
"Kita mau kemana lagi?". Tanya Rasya
"Food court". Jawab Raina yang memeluk tangan Rasya.
"Tidak mau ke bioskop?". Tanya Rasya.
"Tidak". Jawab Raina sambil menggelengkan kepalanya.
"Yasudah ayo". Ujar Rasya.
Merekapun berjalan menuju food court.
"Oh wanginya enak". Ujar Raina saat sampai diarea Food Court.
"Kamu mau makan apa?". Tanya Rasya
"Itu". Raina menunjuk satu stand food seblak.
"Seblak? Apa itu?". Tanya Rasya.
"Aku juga tidak tahu, tapi Aku mau coba". Ujar Raina.
"Sayang, Kamu lagi hamil tidak boleh sembarangan mencoba makanan baru. Kamu itu kan dokter kandungan Kamu lebih tahu soal ini". Ujar Rasya.
"Aku mau itu Rasya". Ujar Raina menunjuk stand food itu.
"Kita cari makanan lain ya, kita tidak tahu makanan apa itu". Ujar Rasya.
Akhirnya Raina berjalan sendiri menuju stand makanan itu.
"Mbak, seblak ini apa ya ?". Tanya Raina.
"Oh seblak ini makanan yang dibuat dari kerupuk yang direbus kakak, ada juga yang menggunakan kwetiau atau macaroni ditambah berbagai topping ada ceker, ayam atau telur dan biasanya seblak ini lebih nikmat kalau pedas. Disini ada level nya juga". Ujar Pelayan.
"Heemmm interesting. Yasudah pesan yang ukuran kecil ya mbak topping nya ayam saja level 5". Ujar Raina.
"Sayang, Aku kan sudah bilang kita beli makanan lain". Ujar Rasya berbisik lalu menarik tangan Raina.
"Aku sudah pesan tapi". Ujar Raina.
"Kamu kenapa jadi ngeyel begini sih". Ujar Rasya.
Raina menghiraukan perkataan Rasya.
Pelayan pun memberikan seblaknya dengan bowl kecil.
"Bayar". Ujar Raina kepada Rasya.
Akhirnya Rasya membayarnya.
Lalu mereka pergi.
"Sayang Aku mau itu". Raina menunjuk stand yang menjual boba lalu menarik tangan Rasya.
"Mbak pesan 1 ya rasa matcha". Ujar Raina.
"Sayang, Kamu kan tidak pernah minum minuman seperti ini. Ingat Kamu lagi hamil". Ujar Rasya
Lagi-lagi Raina menghiraukan perkataan Rasya.
Setelah pelayan memberikan, Rasya pun membayar lalu mereka pergi.
Tak jauh Raina pergi lagi ke satu stand makanan sotang (sosis kentang).
__ADS_1
"Astagfirullah.. Lagi". Ujar Rasya menepuk dahi nya.
Setelah membeli sotang, Mereka berjalan lagi. Raina pergi lagi ke satu stand makanan cilok.
Rasya mengejar lalu menarik tangan Raina.
"Sayang cukup, ini sudah banyak. Kamu gak mungkin makan semua kan?". Ujar Rasya.
"Aku mau cilok!". Raina pergi membeli cilok.
"Sudah ya cukup. Aku tahu Kamu tidak akan memakan ini semua". Ujar Rasya sedikit kesal
"Kamu jahat sekali marah padaku seperti ini". Ujar Raina marah juga.
"Sudah ayo kita pulang. Aku sudah tidak berselera untuk jalan-jalan lagi". Ujar Raina pergi dengan rasa kesal.
"Haduh marah lagi dia". Gerutu Rasya.
Mereka kembali menuju toko pakaian untuk mengambil pakaian milih Rasya.
Setelah mengambil pakaiannya. Mereka memutuskan untuk pulang. Terlihat wajah Raina yang masih kesal.
"Aku minta maaf deh sudah jangan marah lagi". Ujar Rasya yang tengah mengemudi.
Raina tak menggubris perkataan Rasya. Sepanjang jalan Raina hanya diam dengan wajah yang ditekuk karena kesal.
Sampai dirumah, Raina pergi begitu saja.
"Rain". Rasya memanggil Raina.
"Assalamualaikum". Raina mengucap salam dan mencium tangan Mamanya dengan wajah kesal lalu pergi menuju kamar.
"Waalaikumsalam". Ujar Mama bingung dengan Raina yang pulang dengan wajah kesal.
