
Jam telah menunjukkan pukul 5 sore, tak terasa waktu berlalu begitu cepat.
"Sudah jam 5, kita pulang yuk". Ujar Raina melihat jam ditangan nya
" Yaudah yuk ". Jawab Risya
Rasya melambaikan tangan memanggil pelayan untuk meminta bill. Sebelum Raina membuka dompet, Rasya melototi Raina Dan Raina pun meletakkannya kembali di tas nya.
Pelayan kembali memberikan ATM milik Rasya.
Mereka pun berdiri Dan berjalan menuju mobil. Masuklah mereka kedalam mobil.
Rasya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sampai di Parkiran kantor, Rasya Dan Raina turun.
" Aku antar Kamu pulang ya". Ujar Rasya.
"Jangan Sya, Aku masih belum tau suasana hati papa". Jawab Raina menyentuh tangan Rasya.
" Tapi Rain, Aku gak mau kaya gini terus". Rasya memegang kedua tangan Raina.
"Please". Rasya dengan memohon.
Raina menarik nafas Dan membuang nafasnya berat.
" Baiklah Kamu boleh mengantarku pulang". Ujar Raina dengan berat hati.
"Risya, Kamu bawa mobil kakak ya. Kakak mau antar Raina pulang". Ujar Rasya
" OK kak". Jawab Risya
Risya pergi dengan mobil Rasya.
"Sini kunci mobil nya". Rasya meminta kunci mobil.
Raina memberikan kunci mobilnya.
Mereka masuk kedalam mobil.
" Sya, yakin ???". Raina menyentuh tangan Rasya
__ADS_1
"Udah Tuan Putri diem aja". Jawab Rasya.
Rasya melajukan mobilnya.
30 menit berkendara, mereka sampai dirumah Raina.
" Kamu antar sampai sini aja ya". Ujar Raina
"Aku mau menemui calon mertua ku". Jawab Rasya tersenyum.
" Aku Takut Kamu di apa-apa Papa". Raina mulai merasa Takut.
Rasya menarik tangan Raina untuk bertemu dengan orangtua nya.
"Assalamualaikum". Raina Dan Rasya mengucap salam.
Papa Raina datang Dan marah melihat Rasya kembali kerumah nya.
Ia berjalan cepat menghampiri Raina & Rasya
" Berani Kamu datang lagi kesini".
Bug!!! Papa Raina menghajar wajah Rasya.
Papa Raina meraih kerah Rasya.
" sudah saya bilang jauhi Raina". Ujar Papa Raina dengan rasa emosi yang tinggi
Raina mencoba melepaskan genggaman Papanya.
"Cukup Pah cukup". Raina berteriak
Raina bisa melepaskan genggaman tangan Papanya
" kalau papa mau pukul Rasya, Pukul Aku duluan ". Rasya berteriak sambil menangis
" Kamu gak apa-apa kan?". Raina menyentuh ujung bibir Rasya yang berdarah.
" Maaf Om saya hanya ingin mengantarkan Raina pulang". Ujar Rasya.
"Banyak bicara Kamu". Papa Raina memukul lagi wajah Rasya.
__ADS_1
" Papaaaaaaa". Raina histeris
"Pergi Kamu dari rumah ini jangn pernah menginjakkan kaki Kamu disini lagi atau akan saya habisi Kamu". Papa Raina menunjuk wajah Rasya.
" Aku bilang apa Sya, jangan kesini". Raina menangis.
Rasya berdiri dibantu Raina.
"Baik Om, saya akan pergi". Rasya pergi keluar dibantu Raina.
Tapi Papa Raina menarik tangan Raina.
" Biarkan dia keluar sendiri. Dan ini yang terakhir kalinya Kamu bertemu dengannya". Papa Raina menggenggam tangan Raina erat.
"Lepasin aku Pah". Raina berontak.
Rasya pergi dengan tergopoh-gopoh, menahan rasa sakit.
" Sya tunggu". Raina berteriak
"It's OK". Rasya berbisik
Rasya sudah tak terlihat di pintu.
Raina memaksa melepas genggaman tangan Papanya.
Dari pintu, datang mamanya yang kembali dari acara pernikahan terkejut melihat Raina yang berurai air mata.
" kenapa kamu?". Mama Raina menghampiri Raina yang terduduk dilantai.
Raina tidak menggubris perkataan mamanya. Masih terus menangis.
"Jangan pernah Kamu temui dia lagi. Atau?".
" atau apa". Raina membalas dengan intonasi suara yang tinggi.
"Papa akan hancurkan dia tanpa sisa".
Raina lemas mendengar perkataan Papanya.
" Nico akan pulang 2 minggu lagi. Bersiap-siap lah kalian akan menikah segera". Ujar Papa Dan pergi meninggalkan Raina.
__ADS_1
"Aku gak mau. Papa jahat papa jahat". Raina menangis sejadi-jadinya.
Mama Raina yang tidak tahu apa yang terjadi Berusaha menenangkan anaknya.