Rain...

Rain...
percakapan dengan Mama


__ADS_3

"Pah tunggu". Mama Raina menarik tangan suaminya.


" sampai kapan peetengkaran ini berakhir?? Cukup Pah!! Cukup ikut campur atas kehidupan Raina. Cukup sekali Papa hancurkan mimpi Raina. Aku mohon jangan lagi. Betapa bahagia Raina bersama Rasya, apa papa tidak melihat itu?". Mama Raina berjalan mengambil bingkai foto. "Lihat ini. Betapa bahagianya Papa saat pertama Kali papa gendong Raina. Apa rasa cinta itu memudar?". Mama Raina menangis "Aku susah payah mengandungnya, susah payah melahirkannya, sekarang papa seenaknya memukulnya berulang Kali? Bukan hanya Raina yang terluka, Akupun sangat terluka". Mama Raina terjatuh duduk. " kau sudah menjauhkanku dengannya 7 tahun, apa itu kurang cukup??". Mama Raina menangis sejadi-jadinya.


"Cukup omong kosong mu. Aku menjodohkan Raina dengan Nico adalah yang terbaik". Ujar Papa Raina. " Nico bisa membantu Raina untuk mengelola rumah sakit kita".


"Cukup Pah! Jangan jadikan Raina robotmu lagi!!! Tanpa Nico Raina bisa menghandle rumah sakit dengan baik. Apa kurangnya Rasya? Dia baik Dan mencintai Raina bisa membuat Raina bahagia". Ujar Mama Raina penuh amarah.


" cukup aku tidak ingin berdebat denganmu ". Papa Raina masuk kedalam kamar.


Mama Raina hanya menangis meratapi nasib anaknya yang dihancurkan oleh Papanya sendiri.


Diluar rumah, Raina masih memeluk Rasya.


" udah dong liat tuh bajuku basah". Raina melepas pelukannya. "Jangan nangis lagi, Aku janji semua ini akan berakhir segera". Rasya menatap mata Raina. " sekarang Kamu istirahat OK. Jangan lupa besok harus kerumah sakit. Kalau besok aku tidak sibuk, Aku akan menjemputmu lagi di jam makan siang".


Raina hanya menganggukkan kepala.


"Yasudah Aku pulang ya. Ingat Kamu harus sabar jangan mudah emosi". Rasya memeluk Raina lagi. " I love you". Rasya berbisik. Raina memandang mata Rasya.

__ADS_1


Rasyapun pulang.


Raina masuk kedalam rumah Ia terkejut melihat mamanya sedang menangis.


Raina berlari duduk dihadapan mamanya.


"Mama kenapa?". Ujar Raina Panik


"Maafkan Mama nak, Mama tidak berguna menjadi seorang Ibu". Mama Raina memeluk Raina.


" Mama bicara apa??? Mama adalah Mama terbaik yang Ada dimuka bumi ini". Ujar Raina memeluk Mamanya.


"Andai Mama bisa mencegah Papa, mungkin Kamu bisa mewujudkan mimpimu Dan Rasya". Mama menangis dipelukan Raina


Merekapun pergi menuju kamar Raina.


Didalam kamar.


"Mah, istirahat dulu ya, Aku mau mandi dan Sholat". Raina menuju kamar mandi.

__ADS_1


Keluar dari kamar mandi, Raina meraih baju tidurnya Dan meraih mukena didalam tas nya.


Melihat apa yang dilakukan Raina membuat mamanya tersenyum. Begitu hebat Rasya merubah anaknya.


Mama Raina melihat Raina begitu khusyu sholat membuat nya menitihkan air mata.


Ya Allah jika memang Rasya yang terbaik untuk anak hamba maka persatukan mereka. Mama Raina berdoa dalam hati.


Selesai Raina sholat, Ia berjalan menghampiri Mamanya


" kenapa Mah? Kok liatin aku?". Tanya Raina


"Mama senang melihat perubahanmu". Ujar Mama Raina mengelus rambut Raina.


Raina tersenyum. " Rasya sih yang menyadarkanku. Dia selalu bilang, utamakan sholat karena itu kewajiban. Selalu sabar dengan cobaan diberikan, selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki. Jujur Aku malu pada Rasya, Dia yang berjuang sendiri untuk bangkit tanpa kedua orangtua, Dia bilang padaku Aku masih beruntung, kedua orangtua ku masih lengkap. Dia yang selalu mengingatkanku untuk tidak melawan atau bertengkar dengan Papa. Dia tidak pernah marah saat papa memakinya bahkan memukulnya. Rasya bilang itu bukti rasa cinta Papa terhadapku. Rasya juga selalu nyemangatiku saat Aku malas untuk pergi ke Rumah Sakit". Raina terdiam sekejap. "Rasya lelaki yang baik Mah, dia yang membuat ku berubah jadi lebih baik dia yang selalu Berusaha membuatku bahagia. Tapi Papa tidak bisa melihat itu". Raina mulai menitihkan air mata nya.


" Sabar nak, jika memang Rasya yang terbaik untukmu, Mama doakan kalian segera dipersatukan". Mama Raina memeluk Raina. "kita tidur ya". mereka berdua tidur bersama seperti dulu saat Raina masih kecil.


Raina tertidur pulas dipelukan Mamanya.

__ADS_1


Raina merasa nyaman disamping Mamanya Dan Rasya. karena peetengkaran Raina Dan Papanya seperti musuh.


" Tidurlah Nak, smoga besok keadaan berubah ". mama Raina mencium kening Raina.


__ADS_2