
Malampun tiba. Tak terasa Raina tertidur duduk.
Entah pukul berapa seseorang mencoba membangunkannya.
"Rasya". Raina terkejut. Ia memeluk Rasya.
" minum". Ujar Rasya
Raina mengambil minum Dan membantu Rasya untuk minum.
Raina mengambil alat kedokteran yang ada diruangan, Ia memeriksa Rasya.
"Emang Aku Ibu Hamil, Kamu yang memeriksa". Rasya tertawa pelan.
" Ish Kamu nih, lagi tergeletak tak berdaya masih aja bercanda". Ujar Raina.
"Alhamdulillah membaik". Ujar Raina sedikit lega.
" gimana kabarmu?". Tanya Rasya. "Lihat wajahmu sembab, kenapa??". Ujar Rasya
" masih Tanya kenapa??? Lihat kondisimu". Raina menangis.
"Hei, Aku blm mati. Relax". Jawab Rasya.
Raina menyandarkan kepalanya di bahu Rasya.
" Kamu kenapa pingsan sangat lama? Aku merindukanmu". Raina menangis
Rasya mengelus rambut Raina.
"Aku hanya beristirahat sebentar, sekarang istirahatku selesai Dan ingin mulai mengerjaimu lagi". Rasya tertawa kecil
Raina memukul perut Rasya
" aduh sakit". Ujar Rasya.
__ADS_1
"Maaf Maaf". Raina Panik mengusap perut Rasya.
" yaudah, Kamu istirahat lagi ya". Ujar Raina. "Kamu baru sadar dari kritis".
Rasyapun mencoba tidur kembali. Begitupun Raina.
Pagi hari Raina sudah bangun melihat Rasya tertidur Ia tersenyum.
" manis juga kalau lagi tidur ". Ujar Raina tersenyum.
Tak lama Rasya bangun.
" gimana keadaan mu ?". Tanya Raina.
Rasya yang mencoba duduk merasa kesakitan.
"Pelan-pelan". Raina membantu Rasya untuk duduk.
Tak lama ada yang mengetuk pintu. Ternyata itu Risya
"Pelan dong dek". Rasya meringis kesakitan.
" maaf maaf". Risya melepas pelukannya.
"Aku baru baca chat dari kak Raina, Alhamdulillah kakak sudah sadar". Ujar Risya
" Aku keluar dulu ya, kalian mengobrol lah". Ujar Raina yang berlalu pergi keluar.
"Kakak gimana keadaan?". Tanya Risya
" Alhamdulillah sudah membaik". Ujar Rasya tersenyum
"Kak tau gak? Kak Raina khawatir Banget sama kakak. Dia nangis terus gak berhenti". Ujar Risya Semangat bercerita
" oh ya". Ujar Rasya
__ADS_1
"Iya, kakak sampai gak mau keluar dari ruangan ini. Bahkan gak mandi". Ujar Risya cengengesan
Rasya yang tertawa menahan rasa sakit di perutnya.
" Dan kabar yang lebih baik lagi, seperti nya Om Surya sudah mulai baik sama kakak. Buktinya dia yang mengoprasi kakak langsung. Dan Om Surya juga mendonorkan darahnya untuk kak". Ujar Risya Semangat
"Oh ya?? Wah angin sejuk dong". Jawab Rasya tertawa kecil.
Tak lama Raina masuk kedalam bersama suster yang membawa sarapan Rasya.
" makan dulu ya". Raina membawa nampan isi makanan
Raina menyuapi Rasya dengan telaten.
Risya yang melihat sangat senang dan mengabadikan moment ini di ponselnya.
Datanglah dokter Ahmad dan suster.
"Selamat pagi dokter Raina, selamat pagi pak Rasya. Gimana keadaan nya?". Tanya dokter Ahmad yang sedang memeriksa.
" Alhamdulillah baik Dok ". Ujar Rasya.
" Maafkan saya. Semalam saya pulang Dan tidak memeriksa pak Rasya saat sadarkan diri". Ujar dokter Ahmad.
"Iya karena dokter tidak ada, dokter kandungan ini yang memeriksa". Ujar Rasya melirik Raina dengan tertawa kecil.
" Ish, meski aku dokter kandungan, Aku tau lah cara memeriksa". Ujar Raina.
"Betul itu. Dokter Raina dokter segala penyakit". Ujar dokter Ahmad tertawa kecil. " nanti sore kita lihat jahitannya. Kalau sudah mengering mungkin besok sudah boleh pulang". Ujar dokter Ahmad.
"Terimakasih Dok". Ujar Rasya Dan Raina.
" baik, saya permisi dulu".
Dokter pun pergi keluar meninggalkan Raina, Rasya & Risya.
__ADS_1