Rain...

Rain...
pertunangan


__ADS_3

Pagi telah berganti. Langit begitu cerah namun perasaan Risya mendung seperti awan yang ingin membasahi bumi. Ia merasa sedih harus berpisah dengan Aldo. Meski sebelum nya Ia menolak Aldo, Tapi perasaannya tidak visa dibohongin terutama saat Aldo berniat menikahinya.


"Hari ini Dia akan pergi". Risya yang sedang bersiap memantulkan bayangannya di cermin. Terlihat matanya yang berkaca-kaca.


"Hei hati, kenapa Aku merasakan sakit ini". Risya mengelus dadanya yang serasa sesak.


"Tidak.. Tidak boleh terlihat sedih, atau Aldo akan ikut sedih". Risya menyekat air mata yang keluar dari matanya.


Ia menarik nafas dengan pelan lalu membuangnya secara perlahan.


Setelah bersiap, Ia keluar Dan turun.


Dibawah semua keluarga sudah berkumpul termasuk Dirgantara & Aldo.


"Eh Risya, ayo sini duduk". Ujar Raina tersenyum.


Risya menghampiri Raina Dan duduk.


"Rasya, maafkan Aldo. Ia baru memberitahu Om soal Risya Semalam. Smoga kita bisa melamar adikmu lebih baik lagi nantinya". Ujar Dirgantara merasa tidak enak pada Rasya.


"Ah Om jangan difikirkan. Itu kan baru niat baik Aldo yang berbicara dengan Rasya belum resmi. Tapi, Rasya bangga pada Aldo karena Dia sungguh lelaki yang baik Dan bertanggung jawab". Ujar Rasya tersenyum.


"Kak, ada yang ingin Aldo katakan". Ujar Aldo merasa gugup.


"Ada apa?". Tanya Rasya.


"Aldo sudah memikirkan ini semalaman, jujur rencana ini awalnya Aldo ingin lakukan saat liburan semester. Tapi, Aldo tidak bisa menunggu lagi. Apakah Kak Rasya setuju kalau hari ini Aku Dan Risya bertunangan?". Ujar Aldo yakin


Semua orang terkejut terutama Risya.


"Aldo jangan macem-macem. Kamu fikir bertunangan hal sepele". Ujar Dirgantara terkejut.


"Aldo serius Pah. Kalau Kak Rasya mengizinkan". Ujar Aldo meraih sesuatu di tas kecilnya.


Cincin. Aldo mengambil sepasang cincin di sebuah kotak.


Rasya menatap Raina. Raina pun menatap Rasya bingung Dan Takut.


Raina memandang Papanya memberi isyarat.I


"Rasya, maafkan Aldo yang betingkah kurang baik". Dirgantara merasa tidak enak.


"Rasya, maafkan Aldo Dia tidak dewasa dalam hal ini". Ujar Surya yang merasa kaget juga akan tingkah Aldo.

__ADS_1


Dalam keluarga Satrawidjaya pertunangan adalah hal yang sakral. Semua keluarga besar harus hadir melihat kebahagiaan keluarga. Namun, apa yang Aldo lakukan cukup mengejutkan.


"Jangan salah sangka dulu. Aku hanya ingin mengikat Risya sebagai milikku. Ya meski belum menikah setidaknya tunangan dulu. Aku akan tenang pergi untuk study saat Aku sudah mengikat Risya sebagai tunanganku". Ujar Aldo serius


"Hmmmmmm kakak tidak bisa memberi jawaban. Hanya Risya yang harus menjawab". Ujar Rasya memandang pada Risya.


Risya merasa terkejut dengan apa yang Rasya katakan. Tangan Risya bergetar Ia bingung harus berbuat apa.


Raina yang melihat tingkah Risya, langsung mengajak Risya untuk berbicara berdua.


"Permisi sebentar". Raina berdiri menarik tangan Risya berjalan ke halaman belakang.


"Kak apa yang harus Aku lakukan, Aku merasa Takut". Tangan Risya masih bergetar.


"Tenang lah Risya, ini cuma tunanga". Raina mencoba menenangkan Risya


Tak lama Aldo datang.


Plak!! Raina memukul bahu Aldo


" Kamu ini bodoh ya, Kamu tahu di keluarga kita tidak bisa melakukan ini". Raina marah pada Aldo.


"Kak bukannya begitu. Ini keadaan mepet mana sempet ngundah keluarga besar?". Tanya Aldo


"Aku gak mau kak meninggalkan Risya dengan tanpa status. Kalau hanya pacar aku Takut ada pria lain mendekati Dia. Aku gak tenang". Ujar Aldo.


Mendengar alasan Aldo, Risya tersenyum malu.


"Risya, setuju ya. Kamu gak mau kan Aku gak tenang pergi ke Australia?". Tanya Aldo menggenggam tangan Risya. "Memang Kamu gak khawatir ada wanita yang mendekatiku nanti disana?". Ujar Aldo meledek


"Ya kalau Kamu cinta sama wanita lain terserah Kamu". Risya melepas genggaman Aldo.


"Ah pokoknya Kamu harus setuju. Bilang ke kak Rasya Kamu setuju. Please". Aldo memohon


"Do jangan maksa gitu". Ujar Raina kesal.


Tak lama Rasya datang.


" kakak". Risya merasa canggung.


"Sini ikut kakak". Ujar Rasya


Mereka berdua pun pergi meninggalkan Aldo Dan Raina.

__ADS_1


"Kak maafkan Aldo, Risya juga kaget dengan apa yang Aldo katakan". Risya merasa Takut pada Rasya.


Rasya mengelus rambut Risya Dan tersenyum. "Jangan Takut, Kakak malah bangga pada Aldo. Dia benar-benar mencintaimu. Dia tidak mau Kamu menunggu dia dengan sia-sia. Bahkan dia lebih baik dari kakak dulu. Dulu kakak tidak mengikat Raina begitu erat saat Raina pergi. Namun sekarang Aldo ingin mengikat Kamu ke status yang lebih serius. Apa Kamu setuju dengan tunangan ini?". Tanya Rasya.


"Menurut kakak bagaimana?". Tanya Risya.


" hmmmmm kalau Kamu mau Tanya Saran dari kakak, terima lah. Ini niat baik dari Aldo ". Ujar Rasya.


" kalau kakak setuju, Aku akan senang hati ". Ujar Risya tersenyum.


Rasya memeluk Risya. "Selamat ya".


Rasya Dan Risya menghampiri Raina Dan Aldo.


"Ayo masuk". ujar Rasya


Merekapun berjalan masuk menuju ruang keluarga.


Mereka duduk.


"Setelah saya berbicara dengan Risya, Risya menerima pertunangan ini". Ujar Rasya.


Aldo sangat gembira mendengarnya.


"Apa tidak apa-apa tanpa mengundang keluarga besar?". Tanya Dirgantara.


"Tidak apa-apa Om. Ini keputusan mereka berdua. Setidaknya keluarga inti hadir sekarang. Biarlah Aldo tenang pergi untuk belajar. Saat mereka lamaran baru kita undah semua keluarga untuk hadir". Ujar Rasya tersenyum.


"Jika nak Rasya Dan nak Risya setuju, Saya pun setuju. Tapi ingat Aldo, hubungan ini jangan dibawa bercanda". Ujar Dirgantara.


" Ah Papa kalau bercanda buat apa Aldo ingin bertunangan dengan Risya?". Aldo merasa bete.


"Baiklah mana cincin kamu". Ujar Dirgantara.


Aldo mengambil kembali cincinnya.


Aldo memasangkan cincin nya pada Risya begitupun Risya.


"Sekarang kalian sudah resmi bertunangan. Jagalah status kalian selama kalian berpisah". Ujar Rasya menepuk pundak Aldo.


"Pasti kak". Jawab Aldo.


Adikku sudah besar sekarang, Semoga Aldo jodoh yang baik untuknya. Ujar Rasya dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2