
"Hei, apa kabar???". Naina mencoba memeluk Rasya tapi Rasya menolak. Lalu Naina melihat kepada Raina.
" Ini siapa?". Tanya Naina menunjuk kepada Raina.
"Oh Dia dokter pribadiku". ujar Rasya.
Raina melotot pada Rasya.
"hahahahahaha bercanda. kenalkan ini Raina calon istriku". Rasya melingkarkan tangannya ke bahu Raina.
Awalnya Raina akan marah saat Naina ingin memeluknya, namun semua sirna saat Rasya memperkenalkannya.
" Sayang, kenalkan ini Naina, Sahabatku saat kuliah". Ujar Rasya.
Mereka pun bersalaman.
"Oh ini yang nama nya Raina, dulu Rasya sering menceritakan mu". Ujar Naina. " ternyata sudah di Indonesia. Syukurlah Rain menerima cintamu". Ujar Naina melirik Rasya. "Kalau tidak, kamu akan menikahiku kan". Ujar Naina tertawa.
Raina hanya tertawa palsu Dan melirik kepada Rasya dengan wajah bete.
" Ayo duduk". Rasya mempersilahkan duduk.
"Sejak kapan Kamu balik dari Aussy?". Tanya Rasya
" baru 2 hari yang lalu". Ujar Naina.
"Sampai kapan Kamu disini?". Tanya Rasya
" mungkin 4 bulan, Aku sedang mendapatkan project pembuatan apartment ". Ujar Naina
" Wah bagus dong, Kamu bisa datang di pernikahan kami". Ujar Rasya menggenggam tangan Raina.
__ADS_1
"Wah kapan kalian menikah?". Tanya Naina
" Akusih pengennya minggu depan, Tapi Raina menolak karena keadaanku ini". Ujar Rasya.
Raina hanya tertawa palsu Dan memukul paha Rasya.
"Kenapa sih". Rasya kaget dipukul Raina.
" Sayang, Kamu kan harus istirahat ". Ujar Raina memandang Rasya.
Pergi sana wanita genit. Ujar Raina dalam hati.
" yasudah, Aku pulang dulu ya. Nanti Aku datang lagi. Kamu jaga diri baik-baik ". Ujar Naina.
Nainapun pergi.
Raina memukul paha Rasya berulang Kali.
" Siapa Dia hah ???". Tanya Raina kesal.
" Bohong!!! Aku bisa melihat matanya dan perlakuannya, dia itu suka sama Kamu". Jawab Raina dengan kesal.
Rasya tertawa. "Kamu cemburu ya??". Tanya Rasya meledek.
" kalo iya kenapa? Kamu kan calon suamiku, ya Aku gak suka ada perempuan dekat denganmu". Ujar Raina membalikkan badan.
"Hei, lihat Aku". Rasya membalikkan lagi bandan Raina Dan sekarang mereka berhadapan. " Dulu kita memang dekat Tapi sebagai sahabat. Emang sih Naina pernah mengatakan cinta padaku. Tapi Aku menolaknya karena hanya Kamu yang aku cintai". Ujar Rasya
Raina masih terlihat bete Ia memalingkan wajahnya kelain arah.
"Hey kok marah padaku??? Toh Dia yang cinta denganku bukan Aku". Rasya meraih dagu Raina. " Kamu manis baget sih kalau lagi cemburu gitu". Rasya mencubit kedua pipi Raina. "Udah jangan ngambek gitu. Toh yang Aku cinta cuma Kamu". Ujar Rasya.
__ADS_1
Akhirnya Raina luluh.
" yasudah Kamu istirahat sekarang ". Ujar Raina.
" Aku duduk disini dulu ya". Ujar Rasya
"Yasudah, Kamu mau juice?". Tanya Raina.
" boleh. Orange juice ya". Jawab Rasya
Rainapun berjalan menuju dapur.
"mbak, bisa tolong ambilkan jeruk. saya ingin membuat juice untuk Rasya". ujar Raina
" Biar saya saja Nona". ujar mbak.
"Tidak apa, biar saya saja, mbak ambilkan jeruk nya saja". jawab Raina
" baik Nona". mbak berjalan menuju lemari es mengambil buah jeruk.
"Ini jeruknya Nona"
Raina mengambilnya Dan membuat juice untuk Rasya.
Ia membuat 2 untuknya dan Rasya.
Raina memberikan kepada Rasya. Rasya meminum nya
"Hmmmmmmm juice yang dibuat pake cinta memang lebih enak rasanya". Ujar Rasya memuji.
" Bisa aja kamu". Raina meminumnya. "Ahhhhh sama aja seperti biasa nya". ujar Raina.
__ADS_1
" Beda Sayang ". Ujar Rasya.
merekapun berbincang berdua.