Rain...

Rain...
tinggal dirumah Rasya


__ADS_3

Hari telah berganti, selesai Sholat Subuh, Rasya & Raina berjalan menuju pantai untuk melihat matahari terbit.


Hari ini mereka akan kembali pulang, rasanya tidak ingin beranjak dari pulau.


Setelah sarapan, mereka bersiap untuk check out. Rasya & Raina pun turun untuk menjumpai semua keluarga.


Disisi lain, terlihat Risya sedang berbincang dengan para sepupunya. Tak lama, Aldo menghampiri Risya.


"Hei, apa kita bisa bicara?". Ujar Aldo


" mau ngapain?". Tanya Risya


"Sebentar saja". Aldo memohon


Risya mengangguk dan mereka berjalan sedikit agak jauh Dari keramaian.


" Sekarang kita akan kembali ke kota, Aku pun tidak tahu apa kita akan bertemu lagi atau tidak. Jadi, bisakah aku meminta nomer telepon mu??". Ujar Aldo.


Rasya merasa deg degan saat Aldo mengatakan itu semua.


Risya mengizinkan Aldo menyimpan nomer ponselnya. Mereka saling bertukan nomer.


"Lebih baik, kita kembali kesana karena semua sudah ingin berangkat ke dermaga". Ujar Risya.


" Baiklah, Ayo". Jawab Aldo berjalan bersama menuju mobil.


Merekapun berpisah Dan kembali ke kota.


Raina memutuskan untuk tinggal di rumah Rasya karena memang seharusnya Istri tinggal dirumah suami. Orangtua nya pun setuju asal Raina harus sering mengunjungi mereka. Rainapun tidak menolak.

__ADS_1


Semua keluarga sudah kembali kecuali keluarga Om Radith. Karena Mereka tinggal di Singapore Dan masih membantu Rasya menyelesaikan segalanya.


Didalam kamar, Raina duduk di tempat tidur Rasya. Rasya mengambil sesuatu di dalam lemarinya.


"Sayang, ambil lah". Rasya memberikan kotak perhiasan yang diberikan dari mamanya.


" Apa ini sayang?". Ujar Raina bingung. Ia pun membuka nya. Raina terkejut ada banyak perhiasan didalamnya. Raina menatap Rasya.


"Ini adalah perhiasan Mama". Ujar Rasya.


" Aku tidak pantas menerimanya". Ujar Raina memberikan kembali pada Rasya. "Kamu bisa memberikan pada Risya, Ia lebih berhak daripada Aku". Ujar Raina.


" Sayang, ambil lah. Ini hadiah pernikahan untukmu dari Mama". Rasya memberikan kembali pada Raina. "Sayang, sehari sebelum kita pergi ke pulau, Om Radith memberikan ini padaku. Ia bilang, ini pemberian Mama sebelum Ia pergi. Om Radith bilang ini adalah hadiah pernikahan untuk menantunya, sebagai permintaan maaf karena Ia tidak bisa hadir dalam pernikahan kita". Ujar Rasya. " Soal Risya, Om Radith bilang, Mama juga punya hadiah untuk Risya saat Ia menikah nanti". Ujar Rasya. "Sayang, terimalah ini amanat dari Mama untukmu. Jika Kamu tolak, mungkin Mama akan sedih". Ujar Rasya menggenggam tangan Raina.


Raina memeluk Rasya. " Sungguh baik Mama, terimakasih Mah atas hadiah ini, Aku berjanji akan menjaganya dengan baik"* ujar Raina. "Lalu, hadiah darimu mana?". Tanya Raina tersenyum-senyum menatap Rasya.


Raina hanya menganggukkan kepala


Tiba-tiba Rasya mencium Raina dengan cepat. Begitu lama Ia mencium Raina. Semakin dalam semakin rasa itu bermunculan.


Rasya mencium leher Raina yang jenjang. Ia mencium sangat kasar sampai ada Tanda merah di leher Raina. Raina tidak berguming, Ia hanya mengikuti permainan suaminya. Rasyapun mencium semua badan Raina setelah membuka bajunya. "asik juga punya mainan hidup seperti ini". ujar Rasya tertawa kecil. " apalagi ini seperti bola relaxation ". Rasya tertawa.


"geli Rasya". ujar Raina melepas genggaman Rasya


Rasya terus bermain dengan tubuh istrinya. Raina merasakan perasaan yang campur aduk. semakin lama permainan Rasya semakin membuat Raina tidak terkontrol.


Selesai dengan aktivitas nya, mereka pun berbaring.


"Itulah hadiahmu dariku". Ujar Rasya mengecup pipi Raina.

__ADS_1


" hadiahku apa hadiahmu?? ". Ujar Raina memukul Dada Rasya.


" loh, Kamu tidak suka??". Ujar Rasya memandang Raina.


Raina hanya diam tersipu malu.


"Suka gak ??". Tanya Rasya.


" suka". Ujar Raina dengan pipi yang memerah.


Rasya mengecup kembali Raina.


"Sayang, Aku sedang mengerjakan project baru. Besok Aku ingin melihat sudah sejauh mana mereka mengerjakannya. Kamu ikut ya". Ujar Rasya.


'Aku tidak mengerti pekerjaanmu sayang". Ujar Raina


" siapa yang menyuruhmu membantu pekerjaanku? Aku hanya ingin Kamu temani". Ujar Rasya. "Setelah dari situ, kita datang menemui Mama Papa". Ujar Rasya.


" beneran ??". Tanya Raina bahagia


"Ya, kamu mau apa nggak ??". Tanya Rasya


" mau". Raina berteriak.


Raina memeluk Rasya


"Baiklah sekarang kita tidur". ujar Rasya mencium Raina. " good night sayang".


"good night". raina tidur dalam pelukan Rasya

__ADS_1


__ADS_2