
Adanya ketidaksempurnaan mu tidak akan menghalangi ku untuk tidak mencintaimu. Apapun adanya dirimu kamulah yang terbaik untuk ku istriku.
Najwa keluar mobil langsung naik ke atas tanpa menghiraukan Faras, umi melihatnya saat itu umi masih berada di samping rumah menyiram tanaman. Tak biasanya sikap Najwa begitu terlihat seperti menangis, namun umi tak mau mencampuri urusan mereka. Jika mereka bercerita umi akan menasehati jika tidak umi tak mau mencampuri biarkan saja mereka pasti punya cara sendiri untuk menyelesaikannya. Najwa langsung berbaring ia masih menangis memang rasanya sakit, sedikitpun kejujuran itu penting untuk sebuah pasangan.
" sayang jangan begitu mas minta maaf, dengan cara apa mas bisa menebusnya tapi jangan begini". Faras panik melihat istrinya tak mau berbicara dengan nya. Bertahun-tahun pernikahan tanpa ada pernah masalah, kini begitu terasa masalah itu ada.
" Najwa ingin sendiri mas, tolong tinggalkan Najwa sejenak". ucap Najwa ia tak ingin melihat ke arah suaminya. akhirnya Faras memilih untuk mandi terlebih dahulu dan membiarkan Najwa meringkuk di ranjang.
Faras tak ingin menganggu Najwa ia biarkan istri nya di sana akhirnya Faras memilih pergi ke ruang kerjanya di sana pun ia hanya istirahat membaringkan tubuhnya di atas sofa. ia memikirkan semua yang di ucapkan najwa, pernikahan tak pernah ada di benaknya terpikirkan sedikit untuk menduakan Najwa tapi kenapa justru istrinya yang meminta. Faras terlelap sejenak saking pusingnya kepalanya.
Najwa berjalan menuju kamar mandi ia bebersih sejenak namun ia kaget saat melihat ada darah ditangannya, Najwa berkaca ternyata itu keluar dari dalam hidungnya tanpa Najwa sadari. Najwa bingung bagaimana cara menghentikan darah itu ia tak mau suaminya tau. Dengan berbagai cara ia coba menghentikan darah nya yang terus keluar. Tak ada yang bisa najwa lakukan selain membiarkan darah nya berhenti sendiri. Hampir satu jam Najwa berada di kamar mandi hingga berhenti darahnya lalu ia keluar. menoleh ke penjuru kamar tidak ada Faras disana Najwa lalu turun ikut bergabung dengan mertua nya.
" yang bawa singkong tadi kamu nak" tanya umi sembari menyiram tanaman.
" iya umi beli tadi tempat biasa langganan Abi" jawab Najwa tapi tak berani menatap ibu mertua Karen matanya yang sembab.
" Abi mu memang suka sekali makanan itu persis seperti Faras, tapi dulu Abi sukanya yang manis setelah dokter menyarankan untuk mengurangi makanan manis jadi Abi sekarang mengkonsumsi yang original tapi tak mengurangi rasa sukanya". umi tersenyum dengan terus menyiram tanaman, pembicaraan untuk mencairkan suasana agar Najwa tak larut dalam kesedihan.
" di mana Abi umi".
" ada sedang di belakang mengurusi peliharaan nya". umi terkekeh Abi memang gemar dengan binantang seperti burung.
" Faras sedang istirahat tumben tak Ikut turun ".
__ADS_1
" katanya lelah mi banyak kerjaan tadi di kantor, mas Faras istirahat dulu". ucap Najwa .
Setelah selesai Najwa menyiapkan singkong di meja makan, Abi datang langsung melihatnya dan mendekat. Abi sangat faham dengan aromanya, langganan Abi.
" wah boleh di makan" tanya Abi yang tak sabar.
" iya bi silahkan" Najwa tersenyum ia senang bisa membuat mertuanya senang.
" mana Faras nak".
" lagi istirahat bi". jawab Najwa berbohong.
Faras turun menghampiri semuanya ia tau apa yang di ucapkan istri nya. padahal Faras hanya menenangkan pikirannya sejenak ia tak mau amarah nya memanas.
