
Setelah melamar Ayesha, Rangga kembali ke Tanah Air untuk mempersiapkan segalanya. Renaca Mereka akan menikah di London mengatakan pesta disana setelah itu mereka akan mengadakan pesta juga di Tanah Air.
Rasya dan Raina sangat gembira mendengar kabar Rangga Dan Ayesha akan menikah segera. Merekapun membantu semampu mereka.
Hingga waktu pernikahanpun tiba, Di London Inggris Rangga datang dengan kedua orangtua nya Raisa beserta Rasya dan Raina yang telah mengandung besar. Raina tidak ingin melewatkan moment special untuk sahabatnya itu. Bersama Sandra, Raina menjadi bridesmaid Ayesha.
Ayesha terlihat sangat cantik dengan pakaian penganti ala Pakistani. Begitu juga Rangga menggunakan setelan Jas berwarna Hitam.
Rangga yang telah siap untuk ijab Qobul dihadapan Baba Ahmad. Sedangkan Ayesha menunggu diruangan lain. Setelah Ijab Qobul, Ayesha keluar. Ia berjalan dibantu oleh Raina dan Sandra.
Rangga begitu terpesona melihat Istrinya. Ayesha duduk lalu mereka menandatangani berkas-berkas pernikahan.
"Selamat Ayesha dan Rangga akhirnya kalian menikah juga". Raina memeluk Ayesha.
"Selamat ya Ayesha akhirnya kita semua telah menikah". Sandra memeluk Ayesha.
Mereka semua bahagia. Akhirnya sahabat yang selalu bersama mendapatkan kebahagiaan bersama diakhir. Bertemu dengan pria yang mencintai mereka dengan tulus.
Dua bulan berlalu, usia kandungan Raina sudah mendekati waktu kelahiran. Pagi ini Raina tengah sibuk memasak sarapan untuk Rasya.
"Sayang, kamu tidak perlu memasak. Perutmu sudah membesar loh. Kamu diam saja ya". Ujar Rasya khawatir.
"Tidak apa-apa sayang. Hari ini aku sangat ingin memasak untukmu". Ujar Raina yang membawa dua piring nasi goreng.
Mereka sedang berada dirumah Rasya. Risya pun tengah asyik berkeliling kota berlibur sebelum melanjutkan KOAS nsakit"."Awww". Raina meringis menyentuh perutnya.
"Kamu kenapa?". Tanya Rasya Panik.
" sepertinya Aku kontraksi". Ujar Raina masih meringis.
"Apa?? Kontraksi? Sejak kapan?". Tanya Rasya.
"Sejak Semalam". Ujar Raina.
"astagfirullah Rain. Kenapa kamu tidak bilang? Ayo kita kerumah sakit sekarang". Ujar Rasya panik.
"Sayang, ini baru kontraksi awal paling baru pembukaan 2". Ujar Raina Santai.
Namun tak lama Raina merasakan sakit yang luar biasa. Ia benar-benar ingin melahirkan. Rasya panik Ia cepat-cepat membawa Raina kedalam mobil lalu melaju dengan kecepatan yang lumayan kencang.
Rasya mencoba menelepon mertuanya.
"Assalamualaikum, Mah sepertinya Raina akan melahirkan. Sekarang Rasya sedang dijalan menuju rumah sakit". Ujar Rasya.
"Apa mau melahirkan? Yasudah Kami akan menyusul Kamu hati-hati dijalan". Ujar Mama.
Rasya pun menutup telepon nya.
"Sayang sakit". Raina mencekram tangan Rasya.
"Sabar ya sayang kita dalam perjalanan kerumah sakit". Ujar Rasya yang mencoba untuk tenang walaupun Dia merasa Panik.
Dalam benak Raina semua yang telah Ia pelajari buyar saat Ia merasakan sakit kontraksi.
" Kamu coba tarik dan buang nafas". Ujar Rasya.
Rainapun mengikuti perkataan Rasya. Raina benar-benar menahan rasa sakit itu. Ia tidak menjerit atau menangis. Rasya yang melihat sangat merasa sedih.
__ADS_1
"Sayang sabar ya sebentar lagi kita sampai". Ujar Rasya.
Raina masih terus menarik dan membuang nafas menahan rasa sakit.
"Sayang sakit Banget". Ujar Raina mulai merasa sangat sakit.
Rasya hanya menciumi tangan Raina yang terus menggenggam erat tanga Rasya.
Setelah perjalanan yang lumayan jauh, Raina dan Rasya sampai dirumah sakit. Orang tua Raina sampai lebih dulu karena rumah mereka lebih dekat daripada rumah Rasya.
Kursi roda sudah siap untuk membawa Raina. Saat turun ternyata ketuban nya sudah pecah terus mengalir.
"Ayo cepat bawa ke Ruang bersalin". Ujar Papa Raina.
Mereka berjalan mendampingi Raina. Raina masih terus menggenggam erat tangan Rasya.
"Rasya ini sakit". Ujar Raina meringis kesakitan.
"Sabar sayang. Aku disini bersamamu". Ujar Rasya yang mulai meneteskan air mata. Ia merasa tidak tega melihat Raina kesakitan.
Sampailah Mereka diruang bersalin. Mereka menggantikan baju Raina. Suster telah menelepon dokter Lina yang ternyata masih dijalan.
"Dokter Lina masih dijalan sebentar lagi sampai. Dokter Raina kita periksa dulu ya". Ujar Suster.
Raina pun mendapatkan pemeriksaan. Tak lama Dokter Lina datang.
