Rain...

Rain...
kejutan untuk Ayesha


__ADS_3

Ditempat lain, Risya sedang dikamar mengambil undangan Wisuda lalu memfotonya.


"Aku kirim pada Aldo ah". Ujar Risya dengan hati gembira mengirim foto undangan Wisuda nya.


Tak lama Aldo menelepon by video call.


"Assalamualaikum". Aldo mengucap salam diujung telepon.


"Waalaikumsalam. Cepat sekali Kamu langsung menelepon". Ujar Risya dengan senyum merekah.


"Selamat sayang atas Wisuda nya. Kamu mau hadiah apa dariku?". Tanya Aldo.


"Ah tidak mau apapun. Aku mau Kamu hadir diacara wisudaku". Ujar Risya berharap.


" dua minggu lagi ya? Hemmm sepertinya Aku tidak bisa pulang. 2 minggu lagi juga aku akan ada Ujian. Kamu bisa minta apapun selain kehadiranku". Ujar Aldo.


Wajah Risya yang awalnya gembira berubah menjadi sedih.


"Hey, Kamu kenapa?". Tanya Aldo.


"Tidak apa-apa". Ujar Risya mencoba mengalihkan kesedihannya. "Semoga ujianmu lancar ya".


"Terimakasih sayang. Kamu memang sangat pengertian". Ujar Aldo tersenyum.


"Aku kangen kamu". Ujar Risya malu-malu.


"Apa? Aku tidak dengar". Ledek Aldo.


"Ih masa tidak dengar". Gerutu Risya.


"Kamu bicara sangat pelan Aku tidak bisa mendengarnya". Ujar Aldo


"Aku rindu kamu". Risya sedikit berteriak


"Oh ya?". Ledek Aldo.


"Sejak mulai kuliah, Kamu sangat sibuk. Bahkan kita jarang teleponan". Ujar Risya cemberut.


"Maafkan Aku. Mengambil specialist jantung benar-benar menguras tenaga dan fikiran". Ujar Aldo. "Aku juga rindu denganmu. Aku sangat ingin jumpa dengamu". Ujar Aldo.


Risya tersenyum malu saat Aldo mengatakan itu.


Mereka saling berbincang satu sama lain melepas rindu yang sudah terpendam lama.


••••••••


Papa Rangga telah diperbolehkan untuk pulang. Semua menyambut dirumah dengan bahagia begitu juga Ayesha. Sejak menginap pertama Kali, Ayesha terus menginap dirumah Rangga karena Raisa tidak mengizinkan Ayesha pergi karena Raisa sangat bahagia dekat dengan Ayesha seperti mendapatkan saudara perempuan.


"Baby, Aku ingin pergi. Apa Kamu mau ikut?". Tanya Rangga.


"Mau kemana?". Tanya Ayesha.


"Tidak perlu banyak tanya ayo ikut". Rangga menarik tangan Ayesha untuk masuk kedalam mobil.


Setelah masuk kedalam mobil, Rangga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Babe, Kamu kan akan pulang ke Inggris 2 hari lagi, Aku ingin memberikan kejutan kecil untukmu. Aku harap Kamu akan menyukai nya". Ujar Rangga yang sedang menyetir.


"Apa yang ingin Kamu berikan?". Tanya Ayesha.


"Nanti Kamu akan tahu setelah sampai". Ujar Rangga.


"Kamu buat aku penasaran". Ujar Ayesha.


1 jam berkendara, akhirnya mereka sampai disebuah gedung. Rangga memarkirkan mobilnya digedung itu.


"Ayo kita keluar". Ujar Rangga.

__ADS_1


"Ini tempat apa?". Tanya Ayesha.


"Sudah ayo". Rangga pun keluar dari mobil lalu membuka pintu mobil untuk Ayesha.


Saat mereka berjalan terlihat tulisan British Embassy.


"Kedutaan Inggris? Untuk apa kita kemari?". Tanya Ayesha.


Rangga tak menjawab pertanyaan Ayesha.


Rangga menghampiri resepsionis dan memberikan sebuat memo kecil kepada resepsionis itu. Lalu resepsionis itu pergi kedalam.


"Kamu duduk dulu disitu". Ujar Rangga.


Ayesha pun duduk.


15 menit berlalu, resepsionis itu datang dan memberikan sesuatu pada Rangga. "Terimakasih". Ujar Rangga.


"Babe, Ayo kita pergi". Ujar Rangga menggandeng tangan Ayesha.


Ayesha masih bingung apa yang Rangga lakukan di kedutaan Inggris.


Mereka masuk kedalam mobil. Dalam mobil, Rangga meraih sesuatu yang diberikan Resepsionis itu lalu memberikan pada Ayesha.


"Passport?". Tanya Ayesha.


Lalu Ayesha membuka passport milik Rangga. Ayesha terkejut apa yang Dia lihat.


"Visa?". Ayesha terkejut sampai meneteskan air mata.


Rangga meraih tangan Ayesha. "Babe, Aku akan pergi bersamamu pulang ke Inggris. Aku ingin melamarmu dihadapan Baba". Ujar Rangga serius. "Babe, usia kita sudah bukan untuk pacaran lagi. Aku sangat serius denganmu. Aku ingin menikahimu segera. Aku harap Kamu mau menikah denganku".


