
Raina berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri.
Tak lama keluar kamar mandi, Ia mengganti pakaian tidur. Dan meraih sesuatu dalam lemarinya. Mukena Dan Sajadah.
Ia menatap Sajadah & Mukena nya.
sudah lama Aku tidak menggunakan ini. ucap Raina dalam hati.
Ia pun sholat dengan Khusyu.
selesai Sholat Ia berdoa.
"Ya Allah ampuni dosaku ini. sudah lama Aku tidak berbicara denganmu ya Allah. jujur Aku malu. malu untuk meminta sesuatu padamu. tapi, Rasya bilang Aku bisa meminta apapun padamu. Ya Allah dengan segala kerendahan hatiku, Aku mohon Ya Allah untuk persatukan Aku Dan Rasya. Ya Allah Dia adalah lelaki yang baik, yang mencintaiku tulus Dan Ia bisa merubahku menjadi lebih baik lagi. Ya Allah kabulkanlah doaku. Aamiin". Raina menyelesaikan doanya.
setelah itu Ia mencoba untuk tidur.
Keesokan harinya, pagi hari pukul 9 pagi, Raina pergi bergegas tanpa pamit.
Ia masuk dalam mobil Dan melajukan mobilnya.
Menggunakan handsfree, Ia menelpon Rasya.
"Assalamualaikum". Rasya memberi salam
" Waalaikumsalam, Kamu sudah sampai kantor ?". Tanya Raina
"Sudah, baru aja. Kamu dimana?".
" Dijalan. Udah dulu ya Aku lagi nyetir".
Raina menutup telfon.
30 menit berkendara, Raina sampai di kantor Rasya. Ia memarkirkan mobil Dan jalan cepat menuju lobby.
"Selamat Pagi, Ada yang bisa saya bantu?". Tanya resepsionis.
" selamat pagi, Saya Raina saya ingin bertemu Rasya". Jawab Raina
"Apa sudah buat janji?". Tanya resepsionis
" belum. Tapi anda bisa telfon pak Rasya, bilang Raina menunggu".
"Baik. Tunggu sebentar".
__ADS_1
Resepsionis mengangkat gagang telpon Dan mencoba menelpon Rasya.
" Selamat pagi pak, disini ada yang ingin bertemu dengan Bapak bernama Nona Raina".
"Suruh dia masuk". Jawab Rasya
" Baik Pak ". Resepsionis menutup telfon.
" Silahkan Nona bisa masuk menemui pak Rasya". Ujar Resepsionis.
"Terimakasih". Jawab Raina
Raina pun menuju lift ditekan tombol 2. Sampai di lantai 2, Ia berjalan menuju ruangan Direktur Utama. Raina mengetuk pintu Dan Rasya mempersilahkan masuk.
" Assalamualaikum ". Rasya mengucapkan salam pada Raina
" Waalaikumsalam". Raina berlari menuju Rasya Dan memeluknya.
"Loh kenapa lagi?". Tanya Rasya
Raina hanya diam memeluk erat tubuh Rasya. Rasya hanya ngusap rambut Raina.
" Sabar sayang". Rasya melepas pelukannya.
" Minumlah". Rasya menyodorkan air minum yang Ada di mejanya.
Raina meraih air minum itu Dan meminum nya.
"Udah sarapan?". Tanya Rasya.
Raina hanya menggelengkan kepalanya.
" kok belum? Ini udah lumayan telat loh". Rasya meraih telpon nya Dan menelpon Asisten nya.
"Halo, Niken. Tolong pesankan 2 slice sandwich Dan 1 gelas apple juice". Rasya menutup telpon.
" Jangan nangis gitu ah. Cantiknya hilang nanti". Rasya berjongkok untuk berbicara dengan Raina.
"Aku gak mau dijodohkan Sya". Jawab Raina sambil menangis.
" Sudahlah Kamu berdoa agar Allah menyatukan kita di pelaminan". Rasya mengusap tangan Raina.
Rasya berdiri mengajak Raina duduk di sofa.
__ADS_1
Mereka pun duduk.
"Jangan sedih lagi, Aku janji akan menyelesaikan masalah ini". Rasya mencoba menenangkan Raina.
Raina mengusap air matanya.
Ada ketukan di pintu, Rasya mempersilahkan masuk.
" Pagi Pak, ini pesanannya". Niken memberikan nampan uang ditaruh ada 2 slice sandwich Dan 1 gelas apple juice.
"Ayo makan dulu". Rasya menyodorkan piring yang ada sandwich.
Raina menolak.
" Sayang, makanlah".
Niken terkejut saat Rasya panggil Raina Sayang.
Ohhhh mungkin ini pacar pak Rasya, cantik sekali. Gumamnya dalam hati.
"Maaf pak saya permisi keluar". Niken kembali ke ruangannya.
Raina memakan sandwich yang diberikan Rasya Dan meminum juice nya.
" kenapa gak ke Rumah sakit? Kasian loh pasienmu menunggu". Tanya Rasya sambil memainkan rambut Raina.
"Aku gak mood untuk praktek hari ini". Jawab Raina ketus.
" Kok calon istriku jadi kaya anak kecil gini? Sayang lihat aku". Rasya meraih dagu Raina yang menoleh ke lain arah.
"Jangan kaya gini, pasien mu pasti menunggumu. Mereka sudah antri menunggu untuk dapat diperiksa dokter cantik loh. Gimana kalo ada yang mau melahirkan?".
" Biarin, kan ada dokter lain".
"Rain, gak boleh kaya gitu dong. Jangan campuri masalah pribadimu dengan pekerjaanmu".
" Kamu gak suka aku disini?". Jawab Raina mulai marah.
"Bukan begitu sayang. Yaudah gak apa-apa Kamu disini. Tapi janji setelah agak tenang Kamu harus ke Rumah sakit ya". Jawab Rasya
Raina hanya menganggukan kepalanya.
" Yaudah, Kamu tunggu disini, Aku mau melanjutkan kerjaku. Setelah selesai kita bisa keluar". Rasya mengecup Dahi Raina Dan berjalan menuju meja kerjanya.
__ADS_1