
Selesai makan, Rasya melambaikan tangan memanggil pelayan.
"Ada yang bisa saya bantu?". Tanya Pelayan.
" Bill ya". Jawab Rasya
"Baik Pak, ditunggu". Pelayan pun pergi.
Pelayan datang memberikan bill.
Raina mengambil ATM nya. Rasya mulai bete.
" Aku aja!". Ucap Rasya bete.
Raina mematuhi Rasya. Dia tidak berani karena wajah Rasya mulai bete.
Rasya memberikan ATM nya Dan pelayan pergi.
"Kalau kita lagi jalan, biar Aku aja yang bayar". Ujar Rasya dengan wajah kesal.
" Tapi kan itu makananku ". Jawab Raina
" Kalo gitu, Aku gak mau jalan lagi sama kamu. Aku calon suamimu, masa jajanin calon istrinya gak bisa". Jawab Rasya ketus.
"Yaudah". Raina menyerah. Karena Ia tau Rasya tidak mudah marah.
Pelayan kembali memberikan ATM. Rasya menerima Dan menyimpannya dalam dompet.
"Kita balik kantor ya, Aku ada meeting. Apa Kamu mau Aku antar pulang?". Tanya Rasya.
" Gak mau, Aku ikut Kamu aja ke kantor".
"Gak apa Aku tinggal meeting?".
" Gak apa-apa kok, daripada dirumah ketemu Papa ". Ucap Raina dengan wajah cemberut.
" Kamu gak boleh gitu, itu kan Papamu". Ucap Rasya sambil mengelus rambut Raina.
Raina hanya cemberut.
__ADS_1
"Yaudah ayo kita ke kantor, Habis meeting kita pulang kerumah ku ya bertemu Risya. Udah jangan cemberut lagi". Rasya mencubit kecil pipi Raina.
Mereka pun berjalan menuju mobil.
Rasya melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Sampailah mereka di kantor.
" Sayang, Kamu ke ruanganku ya, Aku meeting dulu disana?". Rasya menunjuk 1 ruangan.
Raina mengangguk.
Rasya mengantar Raina menuju lift. Semua orang melihat pemandangan manis itu. Mereka berbisik satu Sama lain.
"Mungkin itu pacar pak Rasya, mereka serasi ya". Ujar para karyawan.
Pintu lift tertutup, sampai di lantai 2, Raina masuk kedalam ruangan Rasya.
Raina duduk di kursi Rasya.
" Empuk juga kursi Direktur Utama". Ujar Raina cekikikan.
1 jam berlalu, Rasya membuka pintu ruangannya. Ia melihat Raina yang tertidur di kursinya.
"Polos sekali wajahnya saat tidur". Ia menatap wajah Raina, mendekatkan wajahnya semakin dekat.
" Astagfirullah, hampir aja". Rasya hampir mencium Raina Tapi Ia tersadar sambil menepuk Dahi nya.
"Rain, Rain bangun". Rasya menggoyangkan bahu Raina dengan lembut.
Raina membuka matanya.
" Maaf Aku ketiduran". Raina mengucek matanya.
"Empuk ya kursi kerjaku?". Ujar Rasya cekikikan.
Raina tertawa kecil.
" Ayo kita bertemu Risya. Aku sudah menelponnya, dia sudah pulang dari kampus". Ujar Rasya
__ADS_1
"Aku siap-siap dulu ya". Raina mengambil alat make up di tas nya lalu berdiri, berjalan menuju toilet.
Rasya duduk di kursi kerjanya menunggu Raina.
15 menit berlalu, Raina keluar dengan terlihat lebih fresh.
" Ma Shaa Allah cantiknya dokter Raina ". Rasya tersenyum.
" ih Kamu gombal". Raina mencubit tangan Rasya dengan wajah malu-malu.
"Sudah siap?".
Raina menganggukan kepalanya.
Rasya menggenggam tangan Raina. Mereka berjalan meninggalkan ruangan.
Sampai di parkiran.
" Aku naik mobil sendiri aja ya biar dari rumahmu aku langsung pulang". Ujar Raina.
"Jangan, biar naik mobil ku aja, nanti Aku antar pulang". Jawab Rasya.
" Sya, jangan. Nanti kalau papa tau bisa ribut lagi".
"Tapi.."
"Jangan sekarang ya, perasaanku mulai membaik jangan buat seperti kemarin". Ujar Raina menggenggam tangan Rasya.
Rasya hanya mengangguk dengan wajah yang sedih.
" Sya, Aku tau niatmu baik, Tapi kita tunggu beberapa hari ya". Raina medekatkan wajahnya ke wajah Rasya sambil tersenyum.
Rasya pun tersenyum.
"Sekarang gini aja, Kamu naik mobil denganku, nanti pulang, Aku antar kesini lagi. Gimana?". Tanya Rasya.
" Yaudah". Raina menyentuh pipi Rasya.
Merekapun naik mobil Rasya. Dan melaju menuju rumah Rasya.
__ADS_1