
Ayesha sudah keluar dengan menggunakan Pakaian khas Pakistan begitu cantik.
"Ayesha, ketika Kamu memakai frock seperti ini Kamu sangat terlihat cantik". Ujar Raina memuji.
"Ahhhhh Kamu masih belum berubah juga. Sebenarnya Aku tidak memiliki pakaian lain yang cocok untuk acaramu. Mungkin pakaian ini sedikit cocok". Ujar Ayesha.
"Kak Ayesha sangat cantik terlihat seperti artis Bollywood". Ujar Risya.
"Hahahahahaha Kamu bisa saja". Ayesha mengelus kepala Risya.
Seseorang mengetuk pintu kamar Raina.
Risya membuka.
"Raina, ayo turun acara akan segera dimulai". Ujar Rasya
Mereka semua turun untuk memulai acara.
Saat mereka turun, Rangga Yang sedang minum tersedak melihat penampilan Ayesha yang begitu cantik Dan feminim.
Astaga Ayesha sangat berubah menggunakan pakaian itu. Ujar Rangga dalam hati.
Ayesha tersenyum kepada Rangga. Rangga merona Dan canggung.
Ayesha duduk bersama keluarga Raina begitu juga Rangga.
Acara dimulai dengan pembukaan doa, membaca ayat suci Al-Qur'an Dan sholawat. Semua terlihat sangat Khusyu.
Dua jam berlalu, acara telah selesai. Pembagian santunan pun telah selesai. Mereka semua duduk diruang keluarga setelah semua undangan telah pergi dari rumah kediaman Raina.
"Bagaimana Kamu bisa kesini Ayesha? Apa ada pekerjaan disini?". Tanya Mama Raina.
"Tidak Tante, saya hanya ingin berlibur Dan bertemu Raina". Ujar Ayesha.
"Dia bohong Ma, Dia maunbertemu Rangga". Goda Raina.
Ayesha menepuk paha Raina.
Mereka berbincang cukup lama, sampai malam pun datang.
Rangga, Rasya, Raina, Ayesha sedang duduk di halaman belakang sejak sore. Rangga melihat jam menunjukkan pukul 9 malam
"Ayesha, ini sudah malam, mau Aku antar sekarang ke hotel?". Tanya Rangga.
"Hotel ?? Kamu mau tinggal di hotel?". Tanya Raina.
"Iyalah lalu dimana lagi?". Tanya Ayesha.
__ADS_1
"Stupid girl, Kamu bisa tinggal disini. Kamu fikir Aku sejahat itu". Ujar Raina.
"Tapi itu sangat merepotkan". Ujar Ayesha.
"Ayolah Ayesha Kamu kemari tidak sering. Jadi tinggal lah disini". Ujar Raina memohon.
Ayesha melihat kepada Rangga.
"Senyaman Kamu saja". Ujar Rangga.
"Baiklah Aku akan tinggal disini". Ujar Ayesha.
"Good Girl". Raina memeluk Ayesha.
"Oh ya, besok Aku Dan Rasya ingin pergi ke villa. Kalian harus ikut". Ujar Raina
"Ya, kalian harus ikut. Kita akan bersenang-senang disana". Ujar Rasya.
"Wah Rasya tumben orang lain boleh ikut ke villa mu. Biasanya tidak boleh". Ujar Rangga.
"Ya karena ada tamu special kita bisa bawa kesana". Ujar Rasya.
"Baiklah kalau begitu Aku pamit pulang dulu. Titip peri ku ya". Goda Rangga.
Ayesha merona mendengar Rangga memanggil nya peri di hadapan Orang-orang.
"Baiklah Aku akan menjaga peri cantikmu ini". Ledek Raina.
"Boleh ya bicara empat mata dengan Ayesha". Ujar Rangga.
"Ok OK Silahkan". Rasya Dan Rain pergi masuk kedalam lebih dulu.
"Peri cantik, Aku pulang dulu. Besok pagi Aku akan datang lagi. Setelah dari villa, kita bertemu Mami Dan daddy ku ya". Ujar Rangga menggenggam tangan Ayesha.
"Apa Kamu yakin ini tidak terburu-buru?". Tanya Ayesha.
"Tidak Ayesha. Aku sudah tidak mau menunggu lama lagi. Ya mungkin kita baru kenal tidak lama Dan baru bertemu sekarang. Tapi jujur Aku sudah sangat mencintaimu. Setelah Kamu bertemu mami Dan daddy, kita akan ke London bersama bertemu Baba". Ujar Rangga.
Ayesha sangat terharu mendengar perkataan Rangga. Ia memeluk Rangga.
"Baiklah Aku akan mendengar mu". Ujar Ayesha.
"Yasudah sekarang sudah malam Aku pulang dulu. Kamu harus istirahat juga". Rangga mencium kening Ayesha.
"Ayo kita masuk kedalam". Rangga menggandeng Tangan Ayesha.
Mereka masuk kedalam rumah untuk berpamitan.
__ADS_1
"Raina, Rasya. Aku pamit dulu ya. Salam pada Om Dan Tante. Besok pagi Aku datang lagi. Titip Ayesha ya". Ujar Rangga.
"Baiklah pangeran, kita akan menjaga tuan Putri mu". Ledek Rasya.
Mereka keluar mengantar Rangga.
"Aku pulang dulu ya. Kamu istirahat yang cukup". Rangga mengelus pipi Ayesha.
"Kkkhhhmmmmm dunia milik berdua yang lain ngontrak". Ledek Rasya.
"Apa maksud nya?". Tanya Ayesha
" hahahahahaha tidak". Ujar Rasya
"Sayang, Kamu seperti tidak pernah merasakan jatuh cinta saja. Ayo jangan ganggu mereka". Raina menarik tangan Rasya.
"Hati-hati bro". Teriak Rasya.
Rangga mengeluarkan koper milik Ayesha. "Ini tas mu. Mau Aku bawakan kedalam?". Tanya Rangga.
"Tidak perlu Aku bisa membawa nya sendiri". Ujar Ayesha tersenyum.
"Yasudah Kamu masuk sana. Aku pulang sekarang ya. Assalamualaikum". Rangga mencium kening Ayesha kembali.
"Waalaikumsalam. Take care". Ayesha melambaikan tangannya.
Setelah Rangga pergi, Ia kembali kedalam rumah.
Rasya Dan Raina menunggu di ruang keluarga.
"Ayesha. Ayo Aku tunjukkan kamarmu". Raina berjalan bersama Ayesha.
"Berikan tas mu". Ujar Rasya.
"Tidak perlu, Aku bisa membawa nya sendiri". Ujar Ayesha.
"Tidak apa-apa biar Rasya yang membawanya. Kita harus naik tangga". Ujar Raina.
Rasya pun membawa tas milik Ayesha.
Sampai di atas.
"Ini kamar mu, diseberang kamarku Dan sebelah nya kamar milik Risya. Jika Kamu butuh sesuatu bisa memanggil Risya atau Aku". Ujar Raina.
"Terimakasih Raina". Ujar Ayesha.
"Masuklah Kamu harus istirahat". Ujar Raina.
__ADS_1
Ayesha pun masuk kedalam kamar begitu juga Rasya Dan Raina.