Rain...

Rain...
menata masa depan


__ADS_3

"Sayang, kan ini masih pagi Banget, mungkin yang lain blm bangun. Jadi.." Ujar Rasya menyentuh badan Raina


"Jadi apa?". Tanya Raina.


" boleh ya sekali lagi". Ujar Rasya tersenyum penuh arti dengan menaik turunkan Alis nya.


"Apa?". Tanya Raina pura-pura tidak tahu


Tanpa bertanya Rasya mencium Raina dengan begitu lembut. Sekarang Ia sudah bisa melakukan France kiss seperti apa yang Raina katakan.


" Dulu aja, Aku cium Kamu marah. Sekarang ketagihan macam makan gorengan". Ujar Raina memukul dad Rasya.


"Hahahahahahaha dulu kan kita belum menikah mana berani Aku menyentuhmu. Lain sekarang, Kamu adalah Istriku yang Aku bisa sentuh dimanapun yang aku mau". Ujar Rasya tersenyum merekah.


Rasya kembali mencium Raina, Ia mencium dimanapun yang iya mau. Raina hanya mengikuti permainan suaminya.


Selesai mereka bercinta, mereka mandi bersama.


Saat mandi pun, Rasya tidak berhenti untuk menciumi Istrinya Dan menyentuh semua sudut badan Raina.

__ADS_1


" sayang, berhenti menyentuhku, geli tau". Ujar Raina yang sedang membersihkan diri dengan shower.


"Terus Aku harus menyentuh apa? Bathtub ???". Ujar Rasya.


" lebih baik Kamu bersihkan busa dibadanmu tuh, Aku sudah selesai". Raina memberikan shower ke tangan Raina. Dan Raina memakai jubah handuk nya.


Ia keluar duluan karena jika Dia masih di dalam, Rasya akan terus mengganggunya.


Rain mengambil baju dalam lemari. Berfikir baju apa yang cocok dikenakan karena Ia akan bermain seharian di pulau.


Raina memilih jumpsuit yang panjang berwarna navy dengan hijab yang senada.


Raina pun memakai pakaiannya Dan mengeringkan rambut nya sebelum mengenakan hijab nya.


Rasya keluar dari kamar mandi.


"Sayang, Aku sudah memilihkan baju untuk Kamu kenakan. Tuh". Raina menunjuk ke arah meja.


" Ohhhhh baik sekali istriku yang cantik. Terimakasih ya". Rasya mencium pipi Raina yang sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.

__ADS_1


Saat Raina selesai, mengeringkan Rambut, Ia bermake up sedikit seperti biasa hanya natural make up.


"Sayang, sini duduk. Aku akan mengeringkan Rambut mu". Ujar Raina berdiri.


Rasyapun duduk Dan Raina mengeringkan rambutnya.


" enak ya ternyata punya istri. Baju disiapin, rambut ada yang keringin. Ah tau seperti ini dulu Aku susul Kamu ke London Dan menikahimu". Ujar Rasya tersenyum bahagia.


"Jangankan ke London, Kamu menelpon atau mengirim email saja tidak". Ujar Raina. " kehidupanku disana sangatlah berat. Belum lagi perkataan Papa yang selalu membuatku sakit. Saat di moment seperti itu kadang aku selalu memikirkanmu. Mungkin jika Kamu ada di sampingku, aku tidak akan Se depressin itu". Ujar Raina mengenang masa lalu nya.


Rasya membalikkan badannya Dan memeluk perut Raina. "Maafkan Aku sayang, jujur Saat itupun Aku berjuang untuk tetap kuliah. Kamu tahu sendiri bagaimana kehidupan ku dulu. Aku bertekad untuk menjadi sukses sebelum menikahimu. Belum lagi disaat papa pergi. Aku harus survive dengan tetap tegar untuk menjaga Risya". Ujar Rasya.


" Maafkan Aku tidak bersamamu saat itu" Raina memeluk Rasya.


"Sudahlah, itu masalalu. Sekarang kita lihat didepan kita. Kita bayar semua kesedihan 7 tahun kebelakang sekarang ini". Ujar Rasya yang masih memeluk Raina.


" Rambutmu sudah selesai". ujar Raina


Merekapun keluar dari kamar Dan menuju restaurant untuk sarapan.

__ADS_1


__ADS_2