Rain...

Rain...
di kamar


__ADS_3

Merekapun duduk dibibir tempat tidur. Mereka saling pandang. Masih terlihat canggung karena sejak seminggu mereka tidak bertemu Dan saat bertemu mereka sudah menjadi suami isteri.


Mereka saling pandang. Raina tertunduk malu Rasya memandang nya begitu dalam.


Rasya meraih dagu Raina Dan mengangkatnya. "Kamu begitu cantik hari ini, seindah mentari yang menerangi bumi". Rasya semakin dekat dengan wajar Raina, sampai bibir mereka beradu. Rasya sangat lembut mengecup istrinya. Raina begitu bahagia karena akhirnya Rasya mencium nya tanpa ada keraguan. Namun, mungkin karena tidak terbiasa, Rasya hanya mampu sebentar mencium Raina. Raina hanya tersenyum dengan kelakuan Suaminya itu.


Ternyata dia masih kaku. Ujar Raina dalam hati.


Rasya masih mengatur nafasnya.


Raina hanya tertawa kecil menutup mulut Dan membalikkan badannya. Ia takut suaminya melihat nya tertawa.


" Sayang ". Rasya menyentuh pundak Raina


" Ah Iya". Raina membalikkan badannya.


"Ayo". Rasya melirik ke tengah tempat tidur.


" Ah mau ngapain?". Raina terlihat Panik. Dia berfikir yang aneh-aneh.


"Beristirahat lah, acara masih nanti sore. Saat pukul 3 nanti MUA akan mengganti baju kita. Jangan fikir yang aneh-aneh deh. Memang kita sudah suami istri, Tapi bukan sekarang waktunya". Ujar Rasya menarik hidung mancung Raina.


Pipi Raina merona. Ia tersipu malu.


" Aku ingin mengganti pakaianku dulu". Ujar Raina pergi menuju ruang ganti baju.

__ADS_1


Tak lama, Raina keluar hanya dengan menggunakan jubah handuk.


Rasya yang melihat menelan ludah.


Dengan jubah handuk yang sampai lutut, rambut panjang yang diurai dengan balutan make up membuat Raina semakin terlihat cantik.


Raina berjalan menuju tempat tidur, duduk disamping Rasya yang sudah bersandar ditempat tidur.


Rasya pun melepas pakaiannya Dan hanya menggunakan kaos dalam.


Rasya membalikkan badan hingga mereka saling berhadapan. Rasya meraih dagu Raina, Dan Ia mencium kembali Raina.


"Buka mulutmu". Ujar Raina kepada Rasya.


Rasya hanya menuruti, Dan Rasya terkejut dengan apa yang dilakukan Raina.


Raina mencium Rasya Dan ******* lidah Rasya. Rasya yang belum terbiasa melepas ciumannya Dan mulai bernafas.


Raina tertawa saat melihat kelakuan Suaminya.


"Kamu kenapa tertawa?". Tanya Rasya bingung.


" Kamu tidak pernah ciuman ya?". Tanya Raina


"Iyalah aku tidak pernah ciuman. Dengan siapa aku berciuman?". Tanya Rasya.

__ADS_1


Raina hanya tertawa kecil.


" Jangan-jangan Kamu yang pernah berciuman ya". Ujar Rasya dengan tatapan tajam. "Buktinya Kamu ahli dalam berciuman". Tanya Rasya.


Raina hanya tersenyum menutup mulutnya Dan menggelengkan kepalanya.


" Loh, aku sering menjadi penonton saat di London banyak pasangan yang berciuman seperti itu. Mereka menyebutnya France kiss". Ujar Raina masih menahan tertawa.


"Baiklah kita bisa istirahat dulu, ayo sini". Rasya menarik tangan Raina Dan meraih kepala Raina agar bersandar pada dadanya.


Rasya menepuk-nepuk kepala Raina.


" Sayang, apa Kamu bahagia?". Tanya Rasya


"Tentu Aku bahagia, ini kan yang kita inginkan". Ujar Rasya.


Rasya teringat sesuatu. Ia mencoba duduk, Raina pun ikut duduk.


"Ada apa ??". Tanya Raina.


" Tunggu sebentar ". Ujar Rasya berdiri mengambil Dan berjalan menuju kulkas yang ada didalam ruangan.


Ia berjongkok mengambil sesuatu. Saat berbalik, Raina terkejut. Rasya membawa cake ulang tahun yang tidak begitu besar namun sangat lucu. Rasya meraih korek diatas kulkas yang Ia siap kan. Ia duduk disamping Raina menyalakan lilin yang Ia pasang di cake ulang tahun.


" happy birthday my wife, doa terbaik untuk mu. Ayo tiup lilinnya". Ujar Rasya

__ADS_1


Raina meniup lilinnya.


"Terimakasih sayang". Raina mengecup Rasya lalu memeluknya.


__ADS_2