Rain...

Rain...
berbincang dengan Mama


__ADS_3

Pagi pun tiba, terdengar suara mobil datang dari luar.


"Eh Nona Raisa sudah pulang". Ujar Bi Inem.


"Iya Bi. Oh ya tolong bawakan koperku ya". Ujar Raisa berjalan menuju kamar nya.


Bi Inem mengambil koper Raisa yang diberikan supir.


"Astagfirullah lupa kasih tahu kalau dikamar Nona Raisa ada Nona Ayesha". Bi Inem pun berlari mengejar Raisa.


Raisa membuka pintu kamarnya, terlihat ada seseorang dibalik selimutnya.


"Ini pasti si Rangga tidur berjalan lagi deh". Ujar Raisa.


"Hey serangga, bangun! Kebiasaan banget sih tidur diranjangku. hey serangga". Raisa membangunkan yang Dia fikir Rangga.


Saat bangun Ia terkejut seorang wanita yang tidur diranjangnya dan menggunakan baju tidurnya.


"Hey siapa kamu? Berani sekali tidur diatas ranjangku dan menggunakan pakaianku?". Ujar Raisa marah.


"Ahhh Aku...". Ayesha ingin menjelaskan namun Raisa sangat cepat untuk berbicara.


"Turun Kamu dari ranjangku. Berani sekali tidur diranjangku". Raisa menarik tangan Ayesha.


"Ada apa sih ribut sekali?". Datang Rangga.


"Serangga, siapa Dia? Berani sekali Dia tidur dikamarku apalagi menggunakan bajuku?". Ujar Raisa kesal.


"Heh Nenek lampir, dengan calon kakak Ipar jangan begitu. Dia Ayesha". Ujar Rangga.


"Apa Ayesha? Kamu Ayesha?". Tanya Raisa pada Ayesha.


Ayesha hanya mengangguk dengan wajah bingung.


"Astaga, maafkan Aku. Aku kira Kamu bukan calon kakak iparku. Maafkan Aku ya". Raisa menggenggam tangan Ayesha.


"Tidak apa-apa. Maafkan Aku yang menggunakan kamarmu dan bajumu". Ujar Ayesha.


"Ah tidak apa-apa, Kamu kan calon kakak iparku. Sudah sewajarnya saling sharing kan?". Ujar Raisa terlihat sangat manis berbeda saat pertama Kali melihat Ayesha.


"Non, maaf Bibi lupa kasih tahu non". Ujar Bi Inem.


"Sudah telat Bi, Ayesha sudah kena omelan nenek lampir". Ujar Rangga.


"Serangga, berhenti tidak memanggilku nenek lampir". Raisa melempar bantal kewajah Rangga.


"Kamu juga berhenti memanggilku serangga!". Ujar Rangga melempar balik bantal lalu Raisa berlari kebelakang Ayesha. Justru Ayesha yang kena lemparan bantal.


"Ah baby maaf Aku tidak sengaja". Rangga menghampiri Ayesha lalu menyentuh wajah Ayesha.


"Ah curi kesempatan". Ujar Raisa.

__ADS_1


"Diam Kamu nenek lampir". Ujar Rangga.


"Pergi dari kamarku cepat. Aku ingin mengobrol dengan kakak iparku". Ujar Raisa menarik tangan Ayesha.


"Hey Dia milikku". Rangga menarik tangan Ayesha.


"Dia kakak iparku". Raisa menarik lagi tangan Ayesha.


"Sudah cukup! Rangga Kamu bisa keluar OK". Ujar Ayesha tersenyum.


"Ok ok Kamu bersiap ya kita akan kerumah sakit lagi". Ujar Rangga.


"Baiklah". Jawab Ayesha tersenyum.


"Awas kalau berani membully dia". Ancam Rangga.


Raisa hanya menjulurkan lidahnya.


Rangga pun pergi menutup pintunya.


"Ayo kemari duduk". Raisa mengajak Ayesha duduk di sofa.


"Kakak ipar sangat cantik rupanya. Maafkan kejadian tadi ya". Ujar Raisa menyesal.


"Sudah tidak perlu dibahas. Wajar jika Kamu marah". Ujar Ayesha.


"Sis Ayesha kapan sampai disini?". Tanya Raisa.


"Oh sejak tiga hari Kamu tinggal disini?". Tanya Raisa


"Oh tidak, selama sampai disini. Aku tinggal dirumah Raina". Ujar Ayesha.


"Raina? Oh Istrinya Kak Rasya". Ujar Raisa.


"Iya". Ujar Ayesha.


Merekapun terus berbincang banyak hal. Seperti saudara perempuan yang lama tidak jumpa.


Ditempat lain, Raina telah terbangun dari tidurnya. Rasya masih terlelap dalam mimpinya.


Raina memandangi wajah suaminya itu. "Kalau dilihat-lihat, tampan juga suamiku". Ujar Raina berbisik.


"Tampalah, kalau tidak seorang Raina tidak akan jatuh cinta pada Rasya". Ujar Rasya yang tiba-tiba terbangun.


