
Raina Dan team sudah dalam ruangan, suntikan bius sudah menyentuh tulang membuat setengah badan si Ibu menjadi terbius. Saat perut si Ibu dibelek, tiba-tiba Risya pingsan karena tidak kuat melihat
"Risya... Risya bangun". Raina Panik. " tolong bawa dia keluar ". Ujar Raina.
Suster pun membawa Risya keluar ruangan.
" Ternyata gak siap juga dia". Raina sedikit tertawa. "Maafkan adik saya ya. Dia belum siap ternyata". Ujar Raina
"Tidak apa Dok. Apa dia ingin menjadi spesialis bedah?". Tanya dokter Rina dokter bedah team Raina.
" masih belum memutuskan ingin spesialis apa. Sekarang masih sibuk skripsi kedokteran nya". Ujar Raina yang masih sibuk
"Oohhhh apa dia adik Ipar dokter? Setahu saya dokter itu anak tunggal". Tanya dokter Rina
" iya Dok Dia adik Ipar saya". Jawab Raina
Selang tak lama akhirnya anak pun lahir. Terdengar suara tangisan yang kencang.
"Alhamdulillah". Ujar semua team
Suster meraih anak itu Dan pengecekan kesehatan berat badan & tinggi.
" Alhamdulillah anak Ibu laki-laki semua sehat. Tinggi 50cm Dan berat 4,5kg". Suster memberikan bayinya untuk dipeluk.
"Saya duluan ya Dok mau lihat adik saya". Ujar Raina.
" Selamat ya ibu atas kelahiran anaknya". Ujar Raina menyentuh pundak si Ibu Dan segera keluar ruangan.
"Dek Dek ada-ada aja". Raina berjalan cepat ke IGD
__ADS_1
Ia meraih telpon Dan menelpon Rasya.
" Assalamualaikum, sayang aku sudah selesai bisa Kamu datang? Risya juga pingsan tuh". Ujar Raina
"Apa pingsan? Kenapa?. Tanya Rasya Panik
" Dia ikut melihat operasi Caesar pas dimulai dia pingsan". Jawab Raina
"Oke aku segera datang". Jawab Rasya
Merekapun menutup telpon
Raina sampai di IGD
" Risya, Kamu gak apa-apa kan?". Tanya Raina
"Kak maafin Aku ya". Ujar Risya
Setelah mengobrol beberapa saat, Rasya datang.
"Dek, Kamu gak apa-apa kan?". Tanya Rasya Panik
" gak apa-apa kok kak". Jawab Risya.
"Kenapa Kamu bisa pingsan?". Tanya Rasya.
Risya menangis Dan memeluk Rasya.
" kakak".
__ADS_1
"Loh Kamu kenapa?". Tanya Rasya
" Kak, ternyata jadi perempuan itu hebat ya. Tau gak kak pas aku lihat operasi Caesar perut si Ibu dibelek dalam Banget. Jujur Aku shock melihat itu Dan pingsan. Segitu hebatnya seorang wanita melahirkan anaknya. Aku rindu Mama aku ingin memeluknya". Risya menangis.
Rasya & Raina pun menangis melihatnya.
"Kita doakan Mama smoga Mama tenang disana". Jawab Rasya.
" Sabar ya Sayang". Raina memeluk Risya.
"Sekarang kita kerumah Mama Papa aja ya, Aku mau ganti baju dulu". Ujar Raina yang berjalan keruang ganti.
" mulia sekali kak Raina ya kak, Dia yang ingin membuat rumah sakit gratis untuk Ibu yang ingin melahirkan yang tidak mampu". Ujar Risya
"Itulah mengapa kakak sangat beruntung memiliki Rain". Ujar Rasya.
" seperti nya aku ingin menjadi dokter bedah kak, menolong kak Raina saat melahirkan secara operasi ". Ujar Risya.
" semua ada ditanganmu, menjadi apapun Kamu, kakak akan dukung Kamu". Rasya memeluk Risya.
"Terimakasih kak". Ujar Risya.
Rainapun datang sudah berganti pakaian.
" Kamu sudah baikan kan?" Tanya Raina
"Sudah kak. Ayo kita pergi, Aku gak mau lama-lama tiduran disini". ujar Risya.
Rasya & Raina saling pandang Dan tersenyum.
__ADS_1
" Baiklah Ayo kita keluar". ujar Rasya.
merekapun berjalan keluar menuju Parkiran.