
Masa lalu Rasya.
Rasya adalah anak dari keluarga yang sederhana. Ia yang tinggal hanya denga Putra Brawidjaya Ayahnya yang hanya pemilik bengkel mobil tidak terlalu besar Dan bersama Risya adik satu-satunya. Ibu Rasya telah meninggal sejak lama, saat Ibu Rasya melahirkan Risya mereka ber 3 hidup dengan baik dan penuh cinta.
Papa Rasya adalah orang yang baik. Ia selalu mengajarkan kebaikan terhadap Rasya & Risya.
Kehidupan Rasya sangat normal. Ia pergi sekolah, kadang membantu papa nya di bengkel.
Rasya mengatakan ingin menjadi Arsitek ketika Ia dewasa, Papa Rasya hanya bisa mendukungnya karena kebahagiaan anak adalah prioritas Utama selagi hal positive.
Ketika lulus SMA, Rasya masuk ke Universitas ternama di Indonesia, melalui jalir beasiswa akhirnya Ia bisa masuk ke fakultas Arsitektur.
Saat kuliah, Rasya mahasiswa yang aktif sampai Ia bisa jadi ketua Senat. Ia selalu fokus dalam belajar, tidak pernah memikirkan apapun.
Sampai, Naina teman satu fakultas mendekatinya. Rasya hanya menganggapnya teman, bukan lebih. Namun mereka semakin dekat Dan Rasya berprilaku baik terhadap Naina. Naina pun berfikir bahwa Rasya mencintainya. Hingga suatu hari, Naina mengatakan cinta pada Rasya.
"Maaf Naina, untuk sekarang, Aku tidak memikirkan untuk menjalin suatu hubungan. Aku hanya fokus untu bisa lulus dengan nilai yang baik Dan bisa melanjutkan kuliah kembali di Luar Negeri". Ujar Rasya
" Tapi, Aku bisa menunggumu untuk hari itu". Ujar Naina menggenggam tangan Rasya.
"Maaf Naina, jangan pernah menungguku, karena Aku sudah mencintai seseorang sejak lama". Ujar Rasya lembut memandang langit mengingat wajah Raina.
" Siapa? Kenapa Aku tidak pernah melihat nya bersamamu". Tanya Naina
__ADS_1
"Namanya Raina, Dia adalah pasanganku saat kita menjadi partner olimpiade saat SMA. Sekarang Dia sedang melanjutkan kuliah kedokteran Di London". Ujar Rasya tersenyum menceritakan soal Raina.
" Bagaimana jika Dia memiliki pasangan disana??". Tanya Naina
"Aku tidak perduli, Aku hanya ingin menunggu nya. Rasa cintaku pada nya pun semakin hari semakin besar. Maaf kan aku Tapi aku tidak bisa menerima cintamu. Carilah lelaki lain yang lebih baik dariku". Ujar Rasya
Tapi, Hanya Kamu yang aku mau Rasya. Ujar Naina dalam hati.
" Baiklah, anggap saja Aku tidak pernah mengatakan cinta padamu. Kita kembali menjadi sahabat". Ujar Naina.
Jika Aku tidak bisa memilikimu, setidaknya Aku bisa berada disampingmu. Ujar Naina dalam hati.
"Dengan senang hati". Ujar Rasya tersenyum. " Baiklah, Aku pamit dulu ya, Aku harus menjemput Risya disekolah". Rasya pamit meninggalkan Naina.
Mereka berbahagia karena hari ini adalah hari wisuda. Rasya sudah nampak diluar gedung dengan menggunakan jas berwarna Hitam dengan dasi berwarna biru tua kemeja putih Dan celana senada dengan jas yang Ia kenakan.
Ia menunggu Papa Dan Risya datang. Rasya pergi duluan karena Ia harus gladiresik.
Acara sudah hampir dimulai Tapi Papa nya Dan Risya belum juga datang. Ia mencoba menelpon Papanya.
"Halo, Papa dimana? Acara sudah mau mulai". Ujar Rasya
" tunggu nak sebentar lagi Papa sampai". Ujar Papa Rasya.
__ADS_1
"Cepat ya Papa". Ujar Rasya.
Ia masuk terlebih dahulu.
Saat sampai didepan pintu, ponsel Rasya berdering. Terlihat yang menelpon Papa
" halo, Papa dimana?" Tanya Rasya
"Halo, maaf saya menelpon karena pemilik ponsel ini kecelakaan, sekarang kita membawanya ke Rumah Sakit".
Rasya terkejut
" Astagfirullah, Rumah sakit mana??? Saya akan segera datang".
"Kami sedang menuju rumah sakit terdekat. Mungkin Rumah sakit xxxxx".
" Baiklah saya akan menyusul ". Rasya Panik Dan berlari mencari tukang ojek.
" Bang, antarkan saya ke Rumah Sakit Xxxxx". Ujar Rasya masih dengan rasa Panik.
**Jangan lupa untuk Like, komen & vote. Krisa sangat diperbolehkan asal dengan kata2 yang baik
Enjoy the reading 😉**
__ADS_1