"Ka..Kamu sudah bangun". Ujar Raina malu-malu.


"Mendengar ada yang memujiku ya Aku terbangun". Ujar Rasya tersenyum pada Raina.


Raina hendak beranjak lalu ditarik kembali oleh Rasya.


"Ini hari minggu, mau kemana pagi-pagi begini?". Tanya Rasya.

__ADS_1


Rasya menciumi wajah Raina. Lalu berpindah ke bagian tubuh lainnya.


"Rasya, jangan seperti ini Aku merasa geli". Ujar Raina.


"Sudah diam saja". Jawab Rasya.


Karena perkataan Raina yang manis, Rasya membalas nya lebih dari manis. Setelah berolahraga pagi, Rainapun tertidur lagi. Rasya yang sudah tidak bisa tidur akhirnya memutuskan untuk mandi lalu membuat sarapan untuk Raina.


Semalam Raina mengatakan ingin makan pancake buatan Rasya.


"Selamat pagi Mah". Sapa Rasya kepada Mama mertua nya.


"Selamat pagi. Kamu sudah bangun, Raina mana?". Tanya Mama


"Raina masih tidur Mah. Rasya ingin membuatkan sarapan untuk Raina". Ujar Rasya.


"Ah tidak perlu, biar Mama saja yang membuatkan". Ujar Mama.


"Raina Semalam bilang ingin sarapan pancake buatan Rasya jadi harus Rasya yang membuat". Ujar Rasya.


"Ah ngidam. Sudah empat bulan lebih masih ngidam juga ya. Dulu juga waktu Mama Hamil Raina sampai 9 bulan masih ngidam. Ngidam nya aneh-aneh juga". Ujar Mama yang sedang membuat sandwich


"Oh ya? Mama ngidam apa memang saat hamil Raina?". Tanya Rasya.


"Dulu Mama ingat sekali. Pernah ngidam mangga muda saat tengah malam. Mama membangunkan Papa untuk minta mangga muda. Papa bingung ditengah malam itu cari dimana. Lalu Papa ingat tetangga kita punya pohon mangga. Tapi, tetangga kita ini terkenal sangat pelit dan angkuh. Tapi karena sedang ngidam Mama sampai memohon pada Papa Raina untuk mengambil 1 buah saja. Akhirnya Papa mau. Ia mengendap-ngendap untuk mengambil. Saat dapat satu Papa terjatuh pemilik rumah keluar Papa lari sampai disangka maling. Untung para security kenal Papa. Hingga dilepas namun si pemilik rumah tidak terima mangganya di ambil akhirnya Papa Raina membayar 1 juta untuk sebuah mangga muda". Ujar Mama menceritakan saat Ia ngidam


Rasya tertawa "wah Papa kasihan juga ya sudah jatuh dari atas pohon, disangka maling disuruh bayar 1 juta juga untuk 1 buah mangga muda". Ujar Rasya tertawa


"Iya, begitulah sayangnya Papa Raina terhadap Raina. Mungkin terkadang keras mendidiknya namun dalam hatinya sangat mencintai Raina. Kita mendapatkan Raina juga sangat sulit. Lima tahun menikah Mama masih belum Hamil juga. Kita sudah program Hamil pun selalu gagal. Lalu kita pergi haji, disana kita berdoa agar diberi keturunan meski hanya 1. Alhamdulillah setelah pulang haji, Mama Hamil Raina. Ya Karena kita berdoanya salah hanya minta 1 anak jadi anak kita hanya Raina". Ujar Mama.


Rasya tersenyum mendengar cerita Mama.


"Bersyukur memiliki anak hanya satu tapi sangat membanggakan dan luar biasa baik. Beruntung juga Raina memiliki suami seperti Kamu". Ujar Mama.


"Aku juga beruntung mendapatkan gadis luar biasa dan mertua yang baik. Terimakasih Mama, karena Mama yang pertama merestui hubungan kita. Karena Doa Mama yang membuat kita bersatu". Ujar Rasya.


"Kalian berhak bahagia. Mama turut bahagia jika Raina bahagia. Kamu tahu sendiri masalalu Raina sangat menyedihkan. Mama tidak ingin dimasa depan pun Raina terus bersedih". Ujar Mama.


Mereka berbincang selama membuat sarapan. Sampai yang lain turun untuk sarapan.


"Oh ya, Ayesha tidak ikut pulang dengan kalian?". Tanya Mama


"Tidak Mah, Ayesha Semalam kirim pesan Dia menginap dirumah Rangga karena Dia pulang sangat larut. Dia tidak ingin mengganggu kita". Ujar Raina.


"Oh begitu, jadi bagaimana hubungan Ayesha dan orang tua Rangga?". Tanya Mama.


"Alhamdulillah orangtua Rangga sangat menyukai Ayesha. Rangga bilang Ia ingin pergi ke London untuk melamar Ayesha". Ujar Raina.


"Alhamdulillah jika semua berjalan dengan baik". Ujar Mama.


Mereka pun melanjutkan sarapannya dengan berbincang ringan soal keseharian mereka.

__ADS_1


__ADS_2