
"Lapar ya?". Tanya Rasya
Raina hanya mengangguk.
Selesai makan, Raina memiliki energy lagi.
" Aku sudah kenyang. Ayo kita nonton".
Raina mengambil dompet dari tas nya untuk membayar makanannya.
"Mau ngapain Kamu?". Tanya Rasya yang bingung Raina mengambil kartu ATM nya.
" Bayar lah. Emang Kamu pikir makanan ini gratis".
"Gak usah biar Aku aja yang bayar". Rasya mendorong pelan tangan Raina agar Ia menaruh ATM nya lagi kedalam dompet.
" Gak usah ini kan makanan ku. Jadi Aku yang bayar".
"Biar Aku aja". Jawab Rasya.
mau ditaro dimana wajahku masa cewek yang bayar. Ucap Rasya dalam hati.
Raina mulai melihat wajah Rasya yang sedikit menahan malu.
" Yaudah gini aja, makanan ini Kamu yang bayar nanti tiket nonton Aku yang bayar". Jawab Raina yang mencoba tidak membuat malu Rasya.
"Ya jangan nanti Aku juga yang bayar". Jawab Rasya.
" Kalo gitu Aku pulang aja". Raina ngambek.
"Yaudah OK deal". Jawab Rasya.
Ya! Itulah unik nya seorang Raina. Dia selalu menolak saat seseorang membayar apapun yang Ia butuhkan.
Rasya tau betul sifat itu sejak SMA.
Rasya pun membayar Dan mereka pergi menuju bioskop.
Sampai di bioskop.
" Mau nonton apa ?".
"Romantic movie ya". Jawab Raina.
" Boleh. Aku beli tiket nya dulu ya".
"Eits tadi perjanjiannya apa? Aku yang bayar kan?". Ucap Raina
" Biar Aku aja ya yang beli. Liat tuh ngantri nya. Nanti Kamu pegel". Jawab Rasya
Raina melihat emang sangat antri.
"Yaudah Kamu yang beli tiket". Jawab Raina
__ADS_1
Rasya pun pergi ke tempat antrian.
Raina pun pergi untuk membeli pop corn & soft drink.
Raina menunggu Rasya yang masih belum mendapatkan tiket.
Tak Lama Rasya datang sambil mejulurkan 2 tiket.
" Akhirnya dapat juga tiketnya". Ucap Raina.
"Huh lumayan ngantri panjang. Ayo film nya keburu mulai".
Mereka berdua pun berjalan menuju studio.
Sampai di dalam studio, Rasya memilih kursi paling belakang.
" Kok paling belakang sih?". Tanya Raina
"Biar g keganggu. Kalo ditengah atau di depan suka banyak yang berisik". Jawab Rasya.
Mereka pun duduk.
Film sudh dimulai.
Mereka sangat serius menonton. Hingga dipertengahan film Raina menangis. Melihat Raina menangis, Rasya menyentuh tangan Raina.
" Kenapa?". Tanya Rasya.
Rasya cukup terkejut. Jantungnya berdebar kencang.
Setelah selesai, mereka pun keluar.
"Mau kemana lagi Sya?". Tanya Raina
" Ke taman kota aja yuk. Disana kalo malam ada pertunjukkan lampu". Jawab Rasya.
"Boleh. Ayo. Oya Tapi aku bawa mobil terus gimana?".
" Tenang aja, Aku gak bawa mobil kok karena Aku tau Kamu bawa mobil. Nanti sekalian aku antar pulang".
"Terus kamu pulang gimana?". Tanya Raina.
" tenang aja kan ada taksi online. Aku gak bisa ninggalin Kamu pulang malam sendirian".
Raina hanya tersenyum terharu.
Sampailah di taman kota.
Mereka duduk dikursi taman menghadap light show.
"Aku baru tau kalo ada light show di taman ini". Ucap Raina
" Kamu sih sibuk dikamar terus". Ledek Rasya dengan tertawa kecil.
__ADS_1
"Kamu tahu tempat ini dari mana?". Tanya Raina.
" Taman ini kan yang desain Aku. Jadi pasti Aku tau tempat ini". Jawab Rasya
"Oh ya ??? Hebat kamu bisa mendesain dengan begitu indah. Kalo gitu nanti Kamu bisa dong desain rumah masa depanku". Tanya Raina dengan ketawa kecil.
" itu sudah Ada". Jawab Rasya.
"Wah cepat ya Kamu berimajinasi". Raina cekikikan.
" hari minggu Kamu gak ada jadwal kan?".
"Gak ada. Kenapa?".
" Aku jemput ya minggu siang". Ujar Rasya.
"Mau kemana?". Tanya Raina
" Ada deh. Kamu pasti suka". Ucap Rasya.
"Hmmmmmmmm Kamu selalu bikin penasaran". Raina mendorong pelan pundak Rasya.
Rasya hanya tersenyum.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.
" Sya, pulang yuk".
"Ayo".
Mereka pun pergi berjalan menuju mobil.
Rasya melajukan sedang mobil itu.
30 menit berkendara, sampailah dirumah Raina.
" Makasih ya untuk hari ini". Ujar Raina
"Sama-sama. Jangan lupa hari minggu ya".
" OK!! Udah pesan taksinya ?".
"Udah. Mungkin sebentar lagi sampai".
tak lama taksi online pun datang.
" Aku pamit sama orangtua mu ya".
"aaaaaa gak usah merekansudsh tidur kayanya". jawab Raina agak gugup.
" yasudah salam pada orangtua mu ya. Aku pulang". Rasya masuk Dan melambaikan tangan.
maaf Sya Aku masih belum siap mempertemukanmu dengan Papa. Ucap Raina dalam hati.
__ADS_1