
Keesokan harinya Rasya telah siap pergi ke kantor. Raina tidak diizinkan untuk turun dari tempat tidur nya.
"Sayang, Aku tidak apa-apa. Aku mau turun ke bawah ya". Rengek Raina
" gak boleh. Dokter kan sudah bilang Kamu harus bed rest beberapa hari ". Ujar Rasya yang sedang memakai dasi.
" Aku bete ditempat tidur terus". Masih merengek pada Rasya.
Rasya pergi keluar.
"Risya". Rasya mengetuk pintu Risya
Risya membuka pintu
" ada apa kak?". Tanya Risya
"Hari ini apa Kamu ke kampus?". Tanya Rasya
" Tidak kak. Kenapa?". Tanya Risya
"Baguslah. Temani Kakak mu Dia bete sendirian di kamar. Jaga dia selagi kakak ke kantor ya". Ujar Rasya.
" OK kak siap". Ujar Risya gembira.
"Yasudah. Setelah kakak pergi Kamu masuk kedalam kamar ya". Ujar Rasya menepuk pundak Risya
" OK kak". Jawab Risya
Rasya pun kembali ke kamarnya.
"Kamu dari mana?". Tanya Raina
"Dari kamar Risya, Dia akan menemanimu di kamar seharian". Ujar Rasya menghampiri Raina.
Raina hanya memajukan bibirnya merasa bete.
__ADS_1
" Sayang, Aku baik-baik saja. Jangan berlebihan gitu ". Raina merayu Rasya dengan menyentuh badannya dengan lembut.
" oh Kamu mau menggodaku nih?". Ujar Rasya.
"Hehehehehe nggak. Tapi please Aku mau kebawah yah". Rengek Raina
" No baby, Kamu dikamar aja ya". Ujar Rasya.
Raina pun cemberut.
"Sayang, jangan buat aku khawatir ya. Semalam Kamu muntah Aku tahu Kamu masih merasa lemas. Kalau besok Kamu membaik baru boleh kebawah. Oke ??". Rasya menyentuh pipi Raina.
" oke". Jawab Raina masih bete.
"Yasudah, Aku kebawah untuk sarapan langsung berangkat kerja ya. Sini cium dulu". Rasya Dan Raina berciuman cukup lama. Rasya mencium seluruh wajah Raina.
"Anak Papa sayang, baik-baik ya didalam. Papa berangkat kerja dulu. Assalamualaikum". Rasya mencium perut Raina.
Raina yang melihat tingkah Rasya hanya tersenyum.
"Iya sayang. Aku pergi dulu ya. Kalau ada apa-apa jangan lupa telfon aku". Ujar Rasya lalu pergi keluar.
Sebelum turun. Rasya pergi ke kamar Risya lagi.
Rasya mengetuk pintu.
" kakak jalan dulu ya. Jangan lupa jaga kakakmu. Kalau ada apa-apa telfon kakak". Ujar Rasya.
"Ok kak. Aku turun dulu deh mau sarapan sekalian ambilin sarapan untuk kak Raina". Ujar Risya
" yasudah ayo bareng". Ujar Rasya.
Merekapun turun bersama.
"Selamat pagi Mah Pah". Rasya menyapa mertua nya.
__ADS_1
" selamat pagi nak. Ayo sarapan dulu". Ujar Mama
"Maaf ya Mah jadi merepotkan gini". Ujar Rasya.
"Ahhh Kamu ini seperti ke siapa aja". Ujar Mama yang menuangkan nasi goreng ke piring Rasya.
" Gak apa-apa Mah biar Rasya aja yang ambil sendiri". Ujar Rasya merasa tidak enak.
"Makanlah". Jawab Papa.
"Bagaimana keadaan Raina?". Tanya Papa.
" jauh lebih baik Pah Alhamdulillah tadi subuh cuma kena morning sickness sekarang baik-baik aja". Jawab Rasya. "Tapi Mah Pah tolong jangan biarkan Raina turun dari tempat tidur ya. Rasya lihat badannya masih lemas". Ujar Rasya khawatir. " tadi subuh sudah Rasya kasih obat yang dari dokter. Sekarang tinggal butuh istirahat aja". Tambahnya.
"Tidak perlu khawatir. Ada kita disini yang menjaga nya". Ujar Papa menepuk pundak Rasya agar tidak khawatir berlebihan.
" Terimakasih Mah Pah. Maaf jika beberapa waktu akan merepotkan kalian". Ujar Rasya.
"Tidak apa-apa justru kita senang kalian disini, rumah jadi ramai". Ujar Mama bahagia.
Selesai Sarapan Rasya berpamitan untuk ke kantor.
" Rasya titip Raina ya Mah Pah. Kalau ada apa-apa tolong telfon Rasya". Ujar Rasya
"Jangan Khawatir kita akan menjaga Raina". Ujar Mama
" Baiklah Rasya berangkat dulu ya. Assalamualaikum ". Rasya mencium tangan Mama Papa
" Waalaikumsalam. Kamu hati-hati". Ujar Papa
"Iya Pah". Rasya pun berjalan menuju mobil Dan pergi.
" Alhamdulillah ya Pah. Anak kita mendapatkan suami yang baik seperti Rasya". Ujar Mama
"Alhamdulillah Mah. Smoga mereka selalu bahagia ya". Ujar Papa tersenyum
__ADS_1
Kamu memang tidak salah pilih nak. Maafkan Papa yang dulu menentang hubungan kalian berdua. Ujar Papa dalam hati merasa menyesal dulu telah melarang hubungan mereka.