
Setelah mereka mengobrol, Raina mengajak Rasya untuk pergi ke halaman belakang duduk di ayunan kayu. Tempat favorite Raina.
Mereka duduk bersampingan, Raina menyandarkan kepalanya dipundak Rasya.
"Sayang". Ujar Raina
" heemmm". Jawab Rasya
"Kapan rencana kita menikah ???". Raina bertanya
"Bulan depan". Jawab Rasya datang
" apa???? Bulan depan??". Raina tiba-tiba duduk memandang Rasya. "Tidak terlalu cepat?". Tanya Raina
" apanya yang cepat? Aku sudah menunggumu 12 tahun Rain". Rasya memandang mata Raina dengan tajam.
"Tapi, apa Kamu benar-benar siap?". Tanya Raina.
" Loh, Aku pasti sudah siap disaat pertama Kali aku jatuh cinta padamu". Ujar Rasya.
"Tapi ".
" kamu gak setuju?? ". Ujar Rasya masih dengan pandangan tajam
Raina terlihat berfikir.
" tepatnya 2 minggu setelah acara lamaran". Tambah Rasya.
"Tapi, Aku Takut orang berfikir kita sudah melakukan hal aneh-aneh maka'a kita menikah terburu-buru". Ujar Raina ragu.
" hei, jangan dengarkan omongan orang. Yang menjalani kita, yang membayar gedung kita, yang mempersiapkan segalanya kita. Kenapa jadi kefikiran perkataan orang?" Ujar Rasya menyentuh dagu Raina.
Mereka berdua saling berpandangan dengan jarak mata hanya 1 jengkal. Mereka terdiam larut dalam pandangannya. Dan tiba-tiba Rasya mencium bibir Raina. Raina terkejut dengan apa yang dilakukan Rasya.
__ADS_1
"Astagfirullah, maaf kan Aku". Rasya terkejut dengan apa dia lakukan. Rasya beranjak dari kursi namun ditarik Raina hingga Rasya terduduk kembali.
" kenapa kamu mencium ku?". Tanya Raina dengan senyum-senyum.
"Maafkan Aku, Aku khilaf". Rasya merasa sangat bersalah.
Raina memeluk tangan Rasya.
Aduh, bodoh!! Bodoh!! Kenapa Aku melakukannya. Ujar Rasya dalam hati.
Raina hanya tersenyum dengan apa yang Rasya lakukan.
Mungkin ini ciuman pertamanya, sangat kaku. Hihihihihihi... Raina cekikikan dalam hati sambil mengusap bibirnya.
" aku, pulang dulu ya. Sudah malam". Ujar Rasya masih merasa gugup.
"Gak mau tidur disini denganku??". Ujar Raina meledeknya.
Rasya terkejut memandang Raina dengan mata tajam.
Merekapun masuk kedalam untuk berpamitan.
" Om Tante, kami pulang dulu. Terimakasih atas jamuannya". Rasya & Raina mencium tangan Papa Mama Raina.
"Bersiaplah untuk minggu ini". Ujar Papa Raina
" In Shaa Allah Om".
Raina yang dari tadi tersenyum-senyum membuat Rasya kikuk.
"Yasudah Om Tante, Rain. Kami pulang dulu. Assalamualaikum". Rasya keluar dengan rasa yang kikuk sambil menepuk-nepuk dahinya.
Risya yang berjalan dibelakangnya merasa aneh dengan sikap Rasya.
__ADS_1
Didalam mobil Rasya masih terdiam
Bodoh!!! Kenapa Aku menciumnya. Gumam Rasya dalam hati
" kak, kakak". Risya menyentuh tangan Rasya.
"Iya ada apa?". Rasya tersadar dari lamunannya.
" kakak kenapa?". Tanya Risya yang masih menyetir mobil
"Tidak apa-apa hanya sedikit pusing". Jawab Rasya berbohong
" yasudah kakak Tidurlah ". Ujar Risya
" tidak apa-apa kok, tenang saja". Ujar Rasya.
Selama perjalanan, mereka hanya terdiam.
Sampailah mereka dirumah nya.
"Kakak ke kamar dulu ya". Ujar Rasya.
" perlu dibantu gak?. Tanya Risya
"Gak apa kakak bisa sendiri". Ujar Rasya.
Ditempat lain, Di kamar, Raina masih terlihat senyum-senyum dengan kejadian tadi.
" bodoh, kenapa Aku sesenang ini??". Raina menepuk Dahi nya.
Mungkin karena Raina lama di Luar Negeri, menunjukkan Rasa cinta itu harus melalui ciuman, saat Rasya menciumnya, Ia merasa Rasya mencintainya karena saat di London, teman-temannya selalu melakukan seperti itu.
Berbeda dengan Rasya, ciuman sebelum menikah mungkin hal yang tidak baik menurut nya. Maka, saat Ia melakukan kepada Raina, Ia merasa sangat bersalah. Cara Ia menunjukkan rasa cintanya, dengan menjaga kehormatan Raina. Dan Ia merasa setelah menciumnya Ia telah merusak kehormatan Raina.
__ADS_1
Orang selalu mengartikan rasa cinta dengan beda-beda pendapat ya...
*Jangan lupa untuk Like, Komen & vote. Krisa sangat diperbolehkan dengan syarat harus berkomentar dengan kata yang sopan*