Rain...

Rain...
berbicara dengan Rasya


__ADS_3

Selama perjalanan Risya Dan Aldo hanya diam. Risya yang mulai canggung karena mendapat ciuman pertama dari Aldo. Ia menyentuh bibirnya berkali-kali sambil tersenyum.


"Risya, Kamu kenapa?". Tanya Aldo


" ah, gak apa-apa kok". Ujar Risya melepas tangan di bibirnya.


"Do, kayanya kita pulang aja deh". Ujar Risya


" Loh kenapa?". Tanya Aldo


"Hmmmmmm Aku pengen istirahat aja". Ujar Risya mengusap leher belakangnya.


" Kamu sakit?". Aldo Panik


"Oh nggak. Cuma capek sepanjang malam bergadang mengurus skripsi". Ujar Risya.


" oh OK kalau begitu kita pulang". Jawab Aldo


Risya merasa canggung berduaan bersama Aldo. Ia Terpaksa berbohong.


45 menit berkendara, akhirnya mereka sampai dirumah orangtua Raina.


Risya Dan Aldo turun.


"Assalamualaikum". Risya mengucap salam.


" Waalaikumsalam ". Ujar Rasya yang baru turun dari lantai atas


" Loh, kakak kok udah pulang". Risya bingung.


"Tadi Rain pingsan dibawa ke Rumah Sakit". Ujar Rasya


" Apa?? Kak Raina pingsan? Terus sekarang kakak dimana?". Risya Panik


"Tenang, kak Raina ada dikamarnya". Ujar Rasya


Risya berlari ke atas disusul Aldo.


Rasya berjalan ke dapur untuk mengambil air minum.


Diatas Risya membuka pintu kamar Raina melihat Raina sedang berbaring

__ADS_1


" kak, ya Allah kakak kenapa?". Risya Panik


"Kak kakak kenapa ?". Tanya Aldo


" ah gak apa-apa kok". Ujar Raina


"Gak apa-apa kok bisa pingsan?". Tanya Risya masih khawatir


Raina tersenyum senyum


" ih kakak, orang lagi panik kok malah senyum-senyum gitu". Ujar Risya bete.


"Kamu bakal jadi Tante". Ujar Raina tersenyum


" hah ?? Tante???". Risya bingung.


"Ya Allah selamat kakak". Aldo memeluk Raina


" selamat apanya?". Tanya Risya masih bingung


"Aduh Risya, kenapa kamu jadi lemot begini?? Kak Raina Hamil". Ujar Aldo.


Rasya pun datang.


" kak selamat ya". Aldo memeluk Rasya.


"Terimakasih Aldo". Ujar Rasya bahagia.


" ciyeeeeee kakak mau jadi Papa ". Risya meledek Dan memeluk Rasya. " kak selamat ya". Risya meneteskan air mata


"Loh Kamu kenapa?". Tanya Rasya


" terhura kak ". Ujar Risya menghapus air matanya


" terharu kali". Ujar Raina.


Merekapun tertawa.


"Risya. Gimana sama Aldo??". Raina berbisik.


" Kak, Ada yang mau aku bicarain ". Ujar Aldo kepada Rasya.

__ADS_1


" Ada apa?". Tanya Rasya.


"Kak. Pasti kakak sudah tahu antara Aku Dan Risya. Risya tidak mau memiliki hubungan denganku". Ujar Aldo.


Raina terkejut Dan menoleh pada Risya.


" Tapi, Aku berjanji padanya, setelah kuliahnya selesai Dan KOAS nya selesai, Aku ingin menikahi nya". Ujar Aldo yakin


Rasya & Raina terkejut dengan perkataan Aldo.


"Kamu serius?". Tanya Raina


" Aku serius kak. Setelah KOAS nya selesai, Aku akan menikahinya Dan membawa nya ke Australia ". Ujar Aldo.


" ya kalau kakak sih terserah Risya nya aja karena kan Risya yang menjalani ". Ujar Rasya.


Raina merasa tenang dengan jawaban Rasya.


" Terimakasih kak karena sudah merestui. Aku berjanji akan bekerja keras untuk membahagiakan Risya". Ujar Aldo berbahagia.


Raina menyenggol Risya. "Ciyeeeeee langsung dilamar". Ledek Raina


Risya hanya tersenyum tersipu malu.


" Yasudah hanya itu saja yang ingin Aku bicarakan. Sekarang sudah mau sore. Aku juga mau pergi ke kedutaan untuk mengambil passport Dan visa ku". Ujar Aldo berdiri bersiap untuk pergi.


"Hati-hati dijalan ya Aldo". Ujar Raina.


" oh Iya kak, besok teman-temanku ingin memberikan pesta perpisahan padaku. Apa Aku boleh mengajak Risya ??". Tanya Aldo.


"Oh acaranya jam berapa?". Tanya Rasya


" sekitar jam 7 malam kak. Di daerah Jakarta kok". Jawab Aldo.


"Boleh, Tapi gak bisa lebih dari jam 10 ya". Jawab Rasya.


" oh Baiklah. Yasudah Aku permisi dulu ya. Assalamualaikum ". Ujar Aldo


"Aku antar Aldo keluar dulu ya". Ujar Risya.


Mereka berdua pun pergi dari kamar Raina.

__ADS_1


__ADS_2