"Waalaikumsalam. Banyak sekali bawaanmu. Oh ya itu Raina kenapa wajahnya kesal begitu?". Tanya Mama.
"Ini Mah di mall Dia beli banyak makanan baru yang belum pernah dia coba dan itu semua junk food. Rasya beri tahu bahwa Dia sedang Hamil jangan makan sembarangan eh dia marah tuh sampai sekarang". Ujar Rasya.
"Orang Hamil memang begitu. Mau nya aja tapi tidak dimakan. Memang Dia beli apa saja?". Tanya Mama.
"Ini mah". Rasya menyimpan semua makanan yang dibeli diatas meja makan.
"Makanan apa ini? Mama baru lihat ini semua kecuali cilok. Tapi Raina mana suka makan cilok". Ujar Mama bingung.
"Rasya juga tidak tahu Mah, Rain hanya membeli tapi tidak dimakan". Ujar Rasya.
"Yasudah Kamu bujuk Dia sana, tidak baik juga wanita Hamil kesal seperti itu". Ujar Mama.
"Yasudah Rasya keatas dulu ya mah". Ujar Rasya pamit ke kamar.
Rasya masuk ke kamar, menaruh belanjaannya diatas sofa. Ia berjalan menghampiri Raina yang tengah duduk diatas tempat tidur memainkan ponselnya nya. Namun wajah nya masih kesal.
"Sayang". Rasya mendekati Raina.
"Jangan panggil sayang sayang". Ujar Raina ketus.
"Maafkan Aku, bukan maksudku melarang apa yang Kamu mau, tapi Kamu sedang hamil. Kamu tidak bisa makan sembarangan. Kalau terjadi apa-apa terhadapmu dan anak kita, Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri karena telah gagal menjagamu". Ujar Rasya menggenggam tangan Raina.
Raina masih kesal pada Rasya. Rasya semakin mendekati wajah Raina lalu mencium bibir Raina. "Jangan marah lagi ya, nanti anak kita halisnya seperti angry bird loh karena saat hamil mamanya halisnya nekuk seperti angry bird". Ujar Rasya.
Raina tertawa mendengar perkataan Rasya.
Raina memeluk Rasya. "Maafkan Aku sayang, ikut bukan kendaliku. Kamu tahu sendiri Aku bagaimana". Ujar Raina.
__ADS_1
"Iya sayang. Aku yang salah karena tidak sabar menghadapi ngidammu". Rasya mencium kening Raina.
"Yasudah Kamu mau makan makanan tadi tidak?". Tanya Rasya.
Raina hanya menggelengkan kepalanya.
"Loh kenapa?". Tanya Rasya.
"Kan tadi Kamu bilang Aku tidak boleh makan makanan sembarangan". ujar Raina.
"Iyasih, terus siapa yang harus makan semua makanan itu?". Tanya Rasya.
"Ya Kamu saja". jawab Raina.
"Aku mana suka makanan seperti itu". ujar Rasya.
"Tunggu sebentar". Rasya berjalan keluar kamar.
Rasya mengetuk pintu kamar Risya.
"Risya... Risya". Rasya memanggil Risya.
Risya membuka pintu.
"Ada apa kak?". Tanya Risya.
"Kakak bawa makanan dari mall, kamu makan gih". ujar Rasya.
"wah tumben ingat padaku". ujar Risya. "beli apa?". tanya Risya.
"kamu lihat sendiri saja kebawah". ujar Rasya.
"Asik. ok deh. makasih ya kak". Ujar Risya senang.
Rasya pun kembali ke kamarnya.
"Kamu dari mana?". Tanya Raina
"Dari kamar Risya. suruh Dia makan semua makanan yang Kamu beli". ujar Rasya.
"terus dia mau?". tanya Raina.
"Pasti mau Dia kan penggemar Junk food". ujar Rasya.
"Syukurlah jika ada yang mau memakannya". ujar Raina.
"Aku juga lapar sih sebenarnya". ujar Rasya.
"yasudah Kamu makan makanan tadi bersama Risya". jawab Raina.
"Aku tidak mau memakan itu". ujar Rasya.
"Terus mau makan apa?". tanya Raina.
"makan kamu". Rasya mencium Raina.
"Sayang ini masih sore". ujar Raina.
"Memangnya kenapa?". tanya Rasya.
"Nanti ada yg mengetuk pintu bagaimana?". tanya Raina. "Ini juga sudah menjelang maghrib".
"ok kita pause dulu. nanti malam kita lanjutkan". ujar Rasya yang masih bermain dengan tubuh Raina.
__ADS_1