Rain...

Rain...
berbincang


__ADS_3

Senja telah datang, mentari akan berganti dengan rembulan. Kedua pasangan yang di mabuk cinta masih berada di kamar Utama.


"Sayang, bangun. Ini sudah sore". Ujar Raina membangunkan Rasya.


" iya sayang". Jawab Rasya malas


"Ayo bangun". Raina menarik tangan Rasya. Karena Raina tidak kuat akhirnya Raina yang jatuh ke pelukan Rasya.


Rasya memeluk Raina dengan erat sambil tersenyum.


" Sayang, lepasin aku mau mandi". Ujar Raina.


Rasya tidak menggubris.


"Sayang, mau Maghrib ayo mandi". Raina terus mencoba melepas pelukan Rasya.


" heemmmmm". Ujar Rasya terus memeluk Raina


Muaachhh Muaachh. Raina mencium 2 Kali Rasya. Akhirnya Rasya melepas pelukannya dengan tersenyum sambil masih menutup matanya.


Raina pergi ke kamar mandi.


Raina mandi menikmati dengan air hangat yang keluar dari shower.


"Sayang, buka dong". Rasya mengetuk pintu kamar mandi.


" Aku belum selesai sayang". Jawab Raina sedikit teriak.

__ADS_1


"Sayang, Aku juga mau mandi nih. Bareng aja deh". Ujar Rasya masih mengetuk pintu


" Tanggung sayang. Tunggu sebentar lagi" jawab Raina.


"Aku hitung ya, kalau tidak mau membuka Aku akan membuat mu menjerit semalaman". Ujar Rasya mengancam.


Mendengar seperti itu Raina merasa ngeri akhirnya Ia buka Pintu kamar mandi.


Saat dibuka, Raina terkejut Rasya sudah tidak memakai sehelai kain.


" Lama Banget sih, Aku kedinginan". Ujar Rasya


" Gak sabar Banget sih, Aku sebentar lagi selesai. Lagian kenapa polos gitu sih kan bisa nanti bukanya" Raina yang masih ada busa di kepalanya.


Rasya masuk tanpa berkata sedikitpun Dan menarik tangan Raina.


"Aku hanya mau mandi kok gamau berbuat aneh-aneh. Lagian sudah Adzan Maghrib". Ujar Rasya yang membasahi tubuhnya.


Merekapun selesai mandi. Berganti baju Dan siap untuk sholat.


Mereka sholat bersama dengan Khusyu.


Selesai Sholat mereka berdoa seperti biasa dsn membaca Ayat Suci Al-Qur'an.


Selesai Sholat mereka duduk di tempat tidur. Raina menyandarkan kepalanya di bahu Rasya.


" Makasih ya Sayang sudah mengajakku kesini. Aku sangat bahagia". Ujar Raina memeluk Rasya menatap nya penuh kebahagiaan.

__ADS_1


"Aku senang jika Kamu menyukai tempat ini". Jawab Rasya mencium kepala Raina.


" ohya, Aku dapat telfon kita berangkat hari selasa. Jadi besok siang kita harus pulang Dan bersiap ". Ujar Rasya.


" loh Katanya hari senin". Tanya Raina


"Sudah penuh. Jadi kita dapat hari selasa. Itupun karena kita booking yang ++ kalau yang biasa bisa bulan depan". Ujar Rasya.


" Baiklah sayang. Besok kita pulang Dan bersiap. Bagaimana dengan visa Inggris mu?". Tanya Raina


"Sudah dong Sayang jangan khawatir. Aku juga sudah booking tiket pesawat untuk ke London". Ujar Rasya.


" Baiklah sayang aku sudah tidak sabar untuk honeymoon bersama mu". Ujar Raina memeluk Rasya.


"Smoga setelah pulang honeymoon kita dapat kabar baik ya". ujar Rasya mengelus perut Raina.


" kita nikmati saja dulu moment seperti ini ". jawab Raina.


" Kamu tidak ingin punya anak?". Tanya Rasya


"Ih siapa yang bilang? Bukan tidak mau punya anak. ya kita enjoy aja jangan terlalu memikirkan punya anak segera. lagi pula kita baru beberapa minggu menikah sayang". Jawab Raina


" jadi Kamu menggunakan alat kontrasepsi?". Tanya Rasya dengan wajah mengintimindasi.


"gak lah sayang, Aku kan dokter kandungan pasti tahu baik buruk alat kontrasepsi untuk wanita yang belum memiliki anak". jawab Raina. " jangan khawatir sayang, Aku tidak menghentikan kehamilan. Aku hanya berdoa pada Allah diberi kehamilan diwaktu yang indah". ujar Raina menatap Rasya Dan mencium nya.


"Baiklah, Tapi jangan menghentikan Aku untuk membuat anak malam ini". ujar Rasya terduduk ditubuh Raina

__ADS_1


" Sayaaaanggg". Raina berteriak


Merekapun melewati malam terakhir sebelum pulang dengan penuh keromantisan. Dua anak manusia yang sedang dimabuk cinta. Tidak ingin berjauhan satu sama lain.


__ADS_2