" tadi Faras sudah makan di sana bi, sudah kenyang itu untuk Abi". Faras tersenyum duduk di samping Najwa yang sedang berdiri menyiapkan sendok untuk Abi.
Najwa ingin pergi tapi tangannya di cekal oleh Faras karena di situ ada Abi Najwa akhirnya diam lalu duduk di samping Faras. Pemandangan itu terlihat oleh Abi, Abi menebak jika mereka memang masih berantem baru kali ini Abi melihat anak dan menantunya tak baik-baik saja. Abi mengerti ia lalu pura-pura keluar menemui umi menawarkan apa yang di makan Abi. Faras masih memegang pergelangan tangan Najwa di bawah meja membuat Najwa tak bisa pergi.
" Sayang jangan di biarkan larut aku gak tahan jika kamu diamkan seperti ini". sebenarnya Najwa kasihan dengan suaminya ini untuk pertama kalinya Najwa marah.
" lepaskan tanganku mas". Faras tetap tak ingin melepaskan.
" mintalah apapun dariku tapi tidak untuk yang satu itu". ucap Faras dengan wajah yang sayu.
__ADS_1
" Najwa tak pernah minta apapun dari mas, hanya itu permintaan dariku mas." Faras lalu menggemgam kedua tangan istrinya.
" tolong mengertilah Najwa, pernikahan itu tak hanya untuk mencari keturunan atau menyalurkan hasrat saja tapi butuh adanya cinta. Cinta itu yang akan membawa kita ke surgaNya dengan banyaknya pahala dalam pernikahan. dan aku manusia biasa yang tak mungkin bisa adil seperti Rasulullah. Cukup kamu istriku Najwa tolong jangan paksa aku". Najwa melepas tangan Faras lalu ia naik ke atas di susul dengan Faras. Najwa masuk ke kamarnya Faras langsung memeluk Najwa dari belakang.
" Kamu tau pernikahan itu sakral tak mudah bagiku untuk mencintai siapapun, semenjak bertemu dengan mu yang aku jadikan sebagai istri ku hariku berwarna. aku sangat bahagia kamu wanita saliha ku najwa". najwa menangis ia tetap diam tak bergerak, Faras membalikkan tubuh Najwa ia menghapus air mata yang menggenang. Lalu di peluknya sang istri di dalam dekapan.
" Abi tau, sepertinya Faras dan Najwa sedang ada masalah". ucap umi mendekati Abi.
" iya mereka berbeda hari ini berbeda". Abi celingukan melihat ke arah meja makan.
" mereka naik ke atas bi".
" tak perlu kita mencampuri urusan mereka umi, mereka sudah dewasa pasti mereka akan bisa mengatasinya kecuali mereka salah satunya berbicara dengan kita baru kita bisa membantu". ucap Abi kemudian memang baru kali ini mereka berdua ada masalah.
Di atas Faras masih terus merayu Najwa agar istri nya menggagalkan keinginan nya. Di angkatnya sang istri menuju ranjang, Najwa tak bisa menolak karena ia tau hukumnya menolak suami. Tak bisa lagi najwa mengucapkan perkataan apapun ia sudah terlena dengan hangatnya sentuhan sang suami, Faras membawanya ke dalam kenikmatan.
" aku hanya milikmu dan kamu hanya milikku sayang. tak akan ada pernikahan lagi, cukup dengan kasih sayangmu aku sudah bahagia sangat bahagia". ucap Faras sembari membelai lembut istri nya.
"Adanya ketidaksempurnaan mu tidak akan menghalangi ku untuk tidak mencintaimu. Apapun adanya dirimu kamulah yang terbaik untuk ku istriku. Terimakasih sudah menemani ku selama ini menjadi istri saliha menerima segala atas kekurangan ku. selama ini kamu tak pernah mengeluh atas hal yang buruk dariku, bagaimana aku tak semakin mencintai mu Najwa". sore itu mereka lalui dengan hal panas padahal tak biasanya Faras melakukan di hari masih terang, ia hanya ingin istri nya tidak marah lagi dan melupakan kejadian yang sudah memacu emosi.
\_\_\_
__ADS_1
bersambung