
Perjalanan dari villa pukul 5 sore, karena macet mereka sampai pukul 8.
"Assalamualaikum". Raina & Rasya mengucapkan salam
" Waalaikumsalam ". Ujar semua yang ada dirumah
" Maaf ya telat, dijalan macet sekali". Ujar Raina
"Tidak apa-apa Nona". Ujar Para WO
Raina & Rasya pun duduk. Mereka berbincang mau bagaimana dekorasinya Dan segalanya.
Mereka berencana ingin merayakan pwesta pernikahan di Pantai. Dengan konsep serba biru putih. Pantai yang dipilih pun cukup indah di salah satu pulau Seribu.
Semua yang ikut dalam perencanaan pernikahan hadir untuk meeting.
Designer menanyakan ingin desain seperti apa, Raina berdiri Dan pergi ke kamar.
" Kamu mau kemana sayang?". Tanya Mama Raina.
"Ke kamar sebentar". Raina berlari kecil.
Tak lama Ia turun dengan membawa beberapa design baju. Dari pakaian saat ijab Qobul, saat resepsi Dan untuk bridesmaid & groomsmaid. Dan untuk keluarga.
" Ini adalah desain pernikahan impian yang sudah Aku buat. Mungkin anda bisa mereview kembali apa yang kurang ". Ujar Raina memberikan kertas design nya.
" bagus sayang ". Ujar Rasya yang melihat.
" Baik Nona, saya akan bawa Dan akan menyempurnakan design Nona". Ujar designer.
__ADS_1
Assistant designer pun mengukur untuk size pakaian mereka.
"Maksimal 5 hari kita akan fitting". Ujar designer. " baik, saya permisi dulu. Selamat malam". Designer pamit.
Sudah pukul 10 malam, mereka semua pamit untuk pulang. Rasya yang masih kelelahan duduk bersandar dengan menutup matanya.
"Sayang, Kamu lelah?". Raina menyentuh bahu Rasya.
" lumayan sayang". Ujar Rasya. "Yasudah Aku pulang dulu ya". Rasya berdiri. Tiba-tiba Rasya kembali terduduk merasakan nyeri di luka nya. Ia meringis kesakitan.
" Sya, Kamu kenapa?". Raina Panik. "Papa Mama tolong". Ujar Raina berteriak.
" Ada apa?". Tanya Mama
"Ini Rasya kesakitan". Ujar Raina Panik.
Raina pun berlari mengambil alat P3K. Ia memberikan kepada Papanya.
Papa Raina mencoba membuka perban yang masih menempel di perut Rasya. Ia membukanya Dan membersihkan lukanya.
"Ini sedikit bengkak, Kamu jangan dulu terlalu lelah". Ujar Papa Raina. " Raina, berikan antibiotik untuk Rasya. Kamu bisa menginap dulu disini istirahatlah". Ujar Papa Raina.
Rainapun membantu Rasya menuju kamar tamu.
"Sayang beristirahatlah, Aku akan mengambil obat untukmu". Raina pergi setelah membaringkan Rasya di tempat tidur.
Tak lama Ia kembali membawa makan malam, air minum dalam botol Dan antibiotik.
" Sayang, Kamu makan dulu ya, kan belum makan malam". Raina menyuapi Rasya.
__ADS_1
"Berikan padaku, Aku bisa sendiri". Ujar Rasya yang mengambil piring dari tangan Raina.
" Biar Aku saja, Kamu kan lagi sakit". Ujar Raina.
Rasya memandang tajam Raina. Mengisyaratkan Kamu diam saja.
"Buka mulutmu". Rasya ingin menyuapi Raina. " Kamu juga kan belum makan". Ujar Rasya.
"Aku akan makan Nanti, ini untukmu". Ujar RainaRasyaMakanlah dengan ku". Ujar Rasya.
Karena niat baiknya, Raina sungkan untuk menolak. Mereka makan disatu piring yang sama.
Selesai makan, tunggu beberapa lama, Raina memberikan antibiotik.
" beristirahatlah, besok Aku akan antar Kamu pulang". Ujar Raina.
"Besok Aku harus ke kantor. Sudah lama Aku tidak masuk". Ujar Rasya.
" Sayang, lihat keadaanmu ". Ujar Raina berbicara menahan marah.
" sebentar saja, ada meeting penting yang tidak bisa diwakilkan". Ujar Rasya.
"Baiklah, Aku akan menemanimu". Ujar Raina
" Kamu harus ke Rumah Sakit sayang". Ujar Rasya
"Kamu bawel ya, udah ikuti apanyang aku katakan. Selamat malam". Ujar Raina mencium kening Rasya, pergi meninggalkan Rasya.
" Selamat malam Sayang". Ujar Rasya
__ADS_1