan Najwa kurangi sakitnya ya Allah ia istri yang sangat baik tak ada sedikitpun aku membencinya karena hatiku sudah di penuhi oleh cinta nya. Berikan keridhoan untuk kami ya Rabb." doa Faras yang begitu khusuk untuk kebaikan kedua isteri nya....


Dalam kasat mata keduanya tampak bahagia, tapi siapa yang tau hati itu sednag sedih atau tidak. Faraz lanjutkan dengan dzikir dan tilawah hingga pagi, saat Zahra bangun mendapati suaminya tidak ada ia tak panik mengingat apa yang baba katakan lakukan shalat istikharah. Zahra pun berlalu masuk ke dalam kamar mandi ia ambil wudhu juga melakukan shalat malam.


Karena Najwa lemah dengan kandungannya saat Rafa tidur bersama nya ada suster yang menemani, Najwa tidak boleh melakukan apapun.


***


Faras harus berangkat ke kantor pagi ini, Zahra ada jam tapi siang. Faras sudah berada di meja makan bersama Zahra, ia turun lebih dulu karena Faras akan berangkat pagi ada klien dari Malaysia yang mengajaknya bertemu pagi.


" bagaimana nak tentang nak Najwa". tanya umi ia juga khawatir tentang menantunya.


" iya umi seperti yang dokter Arif katakan jika Najwa harus menggugurkan kandungannya jika akan melakukan pengobatan, saran dokter Arif. bagaimana pun juga obat yang Najwa minum akan berpengaruh pada janin nya." ucap Faras menerangkan, namun tak ada yang tau jika Najwa mendengar semuanya. Najwa menangis pilu rasanya, keinginan hamil sudah Allah kabulkan namun kenyataan jika ia masih melakukan pengobatan kankernya.


" mana yang terbaik nak, sebenarnya umi tak mau kehilangan keduanya. umi juga mau Najwa punya anak dan melahirkan". ucap umi .


" Faras juga menginginkan hal itu namun Faras harus memilih antara keduanya, Faras bingung Faras belum menemukan Jawaban pada shalat istikharah Faras.". Zahra masih menyiapkan makanan nya. Rafa sedang bersama suster.


Terlihat Najwa turun ia menyunggingkan senyuman nya, berusaha untuk baik-baik saja seolah tak mendengar pembicaraan mereka.

__ADS_1


Acara sarapan dengan khidmat semua menikmati nya. Faras kemudian pamit untuk pergi ke kantor, Najwa dan Zahra mengantar suaminya hingga ke depan.


" Najwa kamu tidak pergi ke kampus". tanya Najwa ia melihat Najwa masih berada di rumah.


" berangkat mba tapi siang, jam 10 Zahra ada kelas".


Zahra melanjutkan ikut membereskan sarapannya dan Najwa sedang bermain bersama Rafa. Rafa yang sudah bisa tertawaan jika di ajak bicara.


Faras meeting pagi dengan kliennya, meeting berjalan dengan lancar. Kini kliennya akhirnya mau mengajak kerja sama. Faras bersyukur perusahaan nya semakin hari perkembangannya semakin pesat...


Faras pulang di siang hari setelah makan siang, semenjak Najwa hamil Faras sering pulang lebih awal . Zahra belum pulang ia mendapat jam kuliah siang, akan pulang sekitar 30 menit lagi.


Faras mencari keberadaan Rafa jiga Najwa, di dapati nya Rafa masih bersama suster juga umi tidur di kamar Rafa. Faras mencari Najwa tapi tak ia temukan, bahkan di kamarnya tidak ada. Faras ke dapur bertanya kepada bibik, namun mereka juga tak ada yang tau.


" kemana Najwa ya mas sudah mencari kemana-mana tapi tak ada, Najwa juga tak izin. biasanya kemanapun pergi ia selalu izin". ucap Faras sembari mencoba menghubungi Najwa , namun hp nya tak aktif.


" mungkin handphone mba Najwa lobed, coba Zahra cari ya mas". Zahra naik ke atas ia mencari keberadaan Najwa.


Perasaan Faras jadi tidak enak ia pun tak mau terjadi sesuatu dengan Istrinya.


Zahra masuk ke dalam kamar Najwa ia melihat siapa tau ada petunjuk perasaan Zahra juga tak enak. Zahra


menemukan satu lembar ia membacanya.


Teruntuk mas Faras,, Zahra dan Rafa. kalian adalah hidupku terima kasih banyak telah menemani hari-hariku dengan begitu indah. Mas Faras kamu adalah laki-laki yang terbaik, aku sangat bahagia memilikimu. maaf mas aku pergi tidak izin dengan mu, Najwa mohon ridhoi Najwa supaya langkah Najwa tetap terarah. Mas aku mencintaimu, Najwa juga sangat mencintai Zahra dan Rafa titip mereka ya mas. Najwa pergi membawa buah cinta kita, Najwa tak mau dokter Arif melakukan sesuatu pada janin Najwa mas, calon anak kita. Maaf Najwa pergi tanpa pamit.

__ADS_1


Assalamu'alaikum....


" astaghfirullah" Zahra langsung berlari turun ke bawah memberitahu yang lainnya sembari air mata nya berjatuhan.


" mas Faras..." Faras sedang duduk di ruang keluarga menghubungi siapapun yang dekat dengan Najwa.


" ada apa sayang kenapa lari-lari " Zahra menyodorkan kertas yang Najwa tulis untuk nya, Faras membaca surat itu.


" astaghfirullah Najwa kamu kemana sayang, kenapa tidak memberitahu mas dulu dan mendengarkan penjelasan kami". Faras luruh terduduk menangis lalu Zahra memeluk nya memberi ketenangan terus mengusap punggung Faras.


" tenang mas kita cari mba Najwa ". Zahra juga tak bisa melihat suaminya menangis.


" Najwa pergi Zahra kemana dia dengan keadaan nya yang lemah itu". Faras menangis dadanya sesak suaranya tercekat.


Umi yang sedang tidur bersama Rafa terbangun, ia kaget melihat Faras menangis di pelukan Zahra.


" kenapa kalian ada apa Faras, Zahra". tanya umi. lalu Faras memberikan selembar kertas nya. umi membaca, umi menutup mulutnya dengan membuka mulut terkejut. ia pun ikut terduduk di sofa dan menangis.


" astaghfirullah Najwa kamu kemana nak, kenapa harus pergi bahkan tanpa pamit."


Sedangkan Najwa masih berada dalam taksi ia pun menangis juga, tak tau arah yang akan ia tuju. Bingung kemana ia akan melangkah untuk jauh demi melindungi janinnya.


___


bersambung

__ADS_1


__ADS_2