
Ditempat lain, Ayesha masih terlihat canggung dengan kedua orang tua Rangga. Namun Ia tetap berusaha untuk menutupi itu.
Rangga melihat jam di dinding. Waktu menunjukkan pukul 12 malam. Wajah Ayesha pun terlihat sangat lelah.
"Sudah jam 12 malam, sebaiknya Ayesha pulang dulu". Ujar Rangga. "Ma Aku antar Ayesha dulu ya kerumah Raina. Setelah itu Aku akan kembali lagi kesini untuk menjaga Papa". Ujar Rangga.
"Tapi ini malam sekali. Pasti kalian menggangu keluarga Raina. Begini Saja, malam ini Ayesha tidur dirumah kita. Besok bisa kembali kerumah Raina". Ujar Mama Rangga.
"Yasudah. Mama dan Ayesha pulang. Biar Aku yang menunggu Papa". Ujar Rangga.
"Papa biar Mama yang jaga, kalian pulang saja. Besok pagi kembali". Ujar Mama.
"Apa tidak masalah Aku dan Rangga satu Rumah?". Tanya Ayesha.
"Tenang saja kalian berdua kan akan menikah lagipula tidak tidur satu kamar kan? Sudahlah ikuti perkataan Mama. Sudah cepat kalian pulang ini sudah malam". Ujar Mama Rangga.
"Baiklah. Kami pulang dulu. Jika ada apa-apa hubungi aku ya Mah". Ujar Rangga.
"Pasti sayang. Pulanglah sekarang". Ujar Mama.
" yasudah. Assalamualaikum ". Rangga mencium tangan Mamanya.
Ayesha yang melihat mengikuti apa yang dilakukan Rangga.
Rangga dan Ayesha pun pergi dari kamar Inap Papanya.
"Kamu tahu tidak? Ini adalah rumah sakit milik Papa Raina". Ujar Rangga.
"Oh ya? Aku tahu Raina memiliki Rumah Sakit Tapi Aku tidak menyangka rumah sakit nya besar dan hebat seperti ini". Ujar Ayesha.
Mereka masuk kedalam mobil lalu Rangga melajukan sedang mobil nya.
"Kamu tahu? Selama kuliah, Raina terlihat sangat sederhana. Bahkan orang-orang tidak akan menyangka bahwa Dia adalah orang yang kaya raya. Dia bahkan tinggal di asrama saat kuliah". Ujar Ayesha.
"Keluarga Raina adalah salah satu orang terkaya di kota ini termasuk Rasya". Ujar Rangga.
"Pasangan yang serasi". Ujar Ayesha tersenyum.
Mereka telah sampai dirumah Rangga. Posisi rumah sakit dan rumahnya tidak terlalu jauh. Hanya butuh waktu 30 menit.
"Kalau kita berdua serasi juga tidak?". Tanya Rangga menatap Ayesha.
Jantung Ayesha berdegub sangat kencang saat Rangga tersenyum kepadanya.
Rangga melepas seatbelt nya. Ia mendekat pada Ayesha.
Dia mau apa?. Tanya Ayesha dalam hati.
Rangga mengecup bibir Ayesha dengan lembut.
Ayesha hanya terdiam tidak berbuat apapun. Hingga Rangga melepas ciumannya.
"Ciuman pertama?". Tanya Rangga.
Ayesha hanya mengangguk malu.
Tangan tersenyum bahagia saat mencium Ayesha untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Ayesha masih terdiam. Jantung nya masih berdetak dengan cepat.
"Ayo kita turun". Ujar Rangga membuka pintu mobilnya.
Ayesha pun mengangguk lalu membuka pintu mobil.
Betapa terkejut nya Ayesha. Rumah Rangga begitu besar tak beda jauh dengan Rumah Raina bahkan lebih besar.
Ayesha sedikit minder saat melihat rumah Rangga yang begitu besar. Rangga tidak terlalu terlihat seperti orang yang sangat kaya raya. Penampilannya pun tidak terlalu mencolok. Menggunakan barang-barang yang tidak bermerk mahal.
"Kenapa diam?". Tanya Rangga.
Ayesha hanya menggelengkan kepalanya.
"Ayo masuk". Rangga menggandeng tangan Ayesha.
Merekapun berjalan untuk masuk kedalam rumah.
Pintu diketuk oleh Rangga. Lalu seorang wanita paruh baya membukakan pintu.
"Eh mas Rangga sudah pulang". Ujar Bi Inem salah satu assistant rumah tangga Rangga.
"Malam Bi. Iya saya dari rumah sakit". Ujar Rangga berjalan kedalam rumah.
"Bapak bagaimana keadaanya Mas?". Tanya Bi inem.
