Rain...

Rain...
episode 133


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan tiga jam, sampailah mereka di villa milik Rasya.


"Wah villa yang sangat indah ditambah pemandangan yang sejuk". Ujar Ayesha.


"iya ini adalah tempat favorite kita untuk berduaan. hahahahahaha". ujar Raina tertawa.


"Ayo kita masuk". ujar Dito.


Dito mengetuk pintu lalu kang Asep membuka.


"Assalamualaikum kang". Rasya mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam. Tuan Rasya sudah sampai. mari masuk". ujar kang Asep.


Mereka pun masuk kedalam.


"Bangunan ini semua berbuat dari kayu?". Tanya Ayesha.


"Ya betul". ujar Rasya.


" sangat unik". ujar Ayesha.


"Apa Kamu suka?". Tanya Rangga.


"Ya sangat unik". ujar Ayesha.


"Jika Kamu suka kita bisa membuat nya". Ujar Rangga.


"Ah Kamu fikirembuat rumah seperti membuat kandang burung". ujar Ayesha tertawa.


"Ayesha, Rangga ini memiliki sebuah villa juga hanya diluar kota ya". ujar Rasya.


"Oh ya?". Tanya Ayesha.


"Iya Tapi itu milik keluarga. Aku masih belum memiliki jika pribadi milikku". ujar Rangga.


Mereka semua duduk di ruang keluarga berbincang bersama.


"Ayesha, ayo kita ke dapur untuk masak". Raina mengajak Ayesha untuk memasak.


" Ayo". Ayesha mengikuti Raina dari belakang.


mereka memulai untuk masak. mereka memotong semua bahan makanan sambil mengobrol.

__ADS_1


"Sungguh bahagia hidup mu Raina. Aku sangat senang melihatnya". ujar Ayesha bahagia.


"In Shaa Allah Kamu juga akan mendapatkan kebahagiaan mu segera". ujar Raina.


" Aamiin. Aku juga berharap seperti itu". ujar Ayesha. "Raina, Aku sangat gugup akan bertemu orangtua Rangga. Apa yang harus Aku lakukan?". Ujar Ayesha.


"Tenanglah. Rasya mengatakan orangtua Rangga sangat baik. pasti mereka akan menyukaimu". ujar Raina menenangkan Ayesha.


"Aku bingung karena budaya kita berbeda. Aku Takut melakukan hal yang tidak sopan". ujar Ayesha.


"Kamu ini wanita yang baik Dan sopan. jadilah dirimu sendiri". ujar Raina.


Ayesha hanya tersenyum mencoba untuk percaya diri.


Setelah mengobrol sekian lama, masakan mereka pun telah selesai.


"Akhirnya selesai juga". ujar Raina.


"kita panggil para pria untuk makan". ujar Raina.


Mereka berdua pun berjalan menemui Rangga dan Rasya.


"makanan sudah siap. ayo kita makan dulu". ujar Raina.


"wah enak sekali, tidak disangka Raina pintar memasak. pantas saja badan Rasya mengembang seperti kue sekarang". ujar Rangga.


"itulah enaknya punya Istri Ngga, makan ada masakin ditambah masakannya pakai cinta lagi". ujar Rasya melirik Raina.


"Ayesha juga jago masak loh apalagi Pakistani foods. masakan Dia sangat enak". ujar Raina.


"oh ya Ayesha? Jadi bisa dong Aku dimasakin juga dengan penuh cinta?". ledek Rangga.


Ayesha hanya tersenyum malu.


setelah makan Rasya dan Raina masuk kedalam kamar karena Raina tiba-tiba sakit kepala. tinggal Rangga dan Ayesha yang sedang mengobrol.


"Rumah ini sangat nyaman. udaranya pun Segar. Aku tidak tahu jika didekat kota besar ada tempat yang masih asri seperti ini". ujar Ayesha.


"apa Kamu suka tempat ini?". Tanya Rangga.


"Iya sangat suka. betul apa yang dikatakan Raina. setelah sepanjang minggu kita bekerja, kita juga butuh tempat istirahat yang nyaman seperti tempat ini. Di London mana ada tempat seperti ini yang masih sejuk". ujar Ayesha.


"Jika Kamu suka, Aku bisa membuatkan untukmu". ujar Rangga meraih tangan Ayesha.

__ADS_1


"apa yang Kamu mau bisa Aku berikan asal Kamu bisa menjadi istriku". Rangga mencium punggung tangan Ayesha.


Ayesha tersipu saat Rangga merayu nya.


"Aku tidak menyangka orang sepertimu hebat juga dalam hal merayu, pasti sudah banyak perempuan yang Kamu rayu". ujar Ayesha.


"tidak ada! kamu adalah yang pertama". ujar Rangga.


"oh ya?". ujar Ayesha tersenyum tak yakin


"Tentu. kamu Tanya saja pada Rasya Aku tidak pernah pacaran. Aku hanya sibuk di kantor setiap hari. Ya sejak Aku melihat Rasya menikah jadi ingin juga untuk menikah". ujar Rangga masih memainkan tangan Ayesha.


"pasti sudah banyak orang yang Kamu tolong dengan tangan lembut ini. Aku juga ingin dirawat dengan tangan ini". ujar Rangga terus merayu Ayesha.


"kamu jangan merayu terus ah". ujar Ayesha merona.


Rangga hanya tersenyum terus memainkan tangan Ayesha.


ditempat lain, Raina sedang bermanja ria dengan Suaminya.


"sayang, coba Kamu elus perutku. Aku pengen dielus kamu". rengek Raina.


"sejak Hamil Kamu sangat manja ya". ujar Rasya.


"memangnya kenapa? kamu tidak suka?". Raina mulai kesal.


"Hahahahahaha bukan begitu sayangku, justru aku senang. sini mendekat".


Rainapun berbaring di bahu suaminya.


"Anak Papa sayang, jangan buat Mama mu susah ya. kamu harus jadi anak yang kuat Dan sehat". Rasya mengelus perut Raina.


Raina sangat nyaman dengan elusan Rasya hingga Ia tertidur.


"Rain sayangku, terimakasih karena telah memberikan hadiah terbaik untukku". Rasya mengecup kening Raina.


Raina tak menggubris. Saat Rasya melihat ternyata tertidur. Rasya hanya tertawa kecil lalu mengelus rambut Raina.


"Tidurlah sayang, Aku tahu Kamu lelah". Rasya masih mengelus rambut Raina.


***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel " Rain...".


untuk menSupport karya Author, Jangan lupa untuk Vote sebanyak-banyak nya ya. jangan lupa juga untuk Like Komen Dan Share ya.

__ADS_1


Salam manis dari Mrs. A***


__ADS_2