
Siang hari Risya menuju Rumah Sakit untuk menemani calon kakak ipar nya berbelanja.
Risya berjalan menuju ruangan Raina. Risya mengetuk pintu Risya.
"Assalamualaikum". Risya mengucapkan salam
" Waalaikumsalam". Jawab Raina tersenyum melihat Risya.
"Kak, sudah selesai?". Tanya Risya
" Tunggu sebentar ya dek, masih ada 2 pasien lagi. Tanggung". Ujar Raina
"Ok deh, Tapi aku boleh di dalam gak? Aku mau lihat". Ujar Risya memohon.
" Boleh, sini". Ujar Raina.
Raina pun melanjutkan tugasnya. Risya sangat teliti melihat nya. Risya pun calon dokter tapi masih belum memikirkan ingin melanjutkan ke spesialis apa.
Selesai Raina bertugas, akhirnya merekapun pergi.
Ditempat lain, Rasya pergi kerumah Raina untuk bertemu calon mertua nya.
"Assalamualaikum". Rasya mengetuk pintu.
" Waalaikumsalam ". Mama Raina membuka pintu. "Loh Rasya, kenapa kemari ?? Keadaan mu bagaimana??" Tanya Mama Raina.
Rasya mencium tangan Mama Raina.
"Tante, bisa saya bicara dengan Om Dan Tante?". Tanya Rasya.
" Ayo masuk dulu ". Mama Raina mempersilahkan masuk Dan mempersilahkan duduk. " Tante panggilkan Om dulu ya". Mama Raina berjalan menuju kamar.
Tak lama, Papa Raina datang.
"Assalamualaikum Om".
" Waalaikumsalam ". Rasya mencium tangan calon mertua nya.
Merekapun kembali duduk.
__ADS_1
" bagaimana keadaanmu?". Tanya Papa Raina
"Alhamdulillah Om sudah membaik". Rasya memegang perut yang terluka.
" ada apa Kamu datang kemari?". Tanya Papa Raina
"Begini Om, jujur saya masih agak Takut untuk mengatakannya. Tapi, saya berniat baik atas ini semua". Ujar Rasya
Orangtua Raina saling berpandangan bingung dengan kata-kata Rasya.
" ada apa?". Tanya Papa Rasya.
"Begini Om, saya ingin memberikan jadi pernikahan untuk Raina". Ujar Rasya. " Tapi, saya harus mendapatkan izin dari Om Dan juga Tante". Ujar Rasya
"Memang apa yang Kamu ingin berikan?". Tanya Mama Raina
" Rumah Dan...". Rasya terdiam
"Dan apa?". Tanya Papa Raina.
" Dan Rumah Sakit Om". Ujar Rasya pelan.
" begini Om, maaf sekali lagi. Raina memiliki mimpi untuk memiliki Rumah Sakit Ibu Dan Anak untuk orang tidak mampu". Ujar Rasya. "Saya ingin mewujudkan nya. Om, saya janji tidak akan ada pengaruh pada Rumah Sakit Om. Bahkan saya akan membantu Raina untuk mengurusnya. Saya memang bukan seorang dokter. Tapi, selain lulusan Arsitektur, saya juga lulusan bisnis management. Mungkin ilmu bisnis management saya bisa berguna di rumah sakit om." Ujar Rasya.
Papa Raina masih terlihat ragu untuk menyetujui.
"Apa yang saya kasih hanya ingin mewujudkan impian Raina. Saya juga sudah mempersiapkan segalanya. Hanya tinggal menunggu persetujuan Om. Jika Om setuju pembangunan Rumah Sakit akan segera dimulai". Ujar Rasya. " Bagaimana Om ??". Tanya Rasya
"Baiklah, Om mengizinkan. Anggaplah ini permintaan maaf Om untuk kalian berdua. Tapi. Berjanjilah urus kedua rumah sakit ini dengan baik". Ujar Papa Raina tenang.
" Terimakasih Om, saya janji akan bertanggung jawab atas kedua Rumah Sakit ini". Rasya menyalami Papa Raina dengan gembira.
Di Mall, Raina & Risya terlihat asyik berbelanja bersama.
"Ih ternyata senang ya bisa memiliki kakak perempuan, kita bisa shopping bersama". Ujar Risya penuh gembira.
" iya, kakak juga senang akhirnya punya soulmate untuk hang out bersama". Ujar Raina.
Raina berhenti berjalan melihat satu toko. Ia berdiam sejenak terus memandang pada toko itu.
__ADS_1
"Sayang, bisa belikan kakak juice tidak di sana". Raina menunjuk toko juice Segar.
" Boleh, mau beli apa?". Tanya Risya
"Orange juice". Ujar Raina.
" ok". Risya pun pergiembeli juice.
Sedangkan Raina berlari ke suatu toko.
Ia segera membeli apa yang Ia ingin beli. Risya melihat Raina membawa tas belanjaan keluar dari toko.
"Kakak habis beli apa?". Tanya Risya
" Pakaian dalam". Ujar Raina berbisik.
"Oooooooo". Ujar Risya.
Merekapun berjalan kembali.
"Hari ini cukup ya, Aku lelah". Ujar Risya
" Yasudah kita pulang ya". Jawab Raina. "kita pulang kerumah kakak ya, kita makan malam disana". Ujar Raina
" OK kak, Tapi aku harus menelpon kakak dulu ". ujar Risya
Raina menganggukan kepalanya.
Risya mengambil ponselnya.
" Assalamualaikum, kak Aku sudah selesai berbelanja. Kak Raina bilang, Aku harus ikut kerumahnya untuk makan malam. bagaimana?". Tanya Risya
"Boleh, kakak juga sedang dirumah Rain. tapi jangan beritahu Rain OK". ujar Rasya
" oooooo OK kakak". jawab Risya. Risya menutup telpon.
"Bagaimana?". Tanya Raina
" Boleh". Jawab Risya dengan tersenyum.
__ADS_1
merekapun pergi meninggalkan Mall.