
Pintu dibuka, Raina melihat sekeliling ruangan dengan ornamen yang indah,
" wah ruangan yang bagus, ini ruangan siapa?".
"Ruanganku".
" keren". Raina mengacungi 2 jempol.
"Ayo sini". Rasya menggandeng Raina menuju satu meja yang diatasnya tersusun miniature desain nya.
" wah ini desain yang cantik ". Ujar Raina.
"Terdapat 2 desain desain pertama desain rumah yang Asri. Rumah yang tidak terlalu besar Tapi memiliki taman yg cukup luas. Semua serba hijau dengan rumah berlantai 3.
Lantai pertama seperti biasa ada ruang tamu, dapur kotor Dan dapur bersih, meja makan, Dan kamar Assistant rumah tangga.
Lantai 2 adalah kamar utama, kamar anak Dan kamar tamu. Serta balkon.
Lantai 3 itu kolam renang indoor serta ruangan lainnya.
Dan desain 1 lagi itu adalah desain rumah sakit yang Asri juga. Gimana Kamu suka?"
"Wah ini indah sekali. Apa ini project baru mu?".
" Ini adalah hadiah". Jawab Rasya
"Hadiah ? Untuk siapa?".
" calon istriku".
Raina terkejut Dan sedikit sedih. Dia fikir Rasya memiliki calon istri.
"Oh kamu sudah punya calon istri? Kok gak bilang? Pasti calon istrimu bahagia atas hadiah ini". Ucap Raina sedikit sedih.
Rasya menggenggam tangan Raina, Raina terkejut.
" Kamu calon istri ku". Rasya mencium tangan Raina
__ADS_1
"Aku?". Raina terkejut.
" Iya, emang siapa lagi?". Rasya mengusap pipi Raina dengan lembut.
"Tapi, kenapa Aku?".
" Loh Kamu gamau jadi istriku ?".
Raina tersipu malu
"Ingat gak apa yang aku katakan saat Kamu pergi ke London ? Aku akan menunggumu sampai kamu pulang".
Rasya mengambil sesuatu di kantong celananya.
Ia berlutut membuka kotak cincin yang Ia ambil dari saku celananya
" Raina Anindya Satrawidjaya, will you marry me?.
Raina terkejut atas apa yang Rasya lakukan.
"Tapi, kita baru bertemu beberapa hari, apa Kamu yakin dengan semua ini?". Jawab Raina
"Eh nggak".
" jadi ???".
Raina mengangguk mengisyaratkan Ia menerima.
Rasya sangat bahagia Dan memasang cincin di jari manis Raina.
Rasya memeluk Raina dengan erat
"Menunggumu tidak sia-sia. Terimakasih Raina. Aku mencintaimu".
" aku juga mencintaimu Rasya".
Rasya melepas pelukannya Dan mengajak Raina duduk di sofa.
__ADS_1
"Aku janji nanti setelah pulang, aku akan melamarmu".
Raina sangat bahagia dan memeluk Rasya
" Terimakasih". Membisik kepada Rasya.
"Udah jangan nangis". Rasya menghapus airmata Raina.
" Aku fikir Kamu punya calon istri lain tadi". Ucap Raina.
"Kok berfikir kaya gitu? Kalo Aku punya calon lain mana mungkin aku terus mepet Kamu". Rasya tertawa.
" makasih ya Kamu menepati janjimu. Gak sia-sia Aku menjaga cinta ini begitu lama". Raina menggenggam tangan Rasya Dan mengusap ke pipinya.
"Ayo kita keluar". Ucap Raina.
" kemana?".
"Surprise ke 2 untuk calon istriku yang cantik". Ucap Rasya mengusap rambut Raina.
" Ayo".
mereka pun berdiri meninggalkan kantor.
Rasya melajukan mobilnya.
dalam mobil, Raina tak henti menggenggam tangan Rasya. perasaan Raina yang sangat bahagia hari itu.
"Sejak kapan Kamu membuat desain rumah Dan Rumah sakit itu?". Raina memulai pembicaraan
" sejak 3 tahun lalu". jawab Rasya.
" Aku fikir Kamu sudah pulang, Tapi ternyata belum ". tambah Rasya
" Bagaimana Kamu tau aku belum pulang?". Tanya Raina
"Aku sering datang kerumahmu. melihat apa Kamu sudah pulang. Aku juga sering Tanya satpam komplek".
__ADS_1
mereka pun berbincang banyak hal.