
Mentari bersinar menerangi bumi. Semua makhluk bersiap menyambut hari baru dengan Semangat baru. Begitupun Raina & Rasya.
Raina turun lebih awal untuk mempersiapkan sarapan untuk Rasya & Risya. Ia hanya membuat juice & sandwich. Tepat pukul 7 mereka datang ke meja makan.
"Wah sarapan kita sudah jadi. Maaf ya kak aku tidak membantu". Ujar Risya.
" tidak apa, ini kan tugas kakak. Pokoknya sekarang yang masak dirumah ini adalah Aku". Ujar Raina menunjuk diri sendiri penuh bangga.
Risya bertepuk tangan. "Akhirnya tidak perlu order makanan lagi". Ujar Risya.
"Sayang, makasih ya". Rasya mencium kening Raina
" uhuk uhuk". Risya pura-pura batuk.
"Ayo duduk". Ujar Raina
Merekapun melahap makanan yang Raina buat.
Selesai makan Raina pamit ke atas untuk bersiap.
" Sayang, Aku bersiap dulu ya". Ujar Raina pergi menuju kamar.
"Mau kemana kak ?". Tanya Risya.
" mau kasih kejutan untuk kakak iparmu". Ujar Rasya berbisik.
"Apa?". Tanya Risya juga berbisik
Rasya menceritakan apa yang ingin Rasya berikan.
" Aku ikut ya". Ujar Risya kegirangan
"Kamu kan kuliah". Ujar Rasya.
" ahhhhh Aku absen deh". Ujar Risya
Rasya melotot. "Gimana mau jadi dokter seperti Rain kalau kuliah aja malas". Rasya menjewer telinga Risya.
" hemmmm iya iya". Risya mengusap telinga yang dijewer.
Rainapun datang.
"Ayo sayang, aku sudah siap". Ujar Raina.
" ayo". Rasya berdiri.
"Have fun kakak". Ujar Risya.
__ADS_1
Raina memeluk Risya.
" nanti pulang kuliah kerumah Mama Papa ya kita mau kesana". Ujar Raina kepada Risya
"Ok siap". Ujar Risya.
" Yasudah kita jalan dulu ya. Assalamualaikum". Raina & Rasya mengucapkan salam
"Waalaikumsalam ". Ujar Risya.
Raina & Rasya sudah tak terlihat.
Risya kembali ke kamar untuk bersiap kuliah. Saat ingin keluar, ponselnya berdering.
" hallo". Ujar Risya
"Assalamualaikum, Risya ini Aldo". Ujar Aldo di ujung telpon
" Waalaikumsalam. Oh Aldo, ada apa menelpon?". Tanya Risya.
"Hari ini ada acara gak ? Jalan yuk". Ujar Aldo.
" ahhhhh hari ini Aku ingin pergi ke Rumah kak Raina ". Ujar Risya
" kapa???". Tanya Aldo
" oh OK". Jawab Aldo
Tuttt tuttt tuttt. Tiba-tiba telfon terputus.
"Aneh deh ini laki-laki". Ujar Risya.
Ia pun pergi ke kampus.
Ditempat lain. Raina Dan Rasya sampai di satu tempat. Rasya mengambil sebuah kain.
" tutup matamu ya". Ujar Rasya
"Eh mau ngapain ?". Raina menolak " katanya mau lihat project baru kamu". Ujar Raina
"Iya, Kamu tutup mata dulu, disana banyak debu". Ujar Rasya
" ngarang Kamu, kan bisa pakai kacamata". Ujar Raina kesal.
"Nurut aja kenapa". Ujar Rasya menutup mata Raina.
" awas ya kalau Kamu macam-macam". Ujar Raina bete
__ADS_1
"Tidak sayang, Aku hanya ingin 1 macam". Rasya mencium leher Raina.
Rasya turun dari mobil lalu membuka pintu Raina, Rasya menuntun Raina.
Semua pekerja mengucapkan salam kepada Rasya.
" Kamu siap?". Ujar Rasya. "1...2...3... Buka matamu". Ujar Rasya membuka kain penutup mata Raina.
Raina bingung, hanya lahan kosong yang Ia lihat. Rasya membalikkan badan Raina.
" Ini apa sayang?". Tanya Raina.
"Rumah keong". Ujar Rasya ngasal. " Ini Rumah Sakit & Rumah impiamu". Ujar Rasya.
"Serius kamu?". Tanya Raina
" Iyalah, apa Kamu lupa saat Aku melamarmu Aku memperlihatkan desain Rumah Sakit & Rumah kita ??". Ujar Rasya.
"Iya Aku ingat. Lalu??". Ujar Raina masih tidak percaya.
" setelah Aku mendapatkan izin dari Papa, Akhirnya Aku mulai membangun ini semua". Ujar Rasya.
"Aaaaaa jadi ini benar Rumah Sakit & Rumah impianku ???". Raina memeluk Rasya Dan menangis. " terimakasih sayang".
"Kenapa nangis ??". Ujar Rasya mengusap air mata Raina.
Raina hanya memandang Rasya dengan senyuman yang sangat cantik. " Aku hanya bisa bersyukur Allah berikan Malaikat nya untukku". Ujar Raina masih banjir air mata. "Terimakasih sayang". Raina memeluk Rasya.
" Sayang, Kamu adalah Istriku. Calon Ibu dari anak-anakku. Kebahagiaan mu itu yang Utama untukku. Aku tidak memiliki orangtua, jadi Aku hanya memilikimu. Bahkan Risya sekarang sangat Bahagia atas kehadiranmu. Kamu Berhak mendapatkan kebahagiaan. Aku sudah janji pada Mama Papa ku, pada Allah saat Ijab Qobul, pada Papa Mama Kamu bahkan padamu Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia. Apa yang kamu dapatkan tak sebanding dengan kehadiranmu dihidupku & Risya". Ujar Rasya menggenggam tangan Raina.
"Aku mencintaimu Rasya". Ujar Raina memeluk Rasya.
" Sudah jangam menangis. Ayo kita lihat semuanya". Ujar Rasya.
Merekapun berkeliling lahan seluas 1 hektar.
Rasya memilih lokasi di tengah rumah sakit Papa Raina Dan kantor Rasya. Meski sulit karena disana adalah rumah penduduk namun Rasya bisa bernegoisasi dengan warga sampai akhirnya lahat itu menjadi miliknya.
"Sayang, semua ini masih atas namaku, setelah semua rampung, akan aku ganti atas namamu". Ujar Rasya
" tidak perlu sayang, mendapatkan ini semua Aku sudah bahagia". Ujar Raina memandang Rasya.
"Ini kan hadiah ulang tahun & pernikahan dariku untukmu, jadi ini semua hak kamu". Ujar Rasya.
" Terimakasih sayang". Raina memeluk tangan Rasya.
"Yasudah. Kita sekarang kerumah Mama Papa yuk". Ujar Rasya.
__ADS_1
" Ayo". Raina & Rasya berjalan menuju mobil.