Rain...

Rain...
pertengkaran Raina & Rasya


__ADS_3

Pukul 3 sore Raina bangun. Ia merasa sangat lapar.


Itulah Raina, ketika perasaan nya sedang tenang, bahagia ataupun feeling yang baik nafsu makannya akan bertambah Dan ketika bersedih, Panik memiliki feeling yg kacau nafsu makannya akan turun drastis. Sejak 3 hari Ia bersedih nafsu makannya turun Dan hari ini feeling nya sedang baik. Maka, rasa lapar 3 hari itu datang hari ini.


"Mama, aku lapar". Raina turun dari tangga.


" pantaslah Kamu lapar, 3 hari makanmu tak teratur. Ayo Mama sudah buatkan Kamu makanan kesukaanmu". Ujar Mama Raina


Raina berlari duduk Dan Mama nya menghidangkan makanannya.


Raina melahap makanan merasa nikmat sekali.


"Makanan Mama enak Banget". Ujar Raina.


" Rasanya beda ya seperti 3 hari lalu?". Ujar Mama Raina meledek Raina.


Raina hanya tertawa kecil.


"Mah, Aku akan menjaga Rasya lagi ya malam ini, kasian Risya sudah menjaga dari pagi". Ujar Raina sambil melahap makanannya.


"Loh kan emang sejak Rasya dirumah sakit Kamu yang menunggu, kenapa sekarang Kamu meminta izin??". Mama Raina meledeknya.


Raina hanya tertawa Dan melahap makanannya.


Selesai makan, Raina pergi menuju kamar Dan berganti baju. Ia ingin pergi ke Rumah Sakit lagi.


" Mah, aku jalan dulu ya". Raina mencium tangan mamanya.


"Salam pada Rasya & Risya ya". Jawab Mama nya.


" OK Ma, Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam".


Rainapun menancapkan gas mobilnya.


Sampailah dirumah sakit.


Semua staff mengucapkan salam pada Raina.

__ADS_1


Ia masuk kedalam lift menuju lantai 5 ruang VVIP.


" Assalamualaikum ". Ujar Raina


" Waalaikumsalam ". Jawab Risya.


" sejak kapan kakakmu tidur ???". Tanya Raina.


"Sejak setengah jam lalu kak". Jawab Risya yang terlihat lelah.


" pulanglah, biar kakak yang menjaga kakakmu". Ujar Raina.


"Yaudah, aku titip kakak ya". Risya berdiri memeluk Raina.


" Assalamualaikum ".


" Waalaikumsalam ".


Setelah Risya pergi, Raina duduk disamping tempat tidur Rasya.


Raina hanya melihat laporan kesehatan Rasya.


" loh, Kamu sudah bangun ". Ujar Raina


" Aku mencium wangi mu jadi aku terbangun". Ujar Rasya tersenyum.


"Bisa aja kamu". Ujar Raina memukul pelan bahu Rasya.


" Lihat, setelah Kamu istirahat wajah cantikmu berbinar kembali". Rasya merayu Raina


Pipi Raina memerah karena malu.


"Udah ah jangan gombal terus". Ujar Raina. "darahmu masih rendah, nanti Kamu harus double minum obat penambah darahmu". Raina menunjukkan laporan kesehatan nya.


" udah jangan Panik begitu". Ujar Rasya mengatakan sambil menggenggam tangan Raina. "Lebih baik kita fikirkan kapan kita menikah. Hmmmmmm bagaimana kalau minggu depan". Rasya tersenyum mencium tangan Raina.


" ih ngaco Kamu, lihat keadaanmu masih kurang baik". Ujar Raina ketus.


"Loh aku bisa sembuh dalam 1 minggu". Ujar Rasya.

__ADS_1


" jangan ngaco deh Sya. Minimal sampai jahitanmu kering". Jawab Raina.


"Hmmmmmmm". Rasya melepas genggaman tangan Raina.


Raina mendekati wajah Rasya Dan mencium Rasya.


Rasya terkejut.


" hei Nona, sembarangan main cium". Rasya mengusap bibirnya.


Raina hanya tertawa melihat wajah Rasya yang memerah.


"Maafkan aku". Raina cengengesan.


" Ih ciumanmu tidak kaku, jangan-jangan Kamu sering melakukannya". Rasya menunjuk ke wajah Raina.


"Kalo iya terus kenapa?". Raina mendekatkan wajahnya ke wajah Rasya.


Wajah Rasya memerah kembali.


" hahahahahaha ". Raina tertawa.


" Raina serius, Aku tidak suka Kamu melakukan nya". Ujar Rasya dengan wajah marah.


Raina menghentikan tertawanya.


"Aku bukan orang barat yang mudah mencium atau dicium". Ujar Rasya kesal.


" OK maafkan Aku. Aku memang salah ". Raina keluar dari ruangan.


" emang Aku salah ya menciumnya". Ujar Raina kesal.


Raina berjalan menyusuri lorong Rumah Sakit


"Dok, dokter ". Ujar Suster


" Ada apa?". Tanya Raina


"Tuan Rasya terjatuh". Jawab Suster

__ADS_1


" Apa??". Raina kaget dan berlari menuju ruangan Rasya.


__ADS_2