Rain...

Rain...
Ngidam


__ADS_3

Setelah berkeliling, waktu menunjukkan untuk makan siang. Dito mengajak semua untuk makan siang bersama.


"Mari kita makan siang dulu". Ujar Dito.


Raina, Rasya, Rangga dan Ayesha pun mengikuti Dito.


Sampai dirumah, Mereka disambut Eriska.


"Baru Aku akan menghampiri kalian. Mari masuk, Kita makan siang bersama". Ujar Eriska.


Mereka masuk untuk makan siang.


Sudah banyak makanan yang dihidangkan.


"Terimakasih Nona Eriska atas jamuannya". Ujar Raina.


"Ah tidak perlu memanggil Nona, hanya karyawan Saya saja yang memanggil seperti itu. Panggil saja Eriska". Ujar Eriska tersenyum.


"Tidak disangka ternyata Eriska begitu ramah dan hangat. Diluaran sana banyak yang bilang Eriska itu seorang yang Angkuh dan sombong". Ujar Rasya.


Eriska hanya tersenyum mendengar isu soal Dia.


Setelah makan siang, Rasya berpamitan pada Dito dan Eriska. Mereka ingin melanjutkan jalan-jalan ke tempat lainnya.


"Dito, Eriska, terimakasih banyak untuk hari ini. Kami sungguh merepotkan". Ujar Rasya.


"Ah Sya Kamu seperti ke siapa aja dulu juga sering makan disini". Ujar Dito tertawa.


"Yasudah kami pamit dulu. Saat kalian ke Ibu Kota jangan lupa mampir kerumah kami". Ujar Rasya


"Pasti. Kalian hati-hati". Ujar Dito.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam".


Merekapun pergi dari kediaman Dito.


Tak lama, ponsel Rangga berdering. Ternyata dari Mama


"Assalamualaikum, Mah ada apa menelpon?". Tanya Rangga.


" Rangga, Kamu cepat pulang. Papamu sakit". Ujar Mama Rangga.


"Apa ? Papa sakit? Sekarang dimana?". Tanya Rangga.


"Dirumah sakit. Kamu cepat segera datang. Jangan lupa bawa Ayesha juga". Ujar Mama Rangga.


"Baiklah Mah, Aku akan segera pulang". Ujar Rangga.


Teleponpun dimatikan.


"Ada apa Rangga?". Tanya Ayesha.


"Papa sakit. Sekarang dirawat dirumah sakit". Ujar Rangga Panik.


"Apa? Om sakit? Lebih baik kita pulang sekarang. Kita ke Villa dulu untuk mengambil semua barang-barang kita". Ujar Rasya.


"Baiklah". Ujar Rangga.


Mereka pun pergi menuju villa untuk mengambil semua barang lalu pergi menuju ibu kota.


"Maafkan Aku, karena Papa sakit kita jadi tidak bisa jalan-jalan". Ujar Rangga.


"Dasar bodoh. Papamu lebih penting dari jalan-jalan". Ujar Rasya.


Rasya pun melajukan mobilnya cukup kencang.


Tiga jam perjalanan akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit milik Raina.

__ADS_1


Mereka menuju kamar rawat Papa Rangga.


Diruang VIP akhirnya mereka sampai.


"Assalamualaikum". Rangga mengucap salam.


"Waalaikumsalam. Akhirnya Kamu datang juga". Ujar Mama.


Terlihat Papa Rangga tengah terduduk diatas tempat tidur.


"Pah, Papa baik-baik saja kan?". Tanya Rangga khawatir.


"Ah Papa baik-baik saja hanya demam". Ujar Papa.


"Mama mengatakan Papa sakit jadi Aku pulang dengan terburu-buru". Ujar Rangga.


"Om, Tante". Rasya dan Raina mencium tangan kedua orangtua Rangga


"Ah kalian kemari juga. Om jadi tidak enak". Ujar Papa Rangga.


"Tidak apa-apa Om kita memang ingin menjenguk Om dan Tante". Ujar Raina.


Ayesha berdiri sangat dibelakang mereka. Ia masih belum siap bertemu orangtua Rangga. Jantung Ayesha berdegup kencang selama perjalanan.


"Ayesha mana?". Tanya Mama Rangga.


Raina mengajak Ayesha untuk menghampiri calon mertua nya.


"Tenanglah Ayesha, Mereka orang baik". Bisik Raina.


"Assalamualaikum". Ayesha menyapa calon mertua nya.


"Ah jadi ini calon menantu Mama?". Mama Rangga sangat gembira bertemu Ayesha dan memeluknya.


"Kamu sangat cantik". Ujar Mama Rangga membelai rambut panjang Ayesha.


