Rain...

Rain...
pemeriksaan Raina


__ADS_3

Rasya sampai terlebih dahulu karena kantor nya dekat dengan Rumah Sakit Raina


"Ah itu mobil Papa". Rasya berlari menghampiri mobil Papa.


Seorang suster membawa brankar. Saat Rasya meminta.


Mereka pun mendorong brankar ke Ruang UGD


Dokter Ahmad memeriksa Dan bertanya kenapa Raina bisa pingsan.


Dokter Ahmad menelpon seseorang.


" Dok bisa kesini gak ? Dokter Raina pingsan". Ujar dokter Ahmad lalu mematikan telepon.


Tak lama Dokter Lina datang.


Memeriksa keadaan Raina.


"Pak Rasya, selamat Bapak akan menjadi seorang Ayah". Ujar Dokter Lina.


Dokter Lina adalah dokter specialist kandungan lain selain dokter Raina di Rumah Sakit.


" Apa Dok ??? Raina Hamil ??". Rasya kaget sekaligus bahagia.


"Iya kalau ingin lebih tahu berapa usia kandungannya tunggu dokter Raina siuman kita USG. Kalau gitu saya permisi dulu. Dokter Surya, Ibu Natasha selamat ya sebentar lagi memiliki cucu". Ujar Dokter Lina mnjabat tangan kedua orang tua Raina Dan Rasya.


" Terimakasih Dok ". Ujar Surya.


" Rasya selamat Kamu akan menjadi seorang Ayah". Surya memeluk Rasya.


"Selamat ya Sayang". Mama pun memeluk Rasya


" terimakasih Mah Pah". Ujar Rasya terharu sampai meneteskan Air mata.


Rasya duduk disamping tempat tidur Raina. Ia mencium tangan Raina.


"Sayang Terimakasih". Ujar Rasya.

__ADS_1


Raina mulai membuka matanya. Ia menyentuh kepalanya yang terasa berat. Ia melihat Rasya & kedua orang tua nya.


" Aku dimana?". Tanya Raina


"Kamu dirumah sakit". Ujar Rasya


" aku kenapa? Apa penyakit lamaku kambuh??". Raina Panik Dan Berusaha untuk duduk


"Tenang sayang. Kamu baik-baik saja". Ujar Rasya


" kalau baik-baik saja kenapa Aku ada di rumah sakit?? Aku tidak ingat apa-apa. Lihat Kamu Dan Mama juga menangis. Aku kenapa?". Tanya Raina Panik.


"Sayang, Kamu pingsan. Jadi Mama Dan Papa bawa Kamu ke sini". Ujar Mama


" Pingsan ?? Kenapa?". Tanya Raina


"Sayang, Kamu akan menjadi seorang Ibu". Ujar Rasya berkaca-kaca.


" jadi seorang Ibu ??? Apa ?? Aku Hamil ???". Raina terkejut Dan bahagia.


"Iya sayang, Kamu Hamil". Ujar Rasya memeluk Raina


"Udah, Kamu jangan bergerak dulu nanti dokter Lina kembali untuk memeriksa Kamu. Sekarang Kamu berbaring". Ujar Rasya.


" Ia sayang". Ujar Raina berbaring kembali.


"Kita akan menjadi orang tua". Ujar Raina bahagia.


Rasya mengelus kepala Raina.


Tak lama Dokter Lina datang.


" selamat siang dokter Raina. Selamat ya dokter akan segera menjadi seorang Ibu ". Ujar dokter Lina tersenyum.


" Terimakasih Dok ". Ujar Raina


" sekarang kita keruangan saya ya Dok untuk USG. Dokter bisa berjalan ?? Kalau tidak bisa, kita bisa bawakan kursi roda". Ujar dokter Lina.

__ADS_1


"Jalan saja Dok. Saya baik-baik saja". Ujar Raina


" Kamu yakin ?? Kalau gak kuat kita baik kursi roda aja ya". Ujar Rasya


"Gak apa-apa kok". Ujar Raina


Raina duduk Dan turun dari tempat tidur.


Rasya mencoba membantu memapah Raina.


Sampai diruangan praktek Raina.


Ia melihat disekeliling ruangan Dan tersenyum


" kenapa?". Tanya Rasya


"Gak apa-apa. Lucu aja ini ruanganku biasa memeriksa ibu Hamil, sekarang aku yang jadi pasien". Ujar Raina tersenyum


" dokter Raina ini dokter kandungan yang hebat tapi tidak merasa kalau sedang Hamil". Ujar doker Lina bergurau dengan Raina.


"Hahahahahahaha iya Dok sejak di London kemarin saya merasa tidak enak badan saya pikir cuma kelelahan". Ujar Raina. " saya juga baru merasa sudah telat datang bulan selama 1 minggu". Tambah nya.


"Silahkan berbaring Dok". Ujar dokter Lina.


Rainapun berbaring suster membuka setengah baju Raina Dan memberikan Gel.


Dokter mulai memeriksa melalui USG


" nah itu Dok terlihat kan seperti biji kacang. Usia janinnya sekitar 4 minggu. Dokter harus istirahat yang cukup karena tadi diperiksa tensi darahanya rendah". Ujar dokter Lina.


"Iya Dok". Jawab Raina.


" ini saya berikan vitamin, kalsium untuk menjaga daya tahan tubuh dokter Dan janin. Kalau soal pola makan pasti dokter tahu harus seperti apa". Ujar dokter Lina tersenyum


"ahhhh dokter bisa aja". ujar Raina tertawa kecil.


" semoga sehat selalu Dok Dan dijaga makanannya ya". ujar dokter Lina.

__ADS_1


"Terimakasih Dok. kita permisi". ujar Rasya.


merekapun pergi keluar.


__ADS_2