
Malam berganti pagi, hari baru telah dimulai. Insan manusia berdoa smoga hari ini lebih baik dari hari esok. Begitu juga dengan keluarga Raina Dan Rasya.
Pukul 7 pagi semua sudah siap dengan kegiatannya.
Dirumah Rasya
"Ya ampun kakak ini kenapa lagi?". Tanya Risya Panik saat melihat ujung bibir.
" hadiah dari calon mertua". Jawab Rasya tertawa.
"Ihhhhhh Papa kak Raina itu dokter apa depkolektor sih seneng Banget mukul kakak". Ujar Risya bete.
" hahahahahaha bisa aja kamu". Mengacak rambut Risya
"Kak kenapa sih kakak diam saat Om Surya mukul kakak ???". Tanya Risya.
" kalau kakak jadi Om Surya juga akan melakukan hal yang sama". Ujar Rasya sambil memakan sandwich nya.
"Kenapa?". Tanya Risya bingung
" ya kan Om Surya gak kenal Banget sama kakak, dia fikir sejak dulu kakak memberikan pengaruh buruk kepada Rain ditambah kakak langsung melamar Putri satu-satunya pastilah Om Surya tidak terima sembarangan apalagi dia bukan orang sembarangan jadi pasti mencari jodoh untuk putrinya juga gak sembarangan". Jawab Rasya sambil meminum jus yang Ada ditangannya.
"Oh gitu ya". Jawab Risya
" Iya, jadi kalau Kamu punya calon suami nanti kakak harus kenal. Ya Tapi gak sekejam Om Surya". Ujar Rasya cengengesan. "Tapi inget untuk sekarang janga pacaran dulu Kamu harus selesaikan kuliahmu". Jawab Rasya.
__ADS_1
" Yaudah, kakak jalan dulu ya". Rasya berdiri
"Assalamualaikum".
" waalaikumsalam". Risya mencium tangan Rasya.
Dirumah Raina
Rain Dan Mama hanya sarapan berdua, Papa Raina tidak keluar dari kamar sejak Semalam. Mama Raina selalu melihat ke arah kamar
"Papa gak ikut sarapan?". Tanya Raina
Mama hanya menaikkan bahu nya mengartikan dia tidak tahu.
" Mah, jangan musuhi papa karena Aku ". Raina menyentuh tangan mamanya.
" yaudah Aku jalan dulu ya Mah. Oya gak apa-apa kan aku makan siang dengan Rasya". Raina memohon
"Emang kalo Mama gak ngijinin Kamu akan meng iya kan ???". Tanya Mama Raina.
Raina hanya cengengesan.
" Boleh kok". Jawab Mama Raina
"Makasih Mama sayang". Raina memeluk mamanya.
__ADS_1
" Yaudah Aku berangkat dulu ya". Raina mencium tangan Mamanya.
"Assalamualaikum".
" Waalaikumsalam ".
Setelah Raina berangkat, Mama Raina berjalan menuju kamar.
Ketika Ia membuka pintu Dan masuk, Ia melihat suaminya duduk termenung
" Pah". Mama Raina menghampiri
"Memang Aku salah ya? Hanya menginginkan yang terbaik untuk putriku satu-satunya?? Dulu Aku tidak mengizinkan Raina untuk menjadi designer karena Aku tahu, Raina bisa lebih dari itu". Papa Raina menghela nafasnya. " Soal Rasya, Papa hanya tidak ingin Raina memilih pasangan yang salah. Papa hanya ingin tahu seberapa kuat dia memperjuangkan Raina dan Papa masih mencari tahu soal kehidupan Rasya. Papa menjodohkan Raina dan Nico pun tidak asal menjodohkan". Ujar Papa Raina.
Mama Raina menyentuh pundak Suaminya Dan memeluknya dari belakang
"Maafkan Aku yang tidak mengerti akan cintamu pada Raina". Ujar Mama Raina lembut.
Papa Raina menyentuh Istrinya.
" jangan katakan lagi Aku tidak mencintai Raina". ujar Papa Raina lembut. "dia adalah segalanya untukku. jangan lagi Kamu ikut campur dalam hal ini". " Biarkan Aku melihat siapa yang layak bersanding dengan Putri kita ". Ujar Papa Raina
" Baiklah kau bisa melakukan apapun. tapi jangan menghajar Dan menampar Raina lagi. kasian dia selalu sedih ". jawab Mama Raina.
" Baiklah Aku tidak akan melakukan itu lagi". jawab nya.
__ADS_1
"terimakasih". mereka berpelukan