
Merekapun pergi setelah berziarah.
Rasya berjalan menggandeng tangan Raina
"Sayang, kamu mau mahar apa?". Tanya Rasya memandang pada Raina
" terserah kamu aja, Kamu Pasti tahu mahar apa yang layak untukku" ujar Raina tersenyum.
Rasya mencium tangan Raina.
"Aku sangat mencintaimu". Ujar Rasya.
" Aku juga". Raina memeluk tangan Rasya.
"Ohya, kenapa Mama dan Papa dimakamkan disini?". Tanya Raina
" ini adalah tempat favorite mereka. Disini juga kita memiliki villa. Tuh disana". Rasya menunjuk 1 buat villa. "Kita kesana ya". Ujar Rasya.
Mereka berjalan menuju villa.
" Wah indah sekali villa nya ". Ujar Raina melihat bagian depan.
Villa Rasya memang tidak besar hanya 200m Dan villa nya memiliki 2 lantai didominasi dibangun dengan kayu jati.
Dengan sebuah taman yang tidak terlalu besar.
" ini adalah hadiah pernikahan dari Papa untuk Mama. Sebelum ke Ibu Kota, kita tinggal disini sampai usia ku 5 tahun. Saat kita pindah ke Ibu Kota, setiap liburan kita selalu menghabiskan waktu disini". Ujar Rasya.
"Ayo masuk". Ujar Rasya.
" Assalamualaikum ". Rasya mengucapkan salam.
" Waalaikumsalam, eh tuan Rasya, apa kabar ?? Sudah lama atuh tidak datang kesini". Ujar seorang lelaki.
"Rain, kenalkan ini kang Asep yang menjaga villa ini". Ujar Raina.
" Mang, ini calon istri saya". Ujar Rasya
Mereka berdua pun berjabat tangan
__ADS_1
"Ma Shaa Allah tuan Rasya mau menikah. Geulis Tuan calon istri nya". Ujar kang Asep dengan logat Sunda yang kental.
Rasya & Raina hanya tersenyum.
" Kang pernikahan kami akan dilaksanakan 2 minggu lagi, kang Asep jangan lupa datang ya ke pernikahan kita". Ujar Rasya
" alah Tuan, saya mah malu datang ke pernikahan Tuan. Pasti banyak orang kaya". Ujar Kang Asep
"Astagfirullah kang, akang ini udah kita anggap sodara. Akang kan sudah lama kerja dengan kita, banyak jasa akang". Ujar Rasya. " pokoknya, Akang harus datang sekeluarga di pernikahanku. Nanti undangannya nyusul ya kang, soalnya bel dicetak". Ujar Rasya tersenyum
"In Shaa Allah Tuan". Jawab kang Asep.
" oh ya kang. Tolong buatin ikan Bakar lagi dong. Rasya kangen sama masakan akang". Ujar Rasya
"Siap Tuan". Jawab Kang Asep Semangat.
Kang Asep pun pergi.
" Kamu mau istirahat? ". Tanya Rasya. " Aku antar ke kamar ya. Nanti sore baru kita pulang. Sehabis makan siang kita keliling desa". Ujar Rasya.
Rainapun mengangguk.
"Kamu istirahat disini ya". Ujar Rasya
" Temenin" ujar Raina manja
"Kita belum nikah, gak baik satu kamar bgini". Ujar Rasya.
" Yaudah Aku gamau istirahat". Ujar Raina sambil menguap.
"Tuh lihat, Kamu sudah lelah gitu". Jawab Rasya.
" Aku Takut sendirian". Ujar Raina memeluk tangan Rasya.
"Yasudah Kamu di tempat tidur aku di sofa". Ujar Rasya
Raina pun setuju..
Tak lama Raina tertidur pulas. Rasya yang melihat hanya tersenyum. Raina tengah tidur di tempat tidur milik orangtua nya.
__ADS_1
Rasya keluar menghampiri kang Asep ya tengah membakar ikan.
" kang ada yang bisa dibantu?". Tanya Rasya
"Tidak usah tuan, tuan istirahat saja". Ujar Kang Asep.
" Saya tidak bisa tidur, lagi pula saya ingin membuat kan untuk Raina". Ujar Rasya bersemangat
"Yasudah kalau begitu". Ujar kang Asem
Kang Asep pun membantu Rasya.
Tak lama Raina datang.
" Loh, sudah bangun Kamu". Tanya Rasya
"Kamu ninggalin aku". Ujar Raina
" ini aku membuatkanmu ikan Bakar". Rasya memberikan 1 piring ikan Bakar
"Kang emang Ini buatan Rasya?". Tanya Raina kepada kang Asep
" iya nona, ini tuan Rasya yang Bakar". Ujar kang Asep yang membawa kan nasi.
Merekapun melahap makanannya.
Tak lama ponsel Raina berdering. Ia mengangkat terdengar hanya "iya, nanti kita pulang segera". Rasya yang melihat terasa bingung. Raina mematikan telfonnya.
" siapa yang menelpon ??". Tanya Rasya
"Mama. Mama bilang kita harus sudah sampai dirumah pukul 7. Soalnya WO Dan designer akan datang". Ujar Raina
" oh Baiklah, ini sudah jam 3 sore, setelah makan kita langsung pulang. Takut macet". Ujar Rasya.
Merekapun melanjutkan makan siang nya.
setelah makan mereka pamit pada Kang Asep Dan berpesan harus datang dipernikahannya.
mereka pun pergi melajukan mobilnya.
__ADS_1
*jangan lupa untuk Like, komen & vote. krisa diperbolehkan asal dengan kata yang baik*