Rain...

Rain...
pacaran


__ADS_3

Karena hari ini adalah hari minggu, semua orang melakukan aktivitas dirumah. Begitu juga dengan Raina dan Rasya. Mereka sedang ada didalam kamar. Rasya tengah sibuk membuat desain sebuah kantor berlantai 30. Dia sangat sibuk membuat Raina sangat kesal.


"Sayang, berhenti menggambarnya". Ujar Raina kesal.


"Sedikit lagi sayang, tanggung". Ujar Rasya yang sedang konsentrasi.


"Aku pergi ya keluar jika Kamu masih sibuk". Ujar Raina merasa sangat kesal.


"1 jam ya tanggung sayang. Aku harus menyelesaikan ini sebelum membuat yang 4 dimensi". Ujar Rasya.


"Yasudah lebih baik Aku juga pergi kerumah sakit membuka praktek". Ujar Raina berdiri.


Rasya pun meninggalkan pekerjaannya lalu menarik tangan Raina yang sudah ingin keluar.


"Kamu jadi gampang marah ya sekarang". Rasya memeluk Raina dari belakang dan mencium leher belakangnya.


Raina berbalik. "Kamu juga, sedang libur begini masih saja sibuk kerja". Gerutu Raina.


"Iya iya Aku minta maaf". Rasya mengecup bibir Raina dengan sangat lembut.


"Kamu mau apa?". Tanya Rasya


"Kita jalan-jalan ke mall yuk. Aku sangat suntuk dirumah". Ujar Raina.


"Yasudah Kamu bersiap kita pergi ke mall". Ujar Rasya tersenyum.


"Kamu memang terbaik". Raina mencium pipi Risya.


"Pipi saja yang dicium?". Tanya Rasya.


"Terus?". Tanya Raina.


Rasya menunjuk bibirnya dengan jari. Raina pun mengecup bibir Rasya lalu pergi untuk bersiap.


"Memang kalau sudah yang namanya pekerjaan tidak ada ujungnya. Lebih baik menghabiskan waktu dengan Rain. Apalagi minggu depan Rangga cuti pasti Aku akan semakin sibuk dan Nyonya Rain pasti sangat protes". Ujar Rasya.


Raina pun telah siap begitu juga Rasya. Mereka berdua turun.


"Kalian mau kemana?". Tanya Mama.


"Jalan Mah, Raina suntuk dirumah terus". Ujar Raina.


"Mama mau ikut?". Tanya Rasya.


"Ah tidak perlu. Mama dirumah saja". Ujar Mama.


"Duh yang ada pasangan enak ya bisa jalan-jalan beda dengan yang LDR sepertiku". Ujar Risya.


"Kamu mau ikut?". Tanya Raina.


"Jangan bawa Dia, nanti malah menggagu kita". Ujar Rasya.


"Kak Rasya jahat sekali". Ujar Risya cemberut.


"Ayo Rain kita pergi. Mama, kita jalan dulu ya. Assalamualaikum". Rasya dan Raina mencium tangan mamanya.


"Akhirnya kita bisa berpacaran lagi". Ujar Raina bahagia.

__ADS_1


Rasya pun melajukan mobilnya menuju mall.


"Terimakasih ya Sayang sudah mau mengajakku keluar". Ujar Raina


"Ah sungkan sekali Kamu berterimakasih kepada suamimu sendiri". Ujar Rasya.


"Minggu depan kan Rangga akan cuti pasti Aku lebih sibuk. Makanya hari ini Aku ajak Kamu jalan-jalan". Ujar Rasya. "Kamu jangan marah-marah loh ya saat Aku sibuk ketika Rangga cuti".


"Tergantung mood ku". Ujar Raina. "Kamu tahu sendiri mood orang hamil naik turun".


Rasya mengelus perut Raina. "Anak Papa sayang, Kamu jangan rewel ya saat Papa sibuk. Papa sayang sekali denganmu".


Raina hanya tertawa kecil mendengar ucapan Rasya.


"Ingat ya Aku sudah membujuk Anak kita agar tidak rewel. Jika masih rewel, berarti itu akal-aklan Mamanya saja". Ujar Rasya.


Raina tertawa mendengar ucapan Rasya.


"Jika ngidam semudah itu, akan banyak wanita yang berterimakasih pada suaminya". Ujar Raina. "Tapi sayangnya ngidam tidak semudah itu sayang. Bahkan dokter ahlipun tidak bisa ngatasinya. Contohnya ya Aku ini. Meski aku seorang dokter kandungan tetap saja saat hamil tidak bisa mengontrol ngidam ini". Ujar Raina tertawa.


"Terus harus bagaimana mengatasinya?". Tanya Rasya.


"Ya turuti saja apa yang Aku mau". Uja Raina.


"Tapi kan kadang ngidammu aneh-aneh atau saat ingin makanan hanya ingin saja Tapi dimakan juga tidak". Ujar Rasya.


