Rain...

Rain...
Hari yang menyenangkan


__ADS_3

Raina pun keluar setelah menyelesaikan tugasnya.


"Maaf ya harus menunggu". Ujar Raina


" Menunggu ratusan tahun pun tak apa ". Jawab Rasya tertawa.


" bisa aja". Raina mencubit pinggang Rasya.


"Aduh sakit". Rasya sedikit teriak


Spontan Raina menutup mulut Rasya


" jangan berisik ini Rumah sakit ". Ujar Raina.


Rasya memukul pelan tangan Raina agar melepasnya.


" abis Kamu main cubit aja. Aku kan kaget". Jawab Rasya


"Yaudah ayo kita jalan". Ujar Rasya


Mereka pun berjalan bergandengan tangan.


Sampai di lobby, Raina tiba-tiba membalikkan badan.


" loh kenapa?". Tanya Rasya


"Itu ada Nico". Jawab Raina berbisik


" yang Mana?". Rasya mencari sekeliling


"Itu yang memakai jaket kulit". Jawab Raina masih berbisik.


" hmmmmmmm keren juga". Jawab Rasya


Raina memukul tangan Rasya.


Rasya membalikkan Raina Dan menariknya untuk berjalan.


"Raina, ini siapa?". Tanya Nico


" kenalkan saya Rasya". Rasya mencoba menjabat tangan.


"Oh jadi Kamu lelaki gak tau diri yang memaksa Raina". Jawab Nico sinis


" heh jaga ucapanmu". Ujar Raina marah menunjuk Nico.


"Sabar". Rasya menurunkan tangan Raina.


" Ayo kita pulang ". Nico menarik tangan Raina


" hey, lepasin". Ujar Raina


Nico semakin kencang menarik tangan Raina.


Raina menatap Rasya memohon.


Rasya mencoba melepaskan genggaman Nico.

__ADS_1


"Jangan kasar kepada Rain". Rasya menepis kencang tangan Nico.


Raina menggenggam tangannya sendiri merasa kesakitan.


" Beraninya". Nico menarik kerah Rasya.


"Nico lepasin. Satpam". Raina teriak.


" Santai bung". Ujar Rasya


Raina masih mencoba memukul tangan Nico untuk melepaskan Rasya.


"Lepas atau aku teriak". Ujar Raina marah


Akhirnya Nico melepaskan Rasya.


" Masalah kita belum selesai". Nico menunjuk Rasya Dan pergi.


"Kamu gak apa-apa kan?". Tanya Raina Panik.


" Gak apa-apa relax". Rasya membetulkan kerahnya lagi.


"Ayo kita pergi". Rasya menggandeng tangan Raina.


Mereka pun berjalan.


Awas Kamu Nico berani menyentuh Rasyaku. Ujar Raina dalam hati


"Kamu tunggu disini ok". Ujar Rasya berlari ke suatu arah


" ehhhh mau kemana?". Raina bingung


Raina menutup mulutnya.


Rasya berhenti di depan Raina sambil menggeber motornya.


"Keren bageettt". Ujar Raina excited.


" pakai dulu". Rasya memberikan helm.


"Ayo naik". Ujar Rasya


Rainapun naik Dan memeluk pinggang Rasya.


" untung hari ini aku tidak memakai rok". Ujar Raina cekikikan.


"Mau kemana kita Sya?". Tanya Raina.


" Keliling ibu kota". Jawab Rasya Semangat.


"Yeayyyyyyyy let's go". Ujar Raina.


Rasya pun melajukan motor gede nya.


Mereka sangan menikmati perjalanan seru ini. Senyuman Raina yang tak henti Ia tunjukkan membuat Rasya sangat bahagia.


Sampailah di tempat pertama yaitu Monas,

__ADS_1


Mereka turun dari motor Dan berjalan kedalam area.


Raina sangat senang berlari sambil menggenggam tangan Rasya.


Mereka berselfie ria tertawa bersama.


Setelah selesai mengelilingin Monas, Rasya melajukan kembali motornya di kota tua.


" Sayang, Aku lapar. Kita makan dulu yuk ". Ajak Raina.


" mau makan apa?". Tanya Rasya.


"Itu". Raina menunjuk kerak telor.


Mereka pun berjalan menghampiri penjual kerak telor.


" pak 2 porsi ya yang special untuk calon istri saya". Rasya menggoda Raina


Raina hanya memukul bahu Rasya.


Tak lama penjual memberikan kerak telor yang mereka pesan.


Mereka memakannya dengan perasaan yang bahagia.


"Gimana? Enak?". Tanya Rasya


Raina hanya menganggukkan kepala nya sambil tersenyum.


Selesai makan kerak telor, Raina berlari menuju tempat lain.


" mau kemana?". Tanya Rasya


Raina hanya menunjuk restaurant legend disana


Mereka memasuki restaurant tersebut.


"Selamat siang, mau pesan apa?". Tanya pelayan.


" Soto betawi 2 nasi 2 Dan es Teh manis 2". Jawab Raina excited.


"Baik, ditunggu pesanannya". Ujar pelayan


" masih lapar?". Tanya Rasya


"Masih lah. Makan kerak telor cuma sampe sini aja nih". Raina menyentuh tenggorokannya.


" hahahahahaha bisa aja kamu". Rasya mengacak rambut Raina


Raina merapihkan kembali rambutnya sambil memajukan bibirnya.


tak lama pesanan merekapun datang.


Raina mengambil sendok Dan melahap Soto betawi nya.


"enak Banget". Ujar Raina penuh kebahagiaan.


Rasya hanya tersenyum melihat tingkah Raina.

__ADS_1


tersenyum seperti itulah selalu sayang. ujar Rasya dalam hati.


__ADS_2