Rain...

Rain...
pergi dengan Nico


__ADS_3

Raina sampai di rumah sakit. Seperti biasa Ia selalu visit ruang rawat sebelum membuka jadwal check up. Hanya hari minggu Ia libur dari jadwal praktek. Dia yang masih mengumpulkan uang untuk membuat rumah sakit Ibu & Anak untuk orang-orang tidak mampu.


Setelah jadwal visit selesai, Ia kembali menuju ruangan untuk memulai jadwal check up.


Banyak pasien keluar masuk menunggu check up dokter cantik Dan baik hati.


Adzan Dzuhur berkumandang seperti biasa Raina segera pergi menuju masjid rumah sakit.


Setelah selesai Sholat, sedang memakai sepatu, seseorang menepuk pundak Raina. Raina menoleh


"Loh Sayang, Kamu sudah disini?". Tanya Raina terkejut.


" Iya aku numpang sholat disini". Ujar Rasya.


"Katanya mau jemput nanti. Pasien ku masih banyak loh". Ujar Raina


" Gak apa-apa selesai meeting g ada kerjaan lagi bingung mau ngapain jadi kesini aja". Jawab Rasya.


Merekapun berjalan kedalam rumah sakit.


"Kamu mau tunggu dimana?". Tanya Raina


" disini aja, mana mungkin aku ikut masuk kan?". Jawab Rasya.


"Yaudah, Aku masuk dulu ya". Raina berlalu.


Tak lama Raina keluar lagi untuk memberikan air mineral untuk Rasya. Rasya pun menerima.


Setelah 1 jam menunggu akhirnya Raina keluar.


" sudah selesai?". Tanya Rasya


Raina mengangguk.


"Yaudah ayo". Ujar Rasya. Merekapun berjalan keluar. " mau makan apa?". Tanya Rasya.


"Ramen ya". Jawab Raina menggandeng tangan Rasya.


" No no no". Jawab Rasya

__ADS_1


Raina melepas genggamannya ngambek.


"Iya iya boleh". Rasya menggandeng tangan Raina.


Rainapun tersenyum gembira.


Entah kenapa, Raina selalu seperti anak kecil super manja saat bersama Rasya. Tapi ketika tidak bersama Rasya, Raina sangat berwibawa Dan sangat dewasa. Mungkin karena Ia terlalu nyaman bersama Rasya. Dan Rasya pun menikmati kemanjaan wanita yang Ia cintai itu.


Diluar terlihat Nico dan Papa Raina berjalan.


" Aduh Papa ". Raina Panik.


" kita pergi lewat belakang yuk". Jawab Raina


"Loh kenapa??". Tanya Rasya


" itu ada papa Dan Nico". Jawab Raina menunjuk ke arah mereka berdua.


"Terus kenapa?". Tanya Rasya santai


" hello pak, tidak ingat kejadian Semalam?". Jawab Raina


Papa Raina terlihat marah.


"Betul kan Om mereka sering jalan". Ujar Nico


" Tenang aja Co, Kali ini mereka tidak akan pergi". Jawab Papa Raina


"Raina sini". Raina mencoba menghampiri.


" ajak Nico makan siang". Ujar Papa Raina


"Aku udah janji duluan sama Rasya Pah". Jawab Raina dengan wajah kesal.


" jangan buat papa melakukan hal yang tidak baik disini". Ujar Papa Raina berbisik.


Raina memandang Rasya.


"It's OK". ujar Rasya.

__ADS_1


Nico hanya tersenyum kemenangan dihadapan Rasya.


Rasya menghampiri Nico,.mereka berjalan menuju mobil. Nico mencoba memeluk pinggang Raina, Raina menolak dsn melototi Nico.


Rasya hanya mengepalkan tangannya melihat perlakuan Nico kepada Raina


Sabar Rasya. Ujarnya dalam hati.


" Dan untuk kamu, berhenti mendekati anak Raina". Ujar Papa Raina meninggalkan Rasya.


Rasya berlari menuju mobil untuk mengejar mobil Nico. Ia merasakan ke khawatiran terhadap Raina.


"Mau kemana sih?". Tanya Raina ketus.


" tenang aja, kita akan bersenang-senang". Jawab Nico dengan senyum mencurigakannya.


15 menit berlalu, Raina terlihat bingung.


"Hotel??". Tanya Raina. " mau ngapain kita kesini??". Ujar Raina. "Aku menginap disini, ada barangku yang tertinggal. Kita juga bisa makan siang disini". Ujar Nico.


Nico keluar dari mobil. Membuka pintu Raina.


" Ayo". Ujar Nico.


"Kita cari tempat lain aja. Ngapain disini sih". Jawab Raina


Disisi lain, Rasya melihat mobil Nico masuk kedalam hotel


" ngapain Nico mengajak Raina kehotel".


Rasya masuk menuju hotel.


Raina Terpaksa mengikuti Nico


"Aku tunggu di restaurant aja". Ujar Raina ketus


" ayolah ikut, aku Takut lama diatas Dan kamu menunggu lama". Nico menarik Raina.


Raina menolak Tapi Nico memaksa.

__ADS_1


Rasya melihat Nico dan Raina. Rasya mencoba mencari informasi dikamar mana Nico menginap.


__ADS_2