
Hari berganti begitu cepat. hari-hari dimulai dengan rasa yang campur aduk dalam kehidupan Raina. Disatu sisi Ia merasa nyaman bersama Rasya disisi lain Ia merasa tertekan akan sikap Ayahnya.
Hingga tiba saatnya Nico, lelaki yang ingin dijodohkan dengan Raina kembali ke tanah Air.
"Selamat malam Om". Nico datang kerumah Raina. Menggunakan celana jeans panjang Hitam dengan sweater berwarna senada dengan celananya dan memakai sneakers putih kenamaan dunia.
" Nico, akhirnya datang juga ". Papa Raina memeluk Nico.
" gimana kabarmu ??". Tanya papa Raina dengan sikap yang baik.
"Baik Om, Om Dan Tante apa kabar?". Tanya Nico.
" Baik semua".
"Gimana perjalananmu?". Tanya papa Raina
" ya begitu deh Om ". Jawab Nico
" Ayo duduk". Papa Raina mengajak Nico untuk duduk.
Mereka pun berbincang santai, hingga Raina datang.
"Assalamualaikum". Raina mengucapkan salam.
" Waalaikumsalam ". Semua menjawab
" Raina, sini". Ujar Papanya.
Raina menghampiri.
Gila!! Cantik Banget. Jadi ini Raina, lebih cantik daripada difoto. Ujar Nico dalam hati memandang Raina dari atas ke bawah.
"Raina, kenalin ini Nico". Papa memperkenalkan Nico
What!!! Nico. Cowok pilihan Papa!!. Ujar Raina dalam hati dengan wajah yang tak suka
__ADS_1
" Nico ini Raina".
Mereka pun bersalaman
Nico melihat Raina begitu nakalnya. Sedangkan Raina melihatnya begitu jijik
"Aku masuk duluan". Raina berjalan menuju kamar
" loh. Temani Nico". Ujar papa Raina
"Aku cape Pah, badanku lengket juga". Jawab Raina ketus.
" Gak apa-apa Om biarkan Raina istirahat". Ujar Nico mencoba mencari perhatiannya.
Raina pergi buru-buru
Dalam kamar.
"Ih cowok ganjen kaya gitu mau dijadiin calon suami untuk ku Cih!!!". Raina menggerutu.
Raina meletakkan barang yang Ia bawa Dan Ia berjalan menuju kamar mandi
Tapi, Raina cukup terkejut Ia melihat Nico masih berada dirumahnya bahkan sudah ada di meja makan. Ia mencoba kembali ke atas Tapi dihalangi Mamanya
" sayang ayo makan dulu ". Ujar Mamanya.
Raina tidak bisa menolak terpaksa Ia duduk disamping Nico.
" gimana pekerjaanmu?". Tanya Nico kepada Raina
"Baik". Raina menjawab dengan Nada malas
" Oh ya Om Surya bilang, gak cuma menjadi pengganti Om, Kamu juga membuka prakter kandungan. Hebat". Nico Berusaha mencari perhatian Raina
Raina hanya tersenyum kecut.
__ADS_1
Nico terus berbicara membuat Raina semakin jengkel.
"Bisa gak diem. Kau membuat selera makanku hilang". ujar Raina bete Dan bergegas pergi.
" Rain jaga ucapanmu". Jawab papa Raina marah.
Raina hanya berlalu ...
Ishhhhh papa baik Banget sama cowok itu. Tapi sama Rasya ??. Ujar Raina sedih dalam hatinya.
"Maafkan Raina ya Nico". ujar Papa Raina menyesal akan sikap putrinya.
" Gak apa-apa kok Om justru aku yang harusnya minta maaf sudah mengganggunya". Jawab Nico mencari perhatian.
Selesai makan, Nico pamit pulang pada orangtua Raina
"Om Tante, saya pulang dulu ya. terimakasih atas makan malamnya". Ujar Nico
" Sering-sering mainlah kerumah kami". jawab Papa Raina.
"Pasti Om". jawab Nico
Nico pun pergi
dalam mobil
" Cantik Dan berani. Aku suka padamu Raina. Aku akan dapatkanmu bagaimanapun caranya". Ujar Nico dengan tertawa jahat.
Raina turun mengambil minum.
"Bisa tidak kamu sopan terhadap Nico ?? dia calon suamimu". Ujar Papa Raina
" Calon Suamiku Rasya bukan Nico ". Jawab Raina
" Papa tidak akan pernah merestui kalian berdua ". Ujar Papa Raina kesal
__ADS_1
" Akupun tidak akan pernah menerima Nico. Menikah dengan Rasya atau tidak sama sekali". Raina pergi meninggalkan Papanya.
"Raina tunggu Papa belum selesai berbicara". Papanya kesal.