"Assalamualaikum. Selamat pagi dokter Raina. Bagaimana keadaannya?". Tanya dokter Lina.
"Waalaikumsalam. Huft Dok sakit ternyata". Ujar Raina.
Dokter Lina hanya tersenyum.
"Aaaahhhhh Dok sakit sekali". Teriak Raina.
"Ini sudah waktunya. Ayo kita mulai". Ujar Dokter Lina.
"Dok Rasya dok". Ujar Raina.
Suster cepat panggilkan suami dokter Raina.
Suster pun bergegas keluar memanggil Rasya.
"Tuan Rasya, Anda bisa masuk mendampingi doker Raina". Ujar Suster.
"Pergilah cepat". Ujar Papa.
Rasya pun masuk kedalam ruang bersalin.
" Rasya". Panggil Raina.
"Rain". Rasya menggenggam erat tangan Raina.
"Ayo Dok mulai untuk ngeden". Ujar dokter Lina.
Raina mengikuti instruksi dokter Lina. Raina sangat berusaha sekuat tenaganya. Rasya yang melihat hanya meneteskan air mata.
Sehebat inikah seorang Ibu? Melahirkan anaknya penuh Perjuangan dengan rasa sakit yang luar biasa. Ujar Rasya dalam hati Ia meneteskan air mata melihat Raina yang Berusaha untuk melahirkan buah hati mereka. Rasya menghapus air mata nya.
__ADS_1
"Sayang ayo, sedikit lagi kita akan berjumpa dengan Anak kita". Ujar Rasya yang menyemangati Raina.
"Sakit Rasya". Ujar Raina dengan suara yang pelan.
"Aku tahu Kamu pasti kuat. Ayo sayang terus sedikit lagi". Rasya mencium kening Raina.
"Ayo dok kepalanya sudah terlihat sedikit lagi". Ujar dokter Lina.
"Allahu Akbar". Teriak Raina.
Akhirnya terdengar suara tangisan bayi. Rasya yang awalnya berdiri Ia terduduk dilantai. Ia menangis sejadi-jadinya. Ia tak menyangka bisa melihat moment ini. Dimana Raina yang berjuang sekuat tenaga untuk melahirkan buah hati mereka yang akhirnya lahir.
"Sayang terimakasih". Rasya menciumi wajah Raina dengan berurai airmata. "Kamu telah berjuang dengan sangat luar biasa. Terimakasih sayang". Rasya masih menangis memeluk Raina.
" Tuan, dokter, selamat anak Tuan Dan Dokter Raina berjenis kelamin Laki-laki Alhamdulillah sehat sempurna dengan berat badan 3,3 kg Dan tinggi 51cm.". Suster membaringkan tubuh bayi mungil itu di Dada Raina.
Raina menangis saat putra nya berbaring di dadanya.
"Dia tampan sekali. Matanya sepertimu hidung nya sepertimu". Ujar Rasya.
"Tapi pasti Dia tampan sepertimu". Ujar Raina tertawa kecil.
Rasya memfoto moment itu. Setelah itu Rasya mengadzani putra nya dengan berurai air mata.
"Jadi anak Sholeh ya jagoan Papa". Rasya mencium putra nya.
Setelah diadzani, Suster membawa anak itu menuju ruang bayi untuk dibersihkan. Begitu juga Raina. Rasyapun keluar sebentar.
"Sayang, selamat ya". Mama memeluk Rasya. Begitu juga Papa.
Rasya masih terus menangis tak menyangka bahwa Dia sekarang adalah seorang Ayah.
Tak lama Rangga Dan Ayesha datang.
"Rasya, bagaimana keadaan Raina dan anakmu?" Tanya Rangga.
Rasya memeluk Rangga. "Anak laki-laki yang sehat dan tampan". Ujar Rasya.
"Alhamdulillah selamat Rasya". Rangga membalas pelukan Rasya.
"Baby boy". Ujar Rangga pada Ayesha.
Ayesha sangat bahagia mendengarnya.
"Selamat Rasya atas kelahiran putra mu". Ujar Ayesha menjabat tangan Rasya.
" Siapa nama anakmu?". tanya Rangga.
"Muhammad Ibrahim Brawidjaya". ujar Rasya dengan penuh bahagia
Mereka semua sangat gembira akan kelahiran Ibrahim putra pertama Rasya dan Raina.
Semua berakhir dengan bahagia. Kehidupan yang sulit, kehidupan yang penuh dengan cobaan, itu semua hanyalah cara Tuhan untuk membuat kita menjadi lebih dewasa. Cinta sejati akan datang disaat waktu yang tepat. Semua akan indah pada akhirnya.
***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel "Rain...". Selama ini dari episode awal hingga sekarang.
Terimakasih atas support semua readers yang telak like, komen positive tentang novel pertama Author ini. Semoga hari-hari Reader terhibur dengan Novel " Rain...". Ini.
__ADS_1
jangan lupa juga untuk membaca Novel ke 2 Author.
Kisah seorang wanita kaya raya pemilik hotel bintang Lima yang Angkuh dan sombong tiba-tiba harus dijodohkan dengan seorang pria sederhana yang baik hati. Eriska yang merasa sebagai wanita hebat menolak mentah-mentah namun Papa nya tidak habis ide untuk membuat nya setuju menikah dengan Dito. Bagaimana kisah tentang Eriska dan Dito ?? Mampir ya ke novel ku yang berjudul "Istri Cantikku Yang Angkuh***"