
tepat pukul 10 malam mereka sampai dirumah.
"Assalamualaikum". Risya mengetuk pintu.
" Waalaikumsalam ". Mama membuka pintu. " Kalian sudah pulang". ujar Mama.
"Assalamualaikum. Tante". Aldo mencium tangan Tantenya.
" Waalaikumsalam". jawab Mama
"Tante, Aldo pulang dulu ya. sudah malam". ujar Aldo.
" Yasudah Kamu hati-hati ya". jawab Mama Raina.
Aldo pun pergi Dan Risya masuk kedalam rumah.
"Mah Aku ke kamar dulu ya". ujar Risya
" Iya, Kamu istirahat ya". ujar Mama pengelus kepala Risya.
Risya pun naik ke atas menuju kamar.
Didalam kamar, Raina mendengar ada yang berjalan diluar.
"itu sepertinya Risya sudah pulang". ujar Raina yang sedang dalam pelukan Rasya.
" Bagus lah Aldo menepati janjinya". ujar Rasya masih mengelus perut Raina.
"Aku mau lihat Risya dulu". Ujar Raina beranjak dari pelukkan Rasya lalu pergi keluar.
" Risya ". Raina mengetuk pintu.
Risya membuka pintu
" Eh kak Raina belum tidur?". Tanya Risya.
Raina masuk kedalam kamar Risya.
__ADS_1
"Gimana Kamu dengan Aldo???". Tanya Raina penasaran
"Bi.. biasa aja kok kak". Wajah Risya memerah membayangkan ciuman Aldo.
" Aaaaaaaa Aldo cium Kamu ya???". Raina meledek
"Ehhhhh Nggak kok kak". ujar Risya Panik
" Itu wajahmu memerah saat kakak Tanya soal Aldo". ledek Raina.
Risya memegang tangan Raina lalu menganggukan kepalanya. "Jangan bilang kak Rasya". ujar Risya merasa Takut.
" Wah si Aldo Garcep". teriak Raina
Risya menutup mulut Raina dengan tangannya. "kak jangan berisik".
" hahahahahaha maaf maaf". ujar Raina. "berani juga itu anak". ujar Raina. " eh Kamu gak ngapa-ngapain lagi kan sama Dia?". Raina curiga.
"Gak kok kak beneran deh". ujar Risya.
" Baguslah. jangan melebihi batas ya. kamu harus jaga dirimu jaga kehormatanmu. meski Dia mau menikahimu Tapi kalian belum sah jadi Suami istri". Ujar Raina menyentuh pundak Risya.
" kenapa???". Tanya Risya
"hehehehehe gak apa-apa. oya, gimana pesta nya tadi?". Tanya Raina
" Seru kak teman-teman Aldo sangat baik. terutama Dita. Dia yang menemani ku saat Aldo bertemu kawan-kawannya". ujar Risya bahagia.
"Oh Dita juga ikut. iya Dia memang seru anaknya. beberapa Kali Kakak jumpa dengan dia. anak yang ceria Dan pintar. kamu juga bisa berteman dengannya". ujar Raina. " yasudah Kamu istirahat ya kakak juga mau ke kamar lagi. pasti kakakmu menunggu". ujar Raina berdiri Dan pergi.
hihihihihihi hebat si Aldo berani cium-cium Risya. ujar Raina dalam hati tersenyum-senyum.
Raina masuk kedalam kamarnya
"Sayang, lama Banget sih ngobrol nya". ujar Rasya bete.
"Ih Aku ngecek adikmu. kamu jadi kakak gak ada perhatiannya". ujar Raina menghampiri Rasya.
__ADS_1
" Dia kan sudah besar gak perlu dikhawatirin begitu. lagian bilang aja kamu kepo sama Risya kan???". tebak Rasya
"Hahahahahaha Kamu tahu aja suamiku". raina menarik hidung Rasya
"Terus apa yang Kamu dapatkan?". Tanya Rasya
" Ada deh ". ledek Raina menjulurkan lidahnya.
" oh mulai main rahasia ya sama aku". Rasya menarik Raina hingga terjerambah di tempat tidur lalu mengelitiki Raina
"Hahahahahaha ampun Rasya berhenti gelii". teriak Raina tertawa karena geli.
Rasya tidak menghentikan.
" Awwwwww". teriak Raina menyentuh perutnya.
"Sayang kenapa??". Rasya panik.
" jangan mengelitiki orang Hamil. perutku sedikit kram sekarang". Raina meringis kesakitan
"Astagfirullah maaf sayang Aku tidak bermaksud". Rasya panik
" tolong ambilkan obat yang berwarna biru di nakas". ujar Raina.
Rasya buru-buru mengambil obat Dan air minum.
"Minum sayang". Rasya membantu Raina untuk duduk.
Raina meminum obatnya.
" bagaimana sayang?". Tanya Rasya
"Sudah agak mendingan". ujar Raina.
" maafkan Aku ". Rasya memeluk Raina
" Sudah, Aku tidak apa-apa hanya lain Kali jangan diulangi. itu sedikit berbahaya". ujar Raina mengelus punggung Rasya.
__ADS_1
"Sekarang kamu istirahat. lagi pula ini sudah malam". Rasya merebahkan tubuh Raina.
merekapun mencoba tidur sambil berpelukan.