Ayesha tersenyum membalas semua perlakuan calon mertua nya.


Ayesha pun mendekat. Ia berjabat tangan dengan calon Papa mertuanya.


"Bagaimana keadaan Om ?". Tanya Ayesha.


"Kenapa panggil Om ? Panggil Papa". Ujar Papa Rangga.


Ayesha melirik Rangga. Rangga hanya tersenyum dan mengangguk.


"Papa". Ujar Ayesha tersenyum.


Merekapun berbincang bersama. Rasya dan Raina berpamitan pulang karena Rain sudah terlihat lelah.


"Om kami pulang dulu ya. Semoga Om lekas sembuh". Ujar Rasya.


"Terimakasih Rasya dan Raina telah menjenguk Om". ujar Mama Rangga


"Sama-sama Tante. Yasudah kami pamit. Assalamualaikum". Ujar Rasya


"Waalaikumsalam". Semua menjawab salam Rasya.


Rasya dan Raina pun pergi dari ruang rawat.


"Selamat malam Dokter". Sapa para perawat dan staff saat melihat Raina.


Raina hanya tersenyum dan mengangguk.


Mereka masuk kedalam mobil.


"Sayang, tiba-tiba Aku ingin ayam penyet. Kita beli ya". Ujar Raina.


"Ayam penyet kan pedas sayang. Ayam bakar aja gimana?" Tanya Rasya.

__ADS_1


"Ih Aku kan mau nya ayam penyet". Ujar Raina cemberut.


"Yasudah kita beli. Tapi jangan terlalu pedas kasihan anak kita nanti". Ujar Rasya


"Baiklah sayang. Ahhh Kamu memang terbaik". Raina mencium pipi Rasya.


"Cuma cium pipi aja nih gak ada yang lainnya?". Ujar Rasya.


"Ahhhh yang lain nanti saja dirumah". Ujar Raina.


"Istri pengertian". Dito mencubit pipi Raina.


Mereka pun berhenti di sebuah restaurant ayam penyet.


"Kamu mau makan disini apa dibawa pulang?". Tanya Rasya.


"Makan disini aja deh". Ujar Raina.


"Yasudah Aku pesankan". Ujar Rasya


Rasya memanggil pelayan lalu membeli 2 porsi ayam penyet dan juga minum nya.


"Alhamdulillah ya Orangtua Rangga menyukai Ayesha. Aku juga sempat Takut mereka tidak suka". Ujar Raina


"Mereka pasti menerima Ayesha. Dari latar belakang pun Ayesha adalah wanita yang baik dan juga pintar". Ujar Rasya


"Semoga mereka segera menikah agar tidak berjauhan". Ujar Raina.


"Aku juga harus bersiap sibuk deh di kantor. Rangga sudah minta cuti 2 minggu untuk pergi ke London minggu depan". Ujar Rasya.


"Hanya 2 minggu. Bahkan Kamu meninggalkan kantor berbulan-bulan dan Rangga yang menghandle". Ujar Raina


"Hahahahahaha next time setelah lamaran, Aku mungkin akan jauh lebih sibuk karena Rangga akan mempersiapkan pernikahannya dan Kamu tidak boleh protes jika Aku sibuk". Ujar Rasya mengelus pipi Raina.


"Ya Aku bisa ikut Kamu ke kantor". Jawab Raina.


Mereka pun tertawa bersama.


Pesanan mereka sudah datang.


"Ayo dimakan sayang". Ujar Rasya.


Rainapun melahap Ayam Penyet yang Ia mau.


"Hmmmmmmmm enak sekali". Ujar Raina bahagia.


"Biasanya Kamu tidak suka makanan seperti ini. Sekarang selalu minta makanan yang tidak pernah Kamu makan". Ujar Rasya


"Ha namanya juga lagi ngidam sayang". Ujar Raina melahap makanannya.


"Yasudah habiskan makananmu". Ujar Rasya.


Merekapun melahap makanannya sembari mengobrol bersama.


setelah makan, Mereka masuk ke mobil untuk pulang.


"Sayang, Aku mau dimsum". renek Raina


"Astagfirullah barusan Kamu baru makan 2 porsi ayam penyet loh". ujar Rasya


"oh gitu jadi gak mau belikan?". ujar Raina cemberut.


"bukan begitu sayang, apa Kamu tidak kenyang? Aku cuma tidak mau nanti setelah beli Kamu tidak memakannya". ujar Rasya.


"Aku mau, Kamu kan bisa membeli setengah porsi". ujar Raina.


aduh dasar wanita Hamil ada saja maunya. Ujar Rasya dalam hati.


" Yasudah kita beli". ujar Rasya

__ADS_1


"Terimakasih sayang". ujar Raina tersenyum.


__ADS_2