Ayesha menangis terharu lalu memeluk Rangga. "Jika Aku tidak ingin menikah denganmu kenapa Aku harus datang jauh-jauh kemari untuk menemuimu". Ujar Ayesha memeluk erat tubuh Rangga.


"Terimakasih Babe karena Kamu sudah menerima Lamaranku. Aku sangat mencintaimu". Ujar Rangga mengecup bibir Ayesha dengan lembut. Ayesha pun membalas ciuman Rangga.


Sampailah Mereka di mall. Setelah memarkirkan mobilnya, mereka berjalan kedalam mall.


"Babe, tidak apa-apa kan Kamu menemaniku berbelanja? Aku sudah lama tidak pergi ke luar negeri saat musim dingin. Coat winterku sudsk kekecilan sekarang jadi aku ingin membeli beberapa". Ujar Rangga.


"Tentu Babe, tidak masalah untukku". Ujar Ayesha.


Merekapun masuk ke sebuah brand.


"Selamat sore". Sapa karyawan.


Mereka berdua berjalan menuju bagian pakaian untuk winter. Mereka memilih satu per satu yang cocok untuk Rangga.


Rangga melihat sesuatu. Ia berjalan mendekati. "Wah bagus nih". Ujar Rangga mengambil nya.


"Babe lihat apa yang Aku temukan". Rangga menunjukkan sepasang coat couple berwarna Hitam.


"Ini terlihat bagus". Ujar Ayesha.


"Iya ini winter coat couple untukku dan untukmu". Ujar Rangga


"Tapi Aku sudah memiliki banyak winter coat". Ujar Ayesha.


"Ayolah Babe kita beli ini ya. Kamu jahat deh tidak mau menerima pemberianku". Ujar Rangga.


"Ok ok kita beli". Ujar Ayesha.


Rangga telah menemukan 4 winter coat. Lalu Ia membayarnya dan pergi dari toko itu. Rangga mengajak Ayesha ke toko pakaian wanita.


" mau ngapain kita kesini?". Tanya Ayesha.


"Belanja untukmu". Ujar Rangga.

__ADS_1


"Tidak perlu, Aku tidak kekurangan pakaian". Ujar Ayesha.


"Kamu setiap Aku ingin berikan sesuatu kenapa selalu ditolak?". Ujar Rangga kesal.


"Bukan begitu, tapi kita bisa membeli yang lebih bermanfaat kan? Pakaian ku sangat banyak untuk apa Aku membeli lagi?". Ujar Ayesha.


"Yasudahlah terserah Kamu. Mungkin Aku tidak layak untukmu". Ujar Rangga kesal.


"Rangga, baiklah ayo kita masuk". Ayesha akhirnya menerima karena tidak ingin Rangga marah.


Mereka pun masuk kedalam memilih pakaian untuk Ayesha. Rangga memilih banyak sekali baju. Ayesha yang melihatnya hanya mengelus dahinya.


kenapa Rangga yang excited?. Ayesha bertanya-tanya dalam hatinya.


Ayesha memang bukan tipikal perempuan yang gila shopping. Ia lebih suka membeli buku daripada shopping pakaian atau sejenisnya. bahkan dalam setahun Ayesha membeli pakaian bisi dihitung pakai jari. Jadi saat Rangga mengajaknya untuk berbelanja Ia hanya mengikuti tapi tidak ingin ikut membeli.


"Babe, coba semua pakaian ini". Rangga memberikan tumpukan Pakaian keoad Ayesha.


"Ini tidak salah?". tanya Ayesha.


"sudahlah Kamu coba saja". ujar Rangga mendorong tubuh Ayesha masuk kedalam ruang ganti.


Setelah semua pilihan Rangga dicoba, Rangga memilih 5 yang akan dibeli.


"Babe ini terlalu banyak, kita bisa membeli satu". ujar Ayesha.


"sudahlah Kamu diam saja". ujar Rangga yang tengah membayar.


Setelah membayar, mereka pergi keluar toko.


"apa Kamu lapar?". tanya Rangga.


"Tidak terlalu". ujar Ayesha.


"kamu mau apa?". tanya Rangga.


"tidak terimakasih". ujar Ayesha.


"kamu kenapa sih? kamu menganggapku seperti orang asing? aku ini calon suamimu". ujar Rangga kesal.


"loh Kamu kenapa?". tanya Ayesha bingung.


"Setiap Aku tawarkan apapun Kamu selalu menolak". ujar Rangga.


astaga pria ini sungguh perasa. ujar Ayesha dalam hati.


Ayesha mengajak Rangga untuk duduk.


"Rangga, maafkan Aku jika Aku membuatmu marah. jujur ini adalah pertama kalinya Aku memiliki kekasih dan pertama Kalinya Aku pergi bersama pria. Aku sudah terbiasa apapun sendiri jadi ini hal baru untukku. bukan Aku menolak, tapi Aku belum terbiasa. maafkan Aku jika Aku menyakiti mu". ujar Ayesha menggenggam tangan Rangga.


Rangga pun mulai mengerti. "Baiklah, maafkan Aku terlalu memaksamu. yasudah ayo kita pergi makan". Rangga menggenggam tangan Ayesha.


***Assalamualaikum Reader, Author ingin memberi visualisasi Risya, Ayesha, Aldo dan Rangga. semoga cocok dengan karakter mereka.


Risya***



Aldo



Ayesha



Rangga

__ADS_1



__ADS_2