Rain...

Rain...
Berhak Bahagia


__ADS_3

Didalam kamar. Ponsel Raina berdering, Ia melihat ternyata Rasya.


"Assalamualaikum". Raina menjawab telpon dengan bahagia


" Waalaikumsalam, lagi apa Kamu?". Tanya Rasya


"Habis makan malam. Kamu lagi apa?.


" lagi mikirin Raina dong". Jawab Rasya cekikikan


"Apa yang Kamu fikirkan??". Tanya Raina tersenyum-senyum


" Ya memikirkan kapan aku bisa menjahilimu". Jawab Rasya


"Ihhhh kok jahat akunya mau dijahilin". Jawab Raina bete


" pasti Kamu lagi manyun-manyun deh. Itu menggemaskan". Jawab Rasya masih meledek


"Ih Rasya jangan bikin Aku bete. Aku sudah bete duluan tadi". Jawab Raina kesel


" kenapa sih sayang?". Tanya Rasya


"Tadi ada Nico. Cowok yang mau dijodohkan denganku". Jawab Raina kesal


" Ohhhhh dia sudah datang. Terus gimana ? Dia ganteng gak???". Ujar Rasya masih menggoda Raina


"Rasya ih Kamu seneng ya Aku mau menikah dengan Nico". Ujar Raina kesal

__ADS_1


" Gak akan lah, Kamu hanya akan menikah denganku". Jawab Rasya


"Kamu lakukan sesuatu". Ujar Raina


" iya iya, nanti aku fikirkan gimana caranya. Gimana kalau Aku Lamar Kamu sekali lagi ?". Tanya Rasya


"Gila Kamu, yang ada Kali ini bukan hanya wajahmu yang babak belur Tapi seluruh tubuhmu. Jangan sekarang apalagi ada Nico". Jawab Raina


" yasudah nanti aku fikirkan cara lain. Sekarang Kamu tidur. Besok setelah jadwal mu selesai Aku jemput ya". Ujar Rasya


"Bener ya mau jemput". Ujar Raina dengan Nada bahagia.


" iya, sekarang Kamu tidur ya, kalau belum sholat maka sholatlah dulu. Good night my Rain. I love you". Ujar Rasya


"Good night sayang take a rest and sweet dream. Love you too". Jawab Raina bahagia.


Mereka pun menutup telfon.


flashback masa lalu Raina.


sejak SMP Raina sangat senang mendesain pakaian, banyak perlombaan Ia menangkan. orang tua Raina tidak keberatan akan hobi anaknya itu.


Dalam benak Raina, Ia ingin menjadi Desaigner ternama. Namun, saat Ia mengatakan pada orangtua nya, Papa Raina menolak. Papa Raina ingin Ia menjadi seorang dokter untuk meneruskan mengurus Rumah Sakit yang Papanya bangun. Raina sangat sedih.


" Pah, apa salah dengan mimpiku? Aku ingin mewujudkan mimpiku". Raina menangis


"Designer tidak berguna untuk apa mencari pekerjaan hanya menggambar ??". jawab Papa Raina dengan rasa kesal.

__ADS_1


Raina hanya menangis.


" Kamu harus menjadi seorang dokter dan harus meneruskan mengurus Rumah Sakit". Raina berlari menuju kamarnya.


keesokan harinya, disekolah saat sedang mempersiapkan olimpiade Raina hanya termenung. Rasya yang melihat bingung. Ia duduk disamping Raina Dan bertanya.


"Kamu kenapa?". Tanya Rasya


" Sya, emang salah ya kalau Aku ingin menjadi seorang designer ??". Tanya Raina dengan tatapan kosong


"Nggak lah, desain yang Kamu buat selalu bagus, Kamu pasti jadi designer ternama". jawab Rasya Semangat.


" Tapi, Papa menolak impianku". raina menangis.


"ehhhhh kok nangis, udah udah jangan nangis". Rasya mencoba menenangkan Raina


" Papa bilang jadi designer tidak berguna, Aku harus jadi seorang dokter". Raina menangis sesegukkan.


"Sabar Rain, mungkin Papamu menginginkan yang terbaik untukmu". jawab Rasya.


Raina masih menangis.


" Gini, Ketika Kamu jadi dokter, Kamu bisa menolong orang yang sakit. Itu mulia kan? bukan buruk untuk menjadi designer, Tapi menjadi dokter lebih berguna untuk sekeliling. Berfikirlah kembali Rain semua masih ada waktu". ujar Rasya.


Raina memandang Rasya.


"Udah jangan nangis lagi". ujar Rasya mengusap air mata Raina.

__ADS_1


Pada Akhirnya Raina memutuskan untuk menjadi seorang dokter. namun Ia memiliki syarat menjadi dokter sesuai yang Ia inginkan. Papa Raina pun setuju dengan persyaratan Raina.


Setelah kelulusannya, Raina pergi ke London untuk kuliah kedokteran Dan menjadi dokter specialist kandungan.


__ADS_2