Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
positif hamil


__ADS_3

Sopir sudah sampai di rumah ia membawakan apa yang umi mau. umi bergegas menemui Zahra yang berada di dalam kamar. Zahra tidak tidur ia sedang membaca, itulah Zahra sejak dulu hobinya membaca. biasanya ia ikut mengawasi anak-anak tapi karena rasa mual dan pusingnya Zahra di minta umi untuk istirahat saja.


" Zahra ..." panggil umi.


" iya umi... "Zahra membukakan pintu nya.


" coba pakai nak, siapa tau benar ini rezeki". Zahra terkejut umi membawakannya tespek paling mahal yang terbaik.


" ini umi". umi mengangguk, karena tak ingin mengecewakan mertuanya Zahra akhirnya ke kamar mandi memakai alat yang umi mau.


Zahra keluar setelah sepuluh menit ia di kamar mandi, ada air mata yang meleleh di pipi Zahra. umi terkejut kenapa menantu nya menangis, umi tak berniat membuat Zahra kecewa. umi mengusap punggung Zahra umi tak berani menanyakan hasil tesnya. Zahra langsung memeluk uminya.


" sayang maafkan umi, umi tak bermaksud membuatmu kecewa. kita juga sudah punya Rafa dan Fathan". Zahra melerai pelukannya ia memberikan hasil tespek. umi terkejut ia senang sesuai hasil yang di inginkan akhirnya Zahra positif hamil kembali.


" Alhamdulillah nak kamu hamil lagi." umi mencium kening Zahra.


" iya umi Alhamdulillah".


" kita kasih tau Faras ya"


" jangan umi biarkan Zahra yang datang ke kantor nya umi, Zahra mau kasih kejutan untuk mas Faras".


" kamu kuat nak" tanya umi khawatir, Zahra tadi sakit kepala dna muntah-muntah.


" insyaAlloh Zahra kuat umi, Zahra minta sopir mengantarnya". Zahra langsung menyambar tasnya ia akan ke kantor suaminya. Zahra mencium kedua anaknya terlebih dahulu sebelum ia pergi.

__ADS_1


Faras masih meeting bertemu klien di kantornya, Zahra meminta sopir untuk mengantar ke kantor suaminya. Zahra begitu senang, Faras pasti juga akan sangat senang mendengarnya.


Sesampainya di kantor semua staf memberi hormat kepada Zahra, semua sudah mengerti jika Zahra adalah satu-satunya istri Faras saat ini. Zahra sangat baik dan ramah terhadap semua karyawan suaminya. ia tak menggunakan posisinya untuk tak hormat kepada semua karyawan, Zahra juga menghormati semuanya.


" ada bapak".


" ada Bu tapi bapak sedang ada meeting di ruangannya". Zahra menunggu di luar tak lama Faras keluar bersama klien dan asistennya mengantar klien hingga pintu ruangannya.


" sayang kapan ke sini kamu tak memberi tahu mas, tadi kamu sakit. mas kan sudah bilang jika adaa sesuatu langsung hubungi mas saja jangan ke sini". Zahra tersenyum ia tak enak menjadi pusat perhatian staf, memang Faras itu so sweet terhadap istrinya.


" masuk dulu ke dalam mas, tak enak di lihat mereka". Faras tersenyum ia kadang tak peduli sekitar ia selalu manis memperlakukan istrinya.


" ada apa hmmm..." Faras meletakkan tangannya di pinggang Zahra, Zahra mengalungkan tangannya di leher suaminya. Faras mengecup bibir istrinya dengan singkat.


" mba Najwa pasti senang mas jika tau hal ini". Faras mengusao kepala istri nya yang selalu tak lupa dengan Najwa, sudah dua tahun kepergian Najwa tapi Zahra selalu mengingat nya. bukan Faras tak ingat dengan Najwa namun ia ingin menjalani hidupnya dengan lebih tenang agar Najwa juga di sana tenang melihat kebahagiaan anak dan suaminya.


" Najwa juga melihatnya di sana sayang, mas yakin ia akan bahagia. semoga Allah mengabulkan apa yang Najwa inginkan anak perempuan dan kita sematkan nama itu untuk anak kita". Zahra mengangguk ia menitikkan air mata, Faras menghapus nya air mata itu di ciumnya kembali sang istri.


" mas kita ke makam ya". Faras mengangguk.


" nanti sore saja ya kamu harus istirahat dulu, kita kan bawa anak-anak lalu mampir ke rumah baba. baba pasti rindu dengan mereka". Zahra mengangguk Faras lagi-lagi mengecup Istrinya.


" sayang istirahat dulu di dalam, mas akan selesaikan pekerjaan mas dulu. kita pulang setelahnya, " Zahra mengangguk namun perutnya merasa mual kembali. ia berlari ke toilet, Faras menemaninya memijat tengkuk sang istri.


" tuh kan kamu mual lagi sayang, nanti kita ke dokter dulu. jangan bantah mas ingin kamu dan anak kita baik-baik saja". Zahra tersenyum ia kemudian rebahan di dalam, di ruangan Faras ada tempat tidur juga di sekat di dalam jika mengantuk Faras akan istirahat di sana.

__ADS_1


Faras kini lebih bersemangat lagi menjalani harinya, di kantor di temani sang istri. Faras lalu menghubungi Zaskia untuk bertemu konsultasi atas kehamilan Zahra. Alhamdulillah Zaskia bisa untuk bertemu dengan Faras juga Zahra. kedua istri Faras semua di tangani oleh Zaskia.


***


Umi di rumah nampak senang ia memasak makanan yang Zahra suka. Rafa dan Fathan sedang bermain bersama suster dan Abi, Abi sudah tak pernah berangkat ke kantor lagi ia menghabiskan waktunya setiap hari bersama cucunya. anak-anak yang lucu keduanya saling melindungi, Zahra selalu menasehati Rafa untuk menjaga adiknya Fathan. jiwa seorang kakak sudah melekat dalam diri Rafa, ia selalu mengalah kepada Fathan.


Faras berjalan keluar kantor ia menggenggam erat tangan istrinya, banyak yang iri dengan seorang Faras yang begitu menyayangi istrinya. meskipun dulu ia mempunyai dua istri, tapi ssbaik mungkin ia akan bersikap adil terhadap keduanya.


" sayang kita ke dokter dulu ya, mas sudah buat janji dengan Zaskia tadi dan ia bisa". ucap Faras mengecup tangan istrinya.


" mba Zaskia sudah tak di rumah sakit lagi mas setau Zahra".


" iya, ia berhenti untuk kerja dirumah sakit. hanya membuka praktek di rumah, katanya sebentar lagi ia akan membuat klinik".


" itu permintaan suaminya, bekerja di tempat sendiri agar lebih leluasa bisa mengurus anak dan suaminya".


" iya mas memang benar, seorang ibu itu tetap kembali kepada kodratnya".


" maaf sayang mas tak mengizinkan mu untuk bekerja , mas ingin kamu merawat anak-anak kita".


" iya mas, Zahra juga mau merawat anak-anak saja harta kita yang paling berharga". ucap Zahra bergelayut manja di lengan suaminya.


Hidup ini memang singkat tak tau kapan kita akan di panggilnya, tetap berbuat baik selagi kita bisa dan mampu. Jangan sia-siakan waktu yang telah tersisa, karena kita tidak tau seberapa lama lagi sisa waktu kita hingga Allah menjemput untuk mengahadap Nya. Najwa memang wanita yang hebat, sebelum ia pergi ia meninggal kan kebahagiaan untuk orang-orang yang ia sayangi.


_____

__ADS_1


__ADS_2