"Ya mau bagaimana lagi namanya juga ngidam". Ujar Raina yang tertawa.


Selama perjalanan Mereka masih terus membahas soal ngidam yang tak henti-hentinya hingga Mereka sampai di Mall.


Rasya dan Raina turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya. Mereka berjalan kedalam mall.


"Shopping". Ujar Raina


"Yasudah ayo". Ujar Rasya.


Merekapun berjalan ke area pakaian dan barang lainnya.


"Loh kenapa ke toko pakaian pria?". Tanya Rasya.


"Pakaianmu sudah banyak yang usang. Kamu buat Aku malu saja jadi kita sekarang beli pakaian baru untukmu". Ujar Raina menarik tangan Rasya untuk masuk kedalam.


"Selamat siang Tuan dan Nyonya". Sapa karyawan ramah.


Raina membalas dengan senyuman.


Mereka menuju bagian kemeja dan celana.


"Sayang, Kamu pakai kemeja ini pasti tampan". Ujar Raina menunjukkan satu kemeja.


"Pink? Masa cowok gagah seperti ini pakai warna pink". Ujar Rasya.


"Banyak tau sekarang pria memakai kemeja berwarna pink". Ujar Raina.


"Tapi jangan Aku lah ada-ada saja Kamu". Ujar Rasya.


"Habis nya kemeja Kamu tuh cuma ada 2 warna. Kalau gak putih ya Hitam. Kamu fikir TV jaman dulu warna Hitam putih". Gerutu Raina.

__ADS_1


"Ya kan 2 warna itu saja yang terlihat maskulin". Ujar Rasya.


"Memang Kamu fikir pria terlihat maskuli hanya dari warna pakaian? Sudah Aku akan beli semua warna untukmu. Agar harimu penuh warna". Ujar Raina mengambil kemeja semua warna yang ada.


"Haduh repot memang jika wanita yang memilih". Ujar Rasya berbisik.


Lalu Mereka memilih celana. Celanapun dipilih sesuai kemeja yang Raina pilih.


Raina sangat ahli mencocokkan warna pakaian. Meski kemeja nya warna warni namun saat Rasya yang mengenakan terlihat sangat cocok.


"Tuh kan apa Aku bilang Kamu semakin tampan dengan kemeja berwarna seperti ini". Ujar Raina sangat gembira melihat pilihannya sangat cocok ditubuh Rasya.


"Iyadeh Kamu memang hebat memilih pakaian. Terimakasih sayang". Rasya mencium kening Raina.


"Sekarang kita lihat Jas dan dasi ya". Ujar Eriska.


"Sayang jika Kamu mau beli Jas dan dasi juga kenapa kita tidak beli complete suit?". Tanya Rasya. "Sudah satu paket tidak perlu memilih-milih". Ujar Rasya.


"Ya memang Kamu mau membeli 15 Jas juga?". Tanya Raina.


"Kita bisa beli 5 Jas saja kan tidak semua kemeja memiliki Jas masing-masing". Ujar Raina.


"Yasudah terserah Kamu". Ujar Raina.


Raina sangat bersemangat memilih pakaian untuk Rasya. Sepanjang pernikahan Mereka, baru Kali ini mereka berbelanja keperluan untuk Rasya.


Setelah memilih, Raina dan Rasya pun membayar semua tagihan. Rasya cukup terkejut dengan semua total harga. Dia tidak pernah berbelanja sebanyak itu dan brand yang dipilih cukup terkenal jadi harganya pun 10 Kali lipat dengan pakaiannya sebelumnya.


"Mahal sekali". bisik Rasya.


"Kamu kan orang kaya uang segini tidak ada artinya". bisik Raina.


Rasyapun membayar dengan kartu debit nya.


"Mbak kami titip dulu ya barang-barang ini, Kami ingin ketempat lainnya. Nanti kami kembali". ujar Raina.


"Oh baiklah Nyonya". ujar Kasir ramah.


Rasya dan Rainapun keluar dari toko itu.


"kamu itu perhitungan sekali untuk dirimu sendiri". gerutu Raina.


"bukan begitu sayang, ya Kamu tahu sendiri masa lalu ku seperti apa. Terkadang Aku masih menggunakan barang-barang yang dari departement store saja tidak pernah membeli dengan brand seperti sekarang". ujar Raina.


"Kamu ini harus merubah penampilanmu. kamu kan bertemu banyak client jika penampilanmu biasa saja bagaimana Mereka menilaimu". ujar Raina.


"Baiklah Sayang Kamu bisa memilihkan untukku". ujar Rasya mencubit pipi Raina.


Mereka pun berjalan-jalan mengelilingi mall bersama.


*Assalamualaikum Reader Author akan memberikan Visualisasi Raina dan Rasya. semoga kalian suka


Raina Anindya Satrawidjaya*



Rasya Brawidjaya

__ADS_1



__ADS_2