Rain...

Rain...
kepanikan Raina


__ADS_3

Ditempat lain Rasya berjalan menahan sakit wajahnya, mencari taksi.


Mendapatkan taksi, Ia masuk ke dalam taksi


"Ke alamat xxxx". Ujar Rasya


" baik pak". Supir melajukan taksinya


Dirumah Raina.


Raina masih menangis atas perlakuan papa nya terhadap Rasya Dan dirinya.


Mamanya membantu Dia berdiri Dan mengajak ke kamarnya. Raina masih menangis tak henti.


Mama Raina membantu Raina untuk berjalan menaiki anak tangga.


Sampailah dikamar, Mama Raina mendudukkan Raina di tempat tidur nya.


"Mah, apa salah Rasya? Kenapa Papa begitu kejam pada Rasya". Raina memeluk mamanya sambil menangis.


" Ada apa? Cerita pada Mama ". Mama mengusap pipi Raina.


Raina pun menceritakan semua yang terjadi.


Mama Raina terkejut atas apa yang terjadi pada Rasya.


" Mah, apa salah Rasya? Dia hanya ingin mengantarku pulang. Dia hanya ingin Aku selamat sampai rumah. Dia khawatir padaku. Apa itu salah?" Raina terus menangis.


"Bahkan Rasya tidak marah atau membalas dengan apa yang Papa lakukan. Dia hanya mengatakan It's OK". Raina semakin menangis.


Ia mencari ponselnya berlari ke berbagai sudut ruangan.


" Kamu cari apa?". Tanya Mama Raina

__ADS_1


"Handphone ku mana? Aku ingin menelpon Rasya". Raina terlihat panik.


Ia berlari keluar menuju mobil. Ia ingat tas nya masih di dalam mobil. Setelah mendapatkan tas nya, Ia kembali kedalam kamar.


Ia menelpon Rasya Tapi tak dijawab. Terus Ia mencoba sampai Ia menyerah.


Raina menangis berlari Mama Raina mengejar.


" mau kemana kamu malam-malam begini?". Tanya Mama Raina


"Aku mau kerumah Rasya". Ujar Raina bergegas pergi. Namun, tangan Raina ditarik Mamanya.


" jangan nak. Ini sudah malam Dan papamu akan sangat marah".


"Tapi aku khawatir pada Rasya mah". Jawab Raina Panik.


" Dengarkan perkataan Mama, sekarang Kamu masuk Dan istirahat. Kamu gak mau kan papamu melakukan hal buruk pada Rasya?". Ujar Mama Rasya meyakinkan Raina.


Rainapun menurut Dan pergi ke kamarnya.


"Assalamualaikum". Rasya mengangkat telpon


" Rasya, dimana Kamu? Apa Kamu baik-baik saja?". Tanya Raina Panik.


"Balas dulu salam dariku". Ujar Rasya


" waalaikumsalam". Jawab Raina


"Kamu dimana? Gimana keadaanmu?". Tanya Raina


" aku dirumah. Alhamdulillah Aku baik-baik saja". Jawab Rasya santai


"Gimana baik-baik saja? Wajahmu penuh darah tadi". Raina berteriak sambil menangis.

__ADS_1


" Ahhhhh ini hanya oleh-oleh dari calon mertuaku". Jawab Rasya cekikikan.


"Sya jangan bercanda". Jawab Raina kesal.


" hahahahahaha tenang Sayang Aku baik-baik saja ".


" Maafkan Papa Sya ". Raina mengatakan dengan penuh penyesalan.


" tidak apa-apa Rain, papa mu hanya mengkhawatirkanmu". Ujar Rasya.


"Kalau Aku di posisi Papa pasti akan melakukan hal yang sama. Tidak mudah untuk mendekati anak secantik dirimu". Rasya menggoda.


" Tapi Papa sudah Keterlaluan". Jawab Raina


"Sayang, jangan membenci Papamu. Sayangi Dia selagi Kamu bersamanya". Ujar Rasya.


Raina hanya terdiam.


"Jangan marah padanya, bersabarlah".


" Kamu tahu, Papamu hanya ingin yang terbaik untukmu". Ujar Rasya


"Baik untuk ku atau Rumah sakit nya". Jawab Raina ketus.


" jangan seperti itu, bersabarlah Dan terus berdoa pada Allah. Jangan tinggalkan sholatmu Dan berbaik sangka lah pada Allah". Ujar Rasya menyejukkan hati Raina.


"Iya Sya Aku akan melakukan nya". Jawab Raina


" Sekarang Kamu mandi, sholat lalu tidur ya. Kamu pasti cape". Ujar Rasya.


"Iya ". Jawab Raina


" yasudah Aku tutup telponnya ya. Good night my Rain". Ujar Rasya merayu nya.

__ADS_1


"Good night sayang".


Raina menutup telfon nya.


__ADS_2