Rain...

Rain...
operasi Rasya


__ADS_3

Operasi Rasya pun dimulai. Papa Raina yang mengoprasi Rasya langsung.


Diluar ruang operasi ada 3 wanita menunggu dengan rasa khawatir. Terlihat Raina yang mundar mandiri melihat ke ruang operasi.


"Raina, lebih baik Kamu pulang dulu, bersihkan badanmu". Ujar Mama Raina


" Tapi Mah, Aku harus disini bersama Rasya ". Jawab Raina.


" lihat keadaanmu". Mama Raina memandang seluruh tibuh Raina.


"Iya kak, lihat keadaanmu, jangan sampai saat kak Rasya terbangun Dia masih melihat keadaanmu seperti ini". Ujar Risya. " Aku akan menemani kak Raina". Ujar Risya


"Pergilah, biar Mama yang menjaga disini". Jawab Mama Raina.


Rainapun menurut. Raina & Risya berjalan keluar menuju mobil.


Didalam mobil, Risya yang mengemudikan sedangkan Raina duduk disampingnya.


"Maafkan Aku Risya, karena menolongku, kakakmu menjadi seperti ini". Raina menangis.


" ini bukan salah kakak. Kak Rasya melakukan hal yang betul". Jawab Risya.


Risyapun melajukan mobilnya.


Tak lama mereka sampai dirumah Raina


"Ayo masuk". Raina menarik tangan Risya. Berjalan menuju kamar Raina.


"Mbak, tolong antarkan 2 jus jeruk keatas". Ujar Raina ke Assistant rumah tangga nya.

__ADS_1


" baik Nona". Jawabnya


"Kamu duduk dulu, Aku ingin membersihkan tubuhku". Ujar Raina.


Raina berlalu menuju kamar mandi sedangkan Risya duduk di sofa.


Wah ternyata besar ya rumah kak Raina. Kamarnya pun sangat besar Dan indah. Pantas saja kak Rasya berjuang mati-matian untuk menyetararakan dengan keluarga kak Raina. Ujar Risya dalam hati.


Mbak pun datang membawa 2 gelas jus jeruk.


" ini non Silahkan diminum". Ujar mbak


"Terimakasih mbak". Jawab Risya


Mbak pun berlalu keluar.


Tak lama Raina keluar dengan penampilan yang lebih baik. Menggunakan celana Jeans panjang, T-shirt putih Dan jacket jeans berwarna pink dengan rambut terurai tanpa make up & memakai sneakers kenamaan dunia tetap memperlihatkan kecantikan Raina.


Risya pun berdiri Dan berjalan mengikuti Raina.


Merekapun berlalu meninggalkan rumah Dan melajukan mobilnya.


Sampai dirumah sakit mereka berjalan cepat.


"Bagaimana mah?". Tanya Raina


" belum selesai". Jawab Mama Raina.


Tak lama Papa Raina pun keluar

__ADS_1


"Bagaimana Pah?". Tanya Raina


" Alhamdulillah berjalan baik. Setelah ini akan dipindahkan keruang rawat". Jawab Papa Raina Dan berlalu pergi. Mama Raina menyusul.


Tak lama Rasya keluar dari ruang operasi, Raina Dan Risya menemani sampai ke Ruang Inap.


Sampai diruangan VVIP, suster mengecek segalanya. Setelah selesai mereka pamit keluar.


Raina Dan Risya duduk disamping tempat tidur Rasya.


"Sya bangun dong". Raina menggenggam tangan Rasya sambil menangis.


Melihat kejadian itu, Risya ikut menitihkan air mata.


Ia melihat betapa mereka berdua saling mencintai, yang satu rela melakukan apapun sampai rela mempertaruhkan nyawanya, Dan yang 1 merasa bersalah atas apa yang terjadi Dan menangis tanpa henti.


Ya Allah persatukan lah mereka berdua. Risya berdoa dalam hatinya.


Mama Raina datang dengan membawa makanan.


" kalian berdua ayo makan dulu". Ujar Mama Raina.


"Aku gak lapar Ma". jawab Raina yang masih memandang Rasya.


" Ayodong Nak, Kamu pasti belum makan kan dari siang? nanti Kamu sakit". mama Raina menyentuh bahu Raina.


"benar apa yang dikatakan Tante, ayo Kak jangan sampai kak Rasya tau kakak gak mau makan, nanti dia sedih loh". rayu Risya.


Rainapun setuju Dan meraih makanannya. mereka menuju ruang lain untuk makan.

__ADS_1


Hari demi hari berganti. sudah 3 hari Rasya belum sadarkan diri. Raina yang masih terlihat cemas Dan menangis.


" Sya. kamu gak cape pingsan selama ini? Ayo bangun". raina meneteskan Air matanya. "Om sudah menahan Nico, Kamu bangun balaskan dendammu, dia berani mencium dan menyentuhku". ujar Raina menangis.


__ADS_2