
Sampai dirumah sakit, Raina berlari "cepat ambil brankar Dan kalian tolong saya cepat". Semua staff yang Ada di IGD berlari. Mereka mengangkat bada Rasya Dan menidurkannya di brankar. Mereka berlari memasuki ruang IGD.
" Ada apa Dok?". Tanya dokter Ahmad kepada Raina.
"Dok tolong Rasya cepat". Raina sangat Panik dengan bercucuran air mata.
Dokter ahma segera memeriksa Rasya.
Raina meraih telpon diruangan IGD, Ia tidak tahu dimana ponselnya.
" halo, Risya, Kamu dimana ?? Cepat kerumah sakit kakak sekarang". Ujar Raina
"Ada apa kak ???". Tanya Risya
" Rasya tertusuk pisau, sekarang tidak sadarkan diri". Raina menangis.
"Apa??? Aku akan kesana sekarang". Risya menangis Dan bergegas pergi.
Raina mencoba menelfon mamanya. Mama nya pun Panik Dan bergegas menuju rumah sakit.
Raina menangis bercampur rasa sedih, khawatir Dan Panik.
Papa Raina yang mendengar kabar berlari menuju UGD.
" ada apa ini Raina?". Papa Raina Panik.
Melihat Papa nya datang, Raina menjadi emosi.
"Puas Papa puas papa sekarang". Raina menangis sejadi-jadinya.
" ikut papa". Papa Raina menarik Raina menuju ruang kerjanya.
"Duduk". Papa memerintahkan Raina untuk duduk.
__ADS_1
Raina hanya menangis tah henti.
Tak lama Mama Raina pun datang.
" Astagfirullah Raina, kenapa penampilanmu seperti ini?". Tanya Mama Raina.
"Mama". Raina memeluk Mama Raina.
" Kamu kenapa?". Mamanya Panik
Raina menceritakan apa yang terjadi.
Wajah papa Raina menahan amarah saat Raina menceritakan apa yang terjadi
"Nico kurang ajar". Papa Raina marah dengan wajah yang merah padam. " berani Kamu menyentuh putriku".
Papa Raina mengambil gagang telfon di depannya. Ia menekan tombol telefon untuk menelpon seseorang.
"Halo. Bisa bicara dengan pak Dirgantara? Katakan Surya Satrawidjaya menelpon". Ujar Papa Raina
"Apa??? Berani sekali dia mencoba memperkosa keponakanku!!! Tenang kakak aku akan membereskan Dia!!". Ujar Dirga.
" baik lakukan tugasmu". Ujar Papa Raina
Dirgantara Satrawidjaya adalah adik dari Surya Satrawidjaya. Om dari Raina. Dirgantaran adalah seorang kapolres.
"Puas Papa sekarang kan??". Raina berteriak. " Lihat lelaki yang papa anggap layak menjadi suamiku, mencoba mengambil kehormatanku". Raina terisak nangis. "Bahkan Rasya menjaga kehormatanku. Sekarang Papa puas melihat keadaan Rasya seperti itu? Bahkan dia rela mempertaruhkan nyawanya hanya untuk menolongku". Raina menangis sejadi-jadinya.
Seseorang mengetuk pintu Dan membuka pintu.
" Maaf Dok, keadaan tusn Rasya sangat kritis. Ia mengalami pendarahan yang sangat banyak. Stok darah di rumah sakit kita sudah tidak ada untuk golongan darah tuan Rasya". Ujar seorang perawat.
"Hubungi bank darah segera". Ujar Papa Raina.
__ADS_1
" kita sudah menelpon mereka bilang hanya ada 1 stok darah untuk golongan AB+" ujar suster
" ambil saja darahku". Ujar Raina. "Golongan darahku Dan Rasya itu sama". Ujar Raina
" Tapi kita memerlukan 4 kantong darah Dok ". Jawab suster.
" Baiklah, ambil darahku juga". Jawab Papa Raina.
Mama & Raina terkejut mendengar nya.
"Ambil saja yang Ada dulu. Kita harus segera mengoperasi Rasya". Ujar Papa Raina.
Merekapun bersiap.
Raina melihat Risyayang sedang kebingungan.
" Risya". Raina berlari Dan memeluk Risya.
"Kak Apa yang terjadi??". Risya menangis memandang Raina.
" kita akan bahas ini nanti. Apa golongan darahmu sama dengan Rasya?". Tanya Raina
Risya menganggukkan kepalanya.
"Baguslah ikut aku". Raina berjalan cepat menarik tangan Risya
" Rasya sangat kritis Ia mengalami pendarahan yg sangat banyak. Ia membutuhkan 4 kantong darah". Ujar Raina
Risya hanya menangis mendengar apa yang dikatakan Raina.
Merekapun memulan untuk mendonorkan darahnya.
Smoga kau baik-baik saja Rasya. Ujar Raina dalam hatinya.
__ADS_1
Kakak jangan tinggalkan Aku dulu. Ujar Risya menangis dalam hatinya.