Rain...

Rain...
pertengkaran Raina & Papa


__ADS_3

Raina masuk kedalam rumah dengan keadaan perasaan yang hancur.


"Jangan pernah Kamu menemui dia lagi". Suara papa yang membuat amarah Raina datang lagi.


" Kenapa Pah ?". Raina menangis lagi.


"Papa sudah bilang akan menjodohkan mu dengan Nico". Jawab Papa.


" Pah, cukup! Cukup Papa jadikan aku sebagai boneka Papa. Dari dulu Papa tidak pernah menghargaiku sebagai Anak!". Raina sangat marah.


"Apa Kamu bilang?". Papa Raina berdiri Dan menghampiri Raina.


Mama Raina panik Dan berlari menghampiri Raina.


" cukup sayang". Ujar Mama Raina menenangkan anak nya


"Nggak Ma, Papa udah Keterlaluan". Raina memandang Mamanya.


" Pah, sudah cukup Pah. Dari dulu Aku selalu patuh dengan apa yang papa bilang. Apa Papa pernah menanyankan apa yang aku mau ??? Nggak!! Papa selalu mengatakan Kamu harus ini Kamu harus itu. Aku coba menjadi anak yang patuh. Tapi karena kepatuhanku, Papa jangan seenaknya mengatur hidupku".


Plak!!! Papa Raina menampar Raina


"Papa". Teriak Mama Raina.


Raina menangis berlari ke atas menuju kamar.


" Papa jahat!!". Raina berteriak.


Mama Raina berlari menyusul Raina.


Dikamar Raina menangis sejadi-jadinya.


"Sayang". Mama Raina menyentuh pundak Raina.


Raina menoleh Dan memeluk mamanya.


" Ma, kenapa Papa jahat padaku". Raina menangis.


"Menangis lah Nak, jangan Kamu tahan". Mama Raina menenangkan Raina.

__ADS_1


---------


Dirumah Rasya.


" Assalamualaikum ". Rasya mengucapkan salam


" Waalaikumsalam. Baru pulang kak". Tanya Risya


Rasya hanya menganggukkan kepala sambil memijat Dahi nya.


"Kenapa kak?". Tanya Risya bingung


" kakak abis melamar Raina". Jawab Rasya datar


Risya kaget.


"Apa ?? Terus gimana ?? Diterima?". Tanya Risya penuh kekepoan.


Rasya duduk


" diterima. Tapi, Papanya menolak". Ujar Rasya dengan wajah yg terlihat lelah.


" Papa nya Raina masih ingat kejadian dulu. Dan Papa nya gak mau punya menantu selain dokter dan mau menjodohkan Raina dengan pria pilihannya".


" Terus Kak Raina nya gimana?".


"Dia nangis dia menolak Tapi Papanya bersikukuh".


" Terus kakak gimana??". Tanya Risya


"Kakak akan perjuangkan lah, sudah 8 tahun kakak menunggu Dan saat kakak tahu Raina juga cinta kakak masa kakak menyerah. Yaudah kakak masuk kamar dulu ya mau bersih-bersih". Rasya meninggalkan Risya.


" kasian banget ya kak Rasya & kak Raina, sudah 7 tahun dipisahkan disaat dipertemukan malah dapat cobaan begini. Ya Allah smoga mereka dipersatukan". Ujar Risya dengan rasa sedih.


setelah selesai mandi, Rasya mengambil gawai di meja. Ia mencoba menelfon Raina.


"Assalamualaikum, Rain".


" Waalaikumsalam Sya". jawab Raina tersedu-sedu.

__ADS_1


"Kamu kenapa nangis lagi?". Tanya Rasya cemas.


" Sya, Papa menamparku". terdengar Raina menangis lagi.


"Kenapa?". Tanya Rasya cemas.


Raina pun menceritakan kejadian Ia bertengkar dengan Papanya.


" Astagfirullah, Raina Sayang, sabar. jangan terbawa amarah". Rasya mencoba menenangkan.


"Papa udah Keterlaluan Sya, Aku udah cape". Raina yang masih menangis.


" Sabar sayang, In Shaa Allah Aku akan memperjuangkan cinta kita. sabar ya kita akan coba terus sampai papa kamu merestui. jangan bertengkar lagi sama Papa ya". Rasya masih mencoba menenangkan.


Raina hanya diam. hanya suara tangisan yang terdengar.


"Sekarang Kamu pergi bersihin badan, terus sholat Isya ya. kamu minta sama Allah agar Allah permudah kan semuanya. Udah jangan nangis lagi aku ada bersamamu".


" Makasih Sya, besok kita ketemu ya". ujar Raina


"Yaudah, Aku jemput ya".


" Gak perlu Sya nanti Papa marah lagi".


"Tapi Aku harus izin untuk menemuimu". ujar Rasya.


" Rasya please Kamu tau Papa melarangku bertemu denganmu".


"Yaudah, Kamu bisa datang ke kantorku besok. sekarang beristirahatlah. Aku mencintaimu Rain". Ujar Rasya.


Raina menangis kembali


" I love you too Sya".


"Assalamualaikum".


" Waalaikumsalam".


Mereka berdua menutup telfon.

__ADS_1


__ADS_2