"Alhamdulillah sudah membaik". Ujar Rangga. "Oh ya perkenalkan ini Ayesha. Bibi tahu lah siapa". Ujar Rangga.
Ayesha menjabat tangan Bi inem.
Ayesha hanya tersenyum Dia tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"Dia adalah Bi Inem salah satu yang bekerja disini". Ujar Rangga.
Ayesha tersenyum pada Bi Inem.
"Bi tolong siapkan kamar Anggi untuk Ayesha ya". Ujar Rangga.
"Baik Mas". Jawab Bi Inem pergi berlalu.
"Karena kita belum menikah, jadi kamar kita terpisah dulu ya". Ujar Rangga tersenyum.
"Memang. Siapa yang mau tidur dengan kamu?". Tanya Ayesha.
"Yakin tidak mau?". Tanya Rangga
"Iya tidak mau". Ujar Ayesha.
"Yasudah. Kamu tidur dikamar Raisa dulu ya malam ini. Disana juga ada pakaiannya. Untuk sementara kamu gunakan pakaian Dia dulu ya". Ujar Rangga.
Raisa adalah saudara kembar Rangga. Wanita yang cantik juga baik hati serta pekerja keras. Karena Rangga tidak ingin meneruskan bisnis keluarga yaitu bisnis export import onderdil mobil, jadi Raisa lah yang melanjutkan bisnis keluarga.
"Oh ya, dimana Raisa? Aku bahkan lupa menanyakannya". Ujar Ayesha.
"Dia sedang ada perjalanan bisnis ke Taiwan, mungkin besok Dia akan kembali saat tahu Papa sedang sakit". Ujar Rangga.
"Pasti dia wanita yang sangat baik ya seperti Mama". Ujar Ayesha.
__ADS_1
"Ah Dia adalah salah satu wanita yang menyebalkan". Ujar Rangga.
"Kenapa?". Tanya Ayesha.
"Dia selalu mengerjaiku sejak kecil. Orangnya sangat jahil dan banyak bicara seperti nenek sihir". Ujar Rangga.
"Ah Kamu sangat jahat menjelaskan sifat saudaramu. Kamu sangat beruntung memiliki saudara. Aku hanya anak tunggal dan tinggal hanya dengan Baba". Ujar Ayesha.
"By the way, bagaimana jika kita menikah segera? Kita kan sudah mendapatkan restu dari kedua orangtua ku dan Kamu juga akan mendapatkan saudara perempuan". Ujar Rangga.
"Kamu fikir Aku yatim piatu? Kita harus dapat restu Baba juga dong". Ujar Ayesha.
"Baba pasti sudah merestui". Ujar Rangga.
"Percaya diri sekali kamu?". Ujar Ayesha.
"Jika Baba tidak merestui bagaimana Kamu dapat izin untuk datang kemari? Jadi pasti Baba nenyukaiku juga". Ujar Rangga tersenyum.
Ayesha hanya tersenyum malu memalingkan wajahnya.
"Saat tersipu malu seperti itu, Kamu terlihat makin cantik deh". Rayu Rangga.
"Dasar mulut manis". Ujar Ayesha.
"hahahahahaha kenapa kamu sangat tidak suka Aku rayu?". tanya Rangga.
"Bukan tidak suka, Tapi kadang Kamu sangat berlebihan". ujar Ayesha.
"Baru segini loh setelah menikah mungkin tingkat merayuku jauh lebih sering". ujar Rangga tertawa kecil.
tak lama, Bi Inem pun datang.
"Mas, kamarnya sudah siap". ujar Bi Inem.
"Yasudah. Terimakasih Bi. sekarang bibi boleh kembali ke kamar". ujar Rangga.
Bi Inem pun pergi meninggalkan Rangga dan Ayesha.
" Ayo kita ke kamar Raisa. kamu pasti lelah". Rangga menggandeng Tangan Ayesha.
kamar Raisa bersebelahan dengan kamar Rangga di lantai atas.
Rangga membuka pintu kamar Raisa.
"Kamu bisa tidur disini juga bisa meminjam pakaian tidur milik Raisa". ujar Rangga.
"Apa Dia tidak akan marah Aku tidur di kamarnya dan menggunakan pakaiannya?". tanya Ayesha sedikit ragu.
"Tenanglah, Kamu kan calon kakak iparnya, Dia tidak akan marah". ujar Rangga.
"sudah Kamu masuk bersihkan dirimu dan tidur OK. good night baby". Rangga mencium kening Ayesha.
Mereka berdua pun masuk kedalam kamar.
Ayesha melihat sekeliling kamar Raisa. kamar yang besar penuh dengan foto-foto Raisa.
"Dia sangat cantik". ujar Ayesha melihat foto Raisa.
__ADS_1