Rain...

Rain...
lamaran


__ADS_3

Dua minggu berlalu, Tiba saatnya hari dimana Risya diwisuda. Dirumah Raina, semua sudah bersiap. Risya yang terlihat cantik dengan kebaya modern berwarna gold dengan riasan yang sangat cantik.


"Kak Aku nervous". Ujar Risya kepada Raina.


"Loh kenapa nervous? ini kan hari bahagiamu. sudah tenanglah". ujar Raina menenangkan adik iparnya.


"Ayo semua sudah siap kan? Kita berangkat sekarang". Ujar Surya


Merekapun berjalan keluar.


Mama Dan Papa pergi dengan supir sedangkan Risya pergi dengan Raina dan Rasya.


"Akhirnya Kamu selesai juga kuliah. Rencana mau KOAS dimana?". Tanya Raina.


"Belum tahu kak. Aku rencana ingin istirahat dulu beberapa bulan kepalaku serasa ingin meledak karena skripsi. Mungkin Aku ingin keliling Indonesia". Ujar Risya.


"Dengan siapa Kamu akan pergi?". Tanya Rasya.


"Dengan Putri, Siska dan Nana kak. Kita sudah berencana. Boleh ya Aku ikut trip ini". Risya merayu Rasya.


"Kita lihat nanti saja". Ujar Rasya.


"Ahhh kakak menyebalkan". Gerutu Risya.


Tak lama Mereka telah sampai di Hall terbesar di Ibu Kota.


"Yang masuk Mama dan Papa saja ya, Raina Takut bosan". Ujar Raina tertawa kecil.


"Ih dasar Kamu. Yasudah kami masuk kalian mau tunggu dimana?". Tanya Mama


"Di café mungkin". Ujar Raina.


Mama Papa dan Risya pun akhirnya masuk kedalam hall sedangkan Raina dan Rasya pergi menuju Cafe.


"Eh itu Aldo. Akhirnya Dia datang juga". Ujar Raina.


Mereka memang sengaja membuat rencana memberi kejutan pada Risya. Aldo telah sampai untuk datang memberi selamat pada Risya dan akan melamarnya.


Dengan mengenakan jass terlihat Aldo sangat tampan dengan membawa bucket bunga yang sangat besar.

__ADS_1


"Risya sudah masuk?". Tanya Aldo


"Sudah barusan". Ujar Rasya.


"Aldo, tidak sangka kamu romantis juga ya". Ujar Raina menepuk bahu Aldo.


"Untuk wanita special harus special juga dong". Jawab Aldo.


"Kkhhhmmmm". Sahut Rasya.


"Kakak Ipar, doakan Aku ya". Aldo mencium tangan Rasya.


"Baiklah karena Kamu sangat serius dengan adikku, kakak akan bantu Kamu". Ujar Rasya


"Ahhhh kakak Ipar ini luar biasa memang". Aldo memeluk Rasya.


"Kak Aku nikahi Risya minggu depan saja ya". Ujar Aldo.


"Enak saja Kamu fikir pernikahan main-main". Ujar Rasya.


Mereka menunggu lumayan lama. Raina sudah sangat bosan 3 jam menunggu tapi belum selesai juga.


Tak lama sudah banyak orang yang keluar.


" sudah selesai. Ayo Aldo siap-siap". Ujar Raina.


Raina dan Rasya berjalan menghampiri Risya dan kedua orangtua nya.


"Akhirnya kalian keluar juga. Aku sampai bosan menunggu". Ujar Raina.


Tak lama Aldo datang dengan membawa sebuket bunga besar.


"Ketika dua hati telah bersatu, seluruh dunia akan bersorak. Ketika dua insan bersatu dalam sebuah ikatan cinta, maka Langit dan bumi akan berdoa untuk mereka. Risya Brawidjaya I love you for yesterday, now, tomorrow and ever. Will you marry me?". Aldo berlutut dihadapan Risya.


Semua yang hadir menyaksikan moment indah itu. Semua bersorak gembira termasuk para sahabat Risya.


Risya yang jadi pemeran Utama masih terkejut dengan kehadiran Aldo. Ia menangis terharu.


"Risya, will you marry me?". Aldo bertanya lagi. Ia merasa tegang tidak mendapatkan jawaban dari Risya.

__ADS_1


"Ya I will". Ujar Risya.


Semua bersorak gembira. Risya dan Aldo berpelukan.


Raina dan Mama sangat bahagia hingga Mereka meneteskan air mata. Rasya pun terharu. Iantak menyangkan adik kecil nya sudah dewasa dan akan menikah.


•••••••


Bukan hanya Aldo yang melamar Risya, di London, Inggris. Rangga pun melamar Ayesha dihadapan Baba Ahmad.


"Baba, kedatangan Rangga kesini ingin melamar Ayesha sebagai Istri Rangga. Rangga harap Baba bisa menerima niat baik Rangga". Ujar Rangga berbicara pada Baba.


"Rangga, Ayesha telah berbicara pada Baba mengenai keluarga Rangga. Apa Rangga yakin ingin menikahi Ayesha yang hanya dari keluarga biasa?". Tanya Baba Ahmad.


"Baba, jangan bicara seperti itu. Sungguh beruntung Rangga bisa mendapatkan wanita baik seperti Ayesha. Ayesha adalah wanita yang luar biasa. Jika Rangga bisa menikahinya, suatu keberuntungan untuk Rangga". Ujar Rangga serius.


"Baba hanya bisa berdoa untuk kalian berdua. In Shaa Allah Baba merestui kalian berdua". Ujar Baba Tersenyum.


Rangga sangat bahagia lamarannya diterima oleh Baba.


"Alhamdulillah, terimakasih Baba atas diterimanya lamaran Rangga". Rangga Mencium tangan Baba Ahmad.


"Jadi kapan rencana kalian akan menikah?". Tanya Baba


"Rangga inginnya segera Baba. Rangga tidak ingin membuang waktu lagi untuk menikahi Ayesha". Ujar Rangga. "Bagaimana jika bulan depan?". Tanya Rangga.


"Rangga, apa itu tidak terlalu cepat?". Tanya Ayesha.


"Jadi Kamu mau nya kapan?". Tanya Rangga.


"Bagaimana kalau tiga bulan lagi?". Tanya Baba.


"Jika itu memang yang terbaik tidak masalah untuk Rangga. Tapi kita menikah mau diadakan dimana?". Tanya Rangga


"Di sini pastinya. Karena disini saudara Ayesha masih banyak. Lagipula memang seharusnya di adakan dirumah mempelai wanita kan?". Tanya Baba.


"Baiklah Baba, setelah acara disini, kita bisa langsung ke negara ku untuk merayakan disana juga". Ujar Rangga.


"Tentu". Jawab Baba.

__ADS_1


Merekapun masih membahas soal pernikahan Rangga dan Ayesha.


__ADS_2