Rain...

Rain...
rencana lamaran


__ADS_3

Setelah mereka mengobrol, Raina mengantar Rasya ke kamarnya, setelah itu Rasya tertidur begitu juga Raina yang tertidur di sofa kamar Rasya.


Rasya bangun terlebih dahalu, Ia melihat Raina yang kelelahan beberapa hari ini mengurus nya.


Ia berjalan menuju sofa, Ia duduk di sofa sebelah Raina. Ia memandang kasihan pada Raina. Sudah 1 minggu Ia mengurus Rasya tanpa lelah.


"Sayang, terimakasih atas segalanya. Memang tidak salah Aku mencintaimu". Ujar Rasya pelan dan mengusap kepala Raina.


Raina terbangun


" Sayang, Kamu sudah bangun. Maafkan Aku, Aku ketiduran". Ujar Raina duduk.


Rasya menyentuh pipi Raina.


"Tidak apa sayang, Kamu terlihat sangat lelah". Ujar Rasya. " Sayang, bagaimanapun keadaanku, Aku ingin melamarmu secara resmi minggu depan ". Ujar Rasya


" Tapi....". Sebelum melanjutkan kata-kata nya, Rasya sudah menutup mulut Raina.


"Aku tidak ingin ada kata Tapi dan tidak". Ujar Rasya dengan wajah yang meyakinkan. " katakan pada orangtuamu, hari minggu Aku akan datang kerumahmu".


Raina hanya mengangguk.


"Terimakasih sayang". Raina memeluk Rasya.


Ada suara ketukan pintu, Raina melepas pelukannya. Raina berdiri membuka pintu. Ternyata Risya yang datang.


" Kamu sudah pulang". Ujar Raina memeluk Dan mencium pipi Risya.


"Sudah dari tadi, aku sempat kemari Tapi kalian berdua tidur makanya Aku kembali". Ujar Risya.

__ADS_1


" kenapa tidak membangunkan?". Tanya Raina


"Kalian sangat lelap juga terlihat lelah makanya Aku biarkan istirahat". Ujar Risya.


" duduklah". Ujar Rasya menepuk sofa memanggil kedua wanita itu.


"Risya, kakak mau bicara denganmu". Ujar Rasya serius. " kakak ingin melamar resmi Rain, kakak Harap Kamu bisa membantu kakak". Ujar Rasya


"Serius ??? Aaaaaa aku sangat gembira mendengarnya. Selamat kakak". Risya memeluk Raina.


" Terimakasih sayang". Ujar Raina


"Besok kamu bisa membawa Risya untuk berbelanja. Tapi ingat, setelah jadwal praktek mu". Ujar Rasya.


" Tapi....". Sebelum melanjutkan kata-kata nya, Rasya berbicara duluan.


" Baiklah". Raina menerima ATM nya.


"Sekarang Kamu pulanglah, Risya sudah bersamaku. Kamu bisa istirahat dirumah". Ujar Rasya.


" Baiklah Aku akan pulang. Tapi ingat, jika ada apa-apa hubungi Aku ". Ujar Raina


Rasya hanya menganggukkan kepalanya dengan senyuman.


" Baiklah, Aku pulang sekarang. Risya jaga Kakakmu. Ingat jika ada apa-apa langsung hubungi Aku ". Raina berdiri


" Baiklah kakak". Ujar Risya.


"Aku antar keluar ya". Ujar Rasya.

__ADS_1


" Tidak usah sayang, Kamu istirahatlah". Ujar Raina menolak Rasya.


"Biar Aku saja yang mengantar kak Raina". Ujar Risya.


" Baiklah. Hati-hati dijalan ya. Jika sudah sampai jangan lupa telfon Aku ". Ujar Rasya mencium kening Raina Dan memeluknya.


" jaga dirimu baik-baik ". Ujar Raina


Risya yang melihat mereka hanya terlihat iri. Kapan Aku seperti mereka. Ujar Risya dalam hati.


" Ayo kak". Risya mengajak Raina


"Sampai jumpa besok. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam".


Raina dan Risya pun keluar.


" jangan lupa memberikan obat untuk kakakmu ya". Ujar Raina.


"Siap kak". Ujar Risya.


" kakak pulang dulu ya". Raina memeluk Risya.


"Hati-hati ya kak". Risya melambaikan tangannya.


Raina melajukan mobilnya.


" Aduh apa yang harus Aku beli besok? Mana Aku tahu persiapan untuk acara lamaran". ujar Raina dalam kebingungan. "Hmmmmmmmm mungkin Mama tahu Apa saja yang harus dilakukan". ujar Raina merasa gembira.

__ADS_1


__ADS_2