
Rasya berlari menuju receptionist
"Selamat siang, ada yang perlu saya bantu?". Ucap resepsionis ramah.
" saya sudah janji dengan pak Nico, Tapi saya lupa nomor kamarnya. Bisa anda beritahu?". Tanya Rasya meyakinkan
"Oh iya dikamar 203A di lantai 7". Ujar resepsionis.
" baik terimakasih ". Ujar Rasya.
Ia berlari kecil menuju lift. Ia menekan tombol Tapi tidak terbukan. Ia sangat Panik mengira-ngira apa yang akan dilakukan Nico.
" Nico, lepasin tanganku". Nico berjalan cepat menggenggam tangan Raina. Raina mencoba melepaskan Tapi semakin Ia Berusaha, semakin sulit Ia lepaskan.
Sampai diluar kamar Nico, Ia menempelkan kartu untuk membuka pintu. Nico mendorong Raina tersenyum tipis.
"Nico mau ngapain Nico". Raina merasa Takut.
" hari ini Dan seterusnya Kamu akan jadi milikku". Nico menggenggam bahu Raina. Mencoba menciumnya paksa.
Plakk!! Raina menampar Nico.
"Mau ngapain Kamu". Raina melotot.
Nico meraih lagi bahu Raina. Memaksa mencium Raina. Raina menangis ketakutan
" Nico lepas kan Aku". Raina mencoba melepaskan diri.
"Apapun yang Kamu lakukan. Aku tidak akan perduli yang penting sekarang aku akan memiliki tubuhmu yang indah ini". Nico mengusap jari diwajah Raina.
__ADS_1
Nico mendorong Raina ke ketempat tidur Raina terjatuh terlentang.
" lepaskan Aku, apa yang akan kamu lakukan". Raina mencoba melepaskan diri.
"Jika aku tidak bisa memilikimu, setidaknya aku akan mencoba tubuh indahmu ini". Nico mencium semua wajah Dan leher Raina.
" tolong. Lepaskan Aku Nico". Raina memohon.
Nico tak menggubris.
Nico mulai memaksa membuka baju Raina. Raina menahannya sampai baju itu dipaksa Dan robek.
"Nico jangan Nico". Raina menangis.
Rasya sampai di lantai 7, Ia berlari mencari kamar Nico. Ia menemukannya. Ia mengetuk pintu Tapi tidak terdengar apapun.
" Nico jangan Kamu lakukan". Raina memberontak. Nico semakin agresif.
Rasya mendengar Ia Panik.
" brengsek!! Apa yang dia lakukan ". Rasya mengetuk pintu Tapi tidak ada jawaban.
Ia mencoba mendobrak pintu. Masih gagal.
Semakin kencang teriakan Raina membuat Rasya sangat Panik. Ia mencoba kembali mendobrak pintu akhirnya terbuka.
" Astagfirullah". Rasya sangat marah Ia berlari melepaskan Nico dari pelukan Raina
"Sialan apa yang Kau lakukan". Rasya menghajar Nico tak henti. " berani kau menyentuh calon istriku". Rasya terus menghajar Nico sampai Nico terbujur lemah.
__ADS_1
"Rasya". Raina memanggil Rasya dengan penuh ketakutan
Rasya menghampiri Raina
" Sayang Kamu gak apa-apa ??". Rasya membuka jas nya Dan memberikan pada Raina Dan memeluknya. Raina sangat ketakutan.
Ada yang menepuk pundak Rasya, Ia menoleh Nico menghajar wajar Rasya Dan Rasya terjatuh ke lantai da Nico menusukkan pisau di perut Rasya
"Rasya". Teriak Raina berlari menuju Rasya.
Nico berlari keluar dari ruangan.
" Rasya Rasya". Rasya merasa kesakitan
"Tolong tolong". Raina berteriak Dan berlari keluar.
Raina terus meminta tolong.
Staff hotel yang bertugas berlari.
" ada apa Nona???". Tanya staff hotel.
"Tolong suami saya ditusuk orang". Raina menangis.
2 staff hotel berlari menghampiri Rasya. Mereka menggotong badan Rasya. Raina ikut berlari dibelakang mereka.
Sampai di lobby Ia meraih kunci mobil disaku celana Rasya. Ia berlari mencari mobil Rasya. Ia menemukan nya.
Masuk dalam mobil Dan melajukan ke depan lobby. Raina meminta staff hotel memasukkan Rasya ke dalam mobil. Mereka membaringkan Rasya di bangku belakang.
__ADS_1
" bertahan Rasya". Raina melajukan mobil sangat kencang sambil menangis.