Rain...

Rain...
Bersama Rasya sepanjang hari


__ADS_3

Sudah pukul 12 siang, Adzan Dzuhur berkumandang. Rasya berhenti bekerja, Ia berdiri bersiap untuk sholat.


"Ayo Rain". Rasya mengajak Raina untuk Sholat


" kemana? ".


" Sholat lah ". Jawab Rasya


" Aku gak bawa mukena".


Rasya berjalan menuju lemari didekat Raina.


"Nih". Rasya memberikan sebuah mukena.


" Punya siapa ini?". Tanya Raina yang meraih mukena.


"Punya Risya, sengaja disimpan disini karena Dia sering main kesini Dan Sholat disini". Jawab Rasya.


" Ayo".


Mereka pun pergi menuju Masjid Kantor yang ada disebelah kantor.


Peraturan di kantor Rasya, semua karyawan Muslim wajib untuk Sholat berjamaah. Karena Rasya bilang. Janganlah kita meninggalkan Sholat hanya untuk mengejar dunia.


Semua orang melihat saat Rasya menggenggam tangan Raina. Mereka berbisik satu sama lainnya. Raina yang melihat, melepas genggaman Rasya. Rasya merasa aneh, Ia menggenggam lagi tangan Raina.


"Lepasin ah, malu diliatin". Ujar Raina berbisik.


" Loh kenapa? Kamu kan calon Istriku". Jawab Rasya.


Kalau Aku tidak menggenggam tanganmu, mungkin akan ada lelaki yang suka padamu disini. Ucap Rasya dalam hati.


Sampailah mereka di depan Masjid. Rasya melepas genggamannya.


"Nanti selesai Sholat tunggu disini ya". Ucap Rasya. Raina hanya menganggukkan kepala.


Setelah mengambil Wudhu, Raina & Rasya sudah bersiap untuk sholat.


Tanpa Raina tahu, Rasya selalu menjadi Imam sholat di kantor nya.


" Harap rapatkan barisan sholat". Ujar Rasya.


"Allahu Akbar".


Mereka memulai sholat.


Selesai Sholat mereka berdoa dengan Khusyu.


Ya Allah, lancarkanlah urusan baikku untuk meminang wanita yang ku cintai. Jikalah dia memang jodohku, dekatkanlah Tapi, jika Dia bukan jodohku jauhkanlah. Rasya


Ya Allah doaku masih tetap sama. Ku mohon Ya Allah permudah semuanya. Buatlah Papa menerima Rasya menjadi calon suamiku. Raina

__ADS_1


Selesai Sholat, mereka bertemu kembali diluar masjid.


" Mau makan siang dimana?". Tanya Rasya


"Aku mau makan Ramen". Jawab Raina


" Yaudah ayo kita pergi".


Mereka pun pergi menuju restaurant jepang yang tidak jauh dari kantor Rasya & rumah sakit Papa Raina.


Mereka melewati rumah sakit Papa Raina, Raina hanya melihat dari kaca mobil.


Sampailah mereka di restaurant jepang.


Mereka masuk dan memilih tempat duduk.


Mereka pun duduk Dan Rasya memanggil pelayan.


"Selamat siang, mau pesan apa?".


" Ramen super pedas Dan air mineral". Jawab Raina penuh Semangat.


Rasya hanya tersenyum.


"Kalau mas mau pesan apa?". Tanya pelayan


" Sushi Dan orange juice". Jawab Rasya


Pelayan pun pergi.


Rasya melihat Raina yang sedang terlihat bengong menggoyangkan tangannya.


" kenapa?". Tanya Rasya


"Gak apa-apa, cuma aku fikir kok kebetulan ya kantor Kamu dekat dengan Rumah Sakit Papa". Jawab Raina yang memandang langit-langit.


Rasya hanya cekikikan.


" Kok Kamu ketawa?". Tanya Raina memandang Rasya.


"Itu bukan kebetulan, Tapi emang rencana ku". Rasya tertawa kecil.


" Maksud nya?".


"Ya emang aku sengaja cari lahan kosong dekat dengan Rumah sakit mu, Aku dapat terus aku bangun kantor itu. Ya g banyak alasan sih cuma pengen selalu dekat dengan Kamu". Rasya mencium tangan Raina.


" Ih segitu tergila-gilanya Kamu sama Aku ". Raina mengelitik Rasya.


Rasya merasa geli. Karena Raina tau Rasya selalu kalah bila dikelitiki.


Makanan pun datang.

__ADS_1


" Selamat Makan". Ucap Raina


Raina memakan Ramen yang super pedas itu.


"Enak?". Tanya Rasya.


Raina mengangguk.


" Cobain". Raina menyodorkan sesendok Ramen.


Rasya menerima. Tak disangka Ramen itu sangat pedas Rasya merasa kepedesan.


"Ahhhhhhh pedes Banget". Rasya loncat-lincat di kursinya.


Raina tertawa


" Hahahahahaha ". Raina sangat tertawa geli melihat Rasya.


" Gila! Ini Ramen apa sop cabe. Pelayan". Rasya memanggil pelayan.


"Ada Apa Mas?".


" segelas susu, cepat saya kepedesan". Rasya masih merasa kepedesan.


"Baik".Pelayan pergi segera mengambil susu.


Pelayan kembali, Rasya meraih susu itu. Rasya meminum nya. Ia serasa lega pedas di mulutnya sedikit demi sedikit menghilang


" gimana?". Raina masih cekikikan.


Rasya beranjak dari kursi menghampiri Raina.


"Ngerjain Aku ya". Rasya mencubit hidung Raina.


Raina masih tertawa.


" Ampun tuan Raja". Raina mencoba melepas tangan Rasya.


"Kamu tau kan Aku gak bisa makan pedas". Tangan Rasya berpindah mencubit pipi Raina.


" hahahahahaha maaf sayang".


"Untung tertawamu lucu, kalo gak Aku ceburin tuh di danau". Ucap Rasya masih mencubit pipi Raina


" Hahahahahaha Iya iya aku minta maaf". ucap Raina


"Ok Aku maaf kan". Rasya melepas cubitannya Dan kembali duduk.


" Habiskan makananmu". ucap Rasya.


mereka pun menyantap makanannya sambil berbincang ringan.

__ADS_